COVIDAGMATIS

Beberapa hari yang lalu, seorang teman menulis dalam status FB-nya dan menyarankan agar orang-orang yang tidak mau divaksin COVID-19 agar diam saja dan tidak usah sibuk mengajak orang lain untuk ikut-ikutan mengajak orang lain agar anti vaksin juga.

Pertimbangannya adalah pertimbangan pragmatis bahwa Herd Immunity akan tercapai jika 70 persen penduduk sudah memiliki antibodi – baik karena sudah sempat sakit atau karena divaksin. Jika batas itu sudah tercapai, maka pandemi akan berakhir dan yang tidak divaksin juga akan mendapatkan manfaatnya juga.

Jika perlu, orang yang anti vaksin ini justru malah membantu menghimbau dan mengajak orang-orang lain agar segera divaksin supaya Herd Immunity segera tercapai. Ketika itu sudah tercapai, tentu saja dia tak perlu risau lagi dengan isu vaksin. Wabah sudah reda. Dia sudah tidak perlu divaksin lagi.

Kalau orang yang berlaku bodoh saat menghadapi COVID disebut dengan COVIDOT, mungkin orang-orang yang pragmatis ini cocok jika kita beri nama COVIDAGMATIS.

Sounds cool, right? Bagaimana dengan anda? Apakah termasuk COVIDAGMATIS juga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: