I want to take care of my brother

Barusan Dinda cerita kalau kemarin Fadhel -anakku yg baru berusia 7 bulan- jatuh dari kursi makannya. Posisi jatuhnya kepala duluan. Dan yg makin mencemaskan adalah Fadhel mukanya biru, mata setengah tertutup, tidak menangis, dan tidak mengeluarkan suara apa-apa. Dia diam saja setelah jatuh itu. Tentu saja hal ini membuat Dinda panik. Dan seperti biasa kalau... Continue Reading →

Ajari si Bayi tidur sendiri

Barusan aku chat dengan Anjar untuk memberikan ucapan selamat atas kelahiran bayi-nya (yg ternyata sekarang sudah 1 bulan, wah ucapannya telat banget ya?).  Dan dari sekejap pembicaraan itu terlontar sebuah pertanyaan dari Anjar, priandoyo: begadang terus nih bang priandoyo: mpe kapan to? priandoyo: dah 1 bulan kok masih suka begadang priandoyo: malah kayaknya makin parah... Continue Reading →

Jangan marah dulu dong Ayah

Kevin tidak biasanya rewel sehingga sudah beberapa kali ditinggal seminggu berdua saja bersama Dinda tidak merepotkan Bundanya sehingga Dinda masih belum membutuhkan pembantu. Namun minggu kemarin ketika aku di Balikpapan, Dinda sempat mengirim SMS dan mengatakan Kevin minumnya tak henti-henti dan membuat Dinda tidak bisa tidur. Aku tadinya tidak begitu percaya, namun setelah hari Sabtu... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: