Goal Setting yang Efektif

Mas Rovicky pernah bilang bahwa kita bisa belajar dari siapa saja, termasuk dari yang lebih muda. Berdasarkan inspirasi tersebut, kali ini aku belajar dari Kevin, bayiku yang baru berusia 4 bulan tentang cara membuat goal setting yang efektif.

Kok bisa begitu? Ceritanya dimulai pada saat Kevin belajar merayap. Di usianya yg sudah lewat 4 bulan ini, Kevin sudah mulai bisa merayap, walaupun dia hanya merayap kalau sedang mau. Karena Kevin hanya merayap ketika sedang mau, maka orang tuanya agak kesulitan mengabadikan adegan merayapnya itu. Oleh karenanya, agar Kevin mau merayap, kami mencoba memancingnya dengan meletakkan mainan gajah kesukaanya di depannya. Pada awalnya aku letakkan mainan itu dalam jarak 50 cm di depannya, dengan harapan Kevin akan merayap mengejar mainannya. Namun tidak seperti yg diperkirakan, Kevin hanya ketawa saja memandang mainannya itu dan tidak merayap. Aku mencoba memanggil-mangilnya agar mau mendekat. Namun sia-sia, Kevin hanya senyum-senyum aja dan tidak mau merayap.

Akhirnya, karena penasaran aku mencoba memindahkan mainan tersebut 10 cm di depannya. Ternyata hasilnya berbeda, Kevin segera merayap berusaha menggapai mainannya tersebut. Dan karena gerakan merayapnya cukup kencang, maka mainan tersebut tersentuh tangannya dan malah menjauh. Kevin ternyata tidak berhenti mengejar mainannya. Dia merayap lagi mencoba meraih mainan tersebut, dan lagi-lagi mainan tersebut tersentuh tangannya dan bergerak menjauh lagi. Lagi-lagi Kevin mengejarnya dan mainan itu tergerak menjauh lagi. Demikian terus terjadi sampai Kevin bergerak lebih dari 1 m ke depan dan dia berhasil meraih mainannya.

Hal tersebut mengingatkanku tentang pelajaran Goal setting. Seringkali aku belum berhasil meraih sebuah keinginan karena aku membuat goal setting yang terlalu tinggi sehingga menjadi malas karena tidak yakin bisa meraihnya. Dan walaupun aku sudah pernah belajar tentang goal setting, namun aku seringkali terlupa pelajaran ini sampai kali ini diingatkan oleh Kevin. Andai saja aku membuat sebuah target yg cukup sulit namun terasa mungkin diraih, mungkin aku sudah dapat menggapainya. Langkah selanjutnya hanyalah memindahkan lagi target itu ke depan sehingga aku merayap lagi ke depan. Jika hal tersebut dilakukan dengan konsisten dan mengarah ke tujuan yang jauh, mungkin aku sudah jauh merayap seperti bagaimana Kevin yang ternyata mampu merayap lebih dari 1 m karena adanya goal setting yang bertahap ini.

Ah, jadi teringat bahwa aku masih punya banyak cita-cita yang belum tercapai. Mungkin saat ini masih terasa tidak masuk akal. Namun dengan penentuan goal setting seperti ini, keajaiban bisa saja terjadi. Kadang kita tidak pernah tahu seberapa jauh kita akan mampu bergerak ke depan bukan?

10 thoughts on “Goal Setting yang Efektif

  1. Betul sekali , Bang. Analoginya pas banget! Kita sering terlalu muluk-muluk menetapkan goal setting dan diam-diam menyimpan kegalauan apakah itu akan tercapai atau tidak.

    Thanks buat Kevin yang sudah memberi pelajaran berharga, dan thank buat Bang Al yang mampu menerjemahkannya dengan begitu lugas, bermakna dan mengena.

    Suka

  2. Ping-balik: BISAKAH….? « ANGIN-ANGIN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s