Keras Kepala

Si Cantik tiba-tiba mogok, tidak mau sekolah. Ketika ditanya, dia tak mau memberi penjelasan. Saatnya untuk berangkat, dia berdiam seperti patung. Tak mau melangkah ke sekolah. Ayah dan Bundanya mencoba berbagai cara agar dia mau sekolah. Dimulai dengan cara bertanya dengan manis, membujuk, sampai marah. Tapi si Cantik tetap bergeming. Tak menjawab, tapi juga tak... Continue Reading →

Run And Family Bonding

Aku sekarang lari tidak sesering dulu.Rencanaku memang lari keras cuma 2 kali seminggu. Sisanya aku lari santai sambil menemani anak sulungku yang sudah terlalu gendut. Akhirnya Si Ganteng -demikian aku memanggilnya- tertarik untuk berlari bersama ayahnya karena tiap hari aku olok2 kalau dia sudah terlalu gendut. 🙂 Body Shaming? Bukan. Menurutku gendut itu memang tidak... Continue Reading →

Sebuah Penantian

Tidak semua hal datang pada kita di saat yang diinginkan. Ada kalanya sesuatu itu tidak datang pada saat kita butuhkan. Sementara yang lainnya datang pada saat kita belum menginginkannya. Cerita ini berkaitan dengan kisah yang baru saja terjadi padaku tadi malam. Saat sepiring Ayam Peri-Peri dengan ubi goreng menggoda di meja makan. Itu bukan saat... Continue Reading →

Perasaan Saja Tak Cukup

Aku tertarik mengomentari soal perasaan ini gara-gara beberapa teman di KLUB (Kagama Lari Untuk Berbagi) menyarankan untuk lebih percaya pada perasaan daripada hasil pengukuran HR (heart rate). "Aku lari di Zone 4. Tapi kok perasaan nggak ngos-ngosan" Jika terjadi perbedaan persepsi antara pengukuran dan perasaan, mana yang harus dipercaya? Apakah hasil pengukuran yang harus dipercaya?... Continue Reading →

Menyenang-nyenangkan diri dengan Runanalyze

Sudah beberapa minggu terakhir ini aku berlari dengan mode interval, yaitu berlari dengan ritme yang berubah-ubah antara sprint, lari pelan dan jalan kaki. Hasil pengukuran HR cukup bagus. Aku bisa menghindari zona merah. Walaupun demikian, aku agak kecewa dengan VO2 Max yang tidak menunjukkan perubahan. Sempat ada perubahan 1 kali, namun sehabis itu balik lagi... Continue Reading →

Get A Coach

Dulu-dulu aku seringkali pelit untuk belajar. Demi menghemat uang maka aku sering mengandalkan otodidak alias belajar sendiri tanpa guru atau pelatih. Aku berpikir hemat itu pangkal kaya. Makin pintar mengirit maka aku akan menjadi kaya. Liburan winter kemarin, aku mencoba cara lain. Aku ingin bisa main ski bersama anak-anak, tapi aku tidak yakin mereka akan... Continue Reading →

Zero Red Zone

Hidup ini menjadi indah dengan adanya variasi. Demikian pula dengan kegiatan berlari atau jogging. Walaupun kegiatannya sama-sama berlari, namun cara melakukannya bisa berbeda-beda yang mungkin hasilnya juga berbeda beda. Aku pernah berlari dengan mencoba meningkatkan kemampuan untuk mencapai jarak tertentu. Tak muluk-muluk, jarak yang ingin aku tempuh hanya 5 kilometer. Ternyata tidak butuh lama-lama, aku... Continue Reading →

Ichimoku Cloud

COVID-19 telah menggeser pergaulan dari pertemuan-pertemuan fisik menjadi pertemuan-pertemuan lewat Internet seperti FB, Instagram, Zoom dan lain sebagainya. Teman-teman yang dulu-dulu biasa bertemu di pantai atau di acara BBQ, kali ini terpaksa harus bertemu di sesi-sesi Zoom, FB. Instagram, Telegram atau metode komunikasi jarak jauh lainnya. Sisi bagusnya? Pertemuan-pertemuan itu menjadi lebih berisi. Pertemuan di... Continue Reading →

Tentang Lingkaran

Entah apa sebabnya, salah dua postingan yang menarik perhatian pengunjung ke blog-ku ini adalah tentang lingkaran. Yang pertama adalah Circle Pada Google+, dan satunya lagi adalah Lingkaran Pengaruh. Tulisan yang pertama bahkan sudah belasan tahun yang lalu aku tulis, tapi ternyata masih laku juga hingga saat ini. Apa sebabnya? aku tidak tahu. Namun topik lingkaran... Continue Reading →

Masa Seleb Telah Berlalu

Aku sudah aktif di Internet sejak orang-orang belum sebanyak ini di Internet. Saat itu koneksi Internet masih sangat mahal, mayoritas orang tidak memilikinya. Bahkan kantor-kantor saja banyak yang tidak mempunyai Internet sehingga aku yang menumpang Internet di kantor sekalipun masih termasuk istimewa di saat itu. Teman-teman yang aku temui di Internet adalah kebanyakan teman-teman yang... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: