Perjuangan Mendapat Vaksin

Di Dubai, siapa saja boleh mendapat vaksin. Tidak harus menunggu SMS jika memang bersedia untuk divaksin. Sementara yang tidak mau juga tidak didenda.Yang datang ke tempat vaksin begitu banyak. Akibatnya, antrian begitu panjang. Protokol physical distancing membuat antrian ini juga semakin lama. Dari mulai sampai selesai bisa sampai 5 jam.

Mengetahui hal itu, aku datang pagi sekali. Jam 6 pagi aku sudah sampai di depan gerbang. Masih digembok. Aku parkir di depan gerbang dan kemudian tidur di mobil, setelah mendapat izin dari satpam.Jam 8 aku bangun, antrian sudah mengular panjang. Semua harus menunggu, karena tempat vaksin baru buka jam 9.

Jam 8.30, gerbang mulai dibuka dan mobil satu persatu masuk ke parkiran. Di parkiran diatur sedemikian rupa sehingga yang datang pertama di depan dan yang lain parkir di belakang.Kami tetap tak boleh keluar dari mobil, sampai giliran untuk masuk tiba. Dan karena aku antri pertama, maka aku bisa keluar mobil pada rombongan pertama.

Sampai di dalam, ada pemeriksaan berat badan dan tekanan darah. Juga ditanyai apakah sudah pernah test COVID dengan hasil positif atau belum. Di situ baru aku sadar kalau berat badanku ternyata nambah lagi.

Setelah pemeriksaan, aku bertemu dengan dokter. Di sana dijelaskan bahwa vaksin ini akan dua kali suntikan. Yang kedua adalah 21 hari sesudah suntikan pertama.Dijelaskan juga bahwa setelah vaksin tetap harus pakai masker dan menjaga protokol kesehatan. Juga diberi-tahu bahwa suntikan pertama ini tidak akan membuat tubuh langsung kebal. Butuh waktu sampai 28 hari dari suntikan kedua selesai baru kekebalan bisa dianggap cukup. Itupun juga tidak berarti bisa kemana-mana tanpa masker.

Saat disuntik tiba. Dokter menyuruh aku relax. Detak jantungku terlalu cepat. Ini wajar, karena aku emang takut disuntik. Tiba-tiba dokter menyuruh aku buka baju.Waduh, aku jadi serba-salah. Dokternya cantik banget. Kalau dia ke Indonesia tentu sudah bisa jadi pemain sinetron atau juru bicara segala wabah.

Disuruh buka baju sama cewek cantik itu rasanya gimanaaaa gitu. Selain grogi, sebenarnya itu kesempatan emas. Bisa pamer six pack diminta oleh cewek cantik itu adalah hal yang luar biasa.

Selesai disuntik, aku diberi tahu bahwa mungkin akan ada gejala panas, mual atau sakit kepala. Disebutkan juga bahwa itu adalah gejala biasa. Aku juga diberikan nomer telpon yang bisa dihubungi jika ada keluhan yang dirasa parah.Jam 9.30 aku bisa pulang.

Total waktu memang 3 setengah jam. Namun aku bisa menunggu sambil tidur dan duduk-duduk selama 3 jam. Jika aku datang siang, aku harus melewati itu di tengah kemacetan.

Dan berkat aku divaksin, akhirnya Pak Jokowi dan Erdogan ikut-ikutan divaksin juga. Demikianlah, ternyata memang lebih gampang mengajak orang lain itu dengan memberi contoh daripada mencaci-maki. Iya kan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: