Menunggu Kamu

Menunggu itu memang rasanya nyebelin. Apalagi kalau yang ditunggu tidak sadar kalau sedang ditungguin. Contohnya seperti menunggu angkot sewaktu masih muda dulu. Rasanya bisa bulukan di pinggir jalan,  tapi angkot tak kunjung datang. Ada beberapa yang lewat, namun tidak mau berhenti karena tidak mau mengangkut anak sekolah yang naik angkot cuma bayar 100 perak. Tapi... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: