The Starting Point

Tahun kemarin aku menyadari bahwa parameter keremajaanku menurun.  Hal itu mungkin disebabkan karena awal tahun kemarin aku berhenti dari keanggotaan klub gym disebabkan jadwal kelas body pump yang sulit aku ikuti karena perubahan ritme di tempat pekerjaan.

Dari sisi keuangan memang aku mengalami penghematan lebih dari 3500 dirham setahun. Sisi buruknya, ternyata dampak negatif juga terlihat pada pengukuran VO2 Max yang menurun. Lonceng bahaya telah berbunyi. Penurunan ini berarti jantungku tak mampu membawa Oksigen ke seluruh tubuh sebanyak tahun sebelumnya.

Kesadaran ini memicuku untuk lebih konsisten mengalokasikan waktu untuk berolahraga.  Lari atau jogging, adalah olahraga yang menjadi pilihan karena bisa dilakukan sendirian. Aku lebih leluasa memilih waktu untuk berolahraga.

Beberapa bulan yang lalu, targetku hanya seminggu sekali saja. Target ini sulit aku capai. Target yang terlalu gampang ternyata malah membuat malas. Selain itu, berlari sekali seminggu tampaknya tak ada dampak bagi kesehatan.

Berdasarkan evaluasi tersebut, aku tingkatkan target menjadi dua kali seminggu. Hasil mulai tampak.  Tubuh terasa semakin bugar. Masa berlari terasa makin mudah. Konsistensi makin sering diraih.

*****

Hari ini, adalah hari pertama challenge berlari 3 kali seminggu selama 2 bulan hingga akhir maret nanti yang diinisiasi oleh Mas Joko -bukan Presiden Indonesia- di Kagama Lari Untuk berbagi (KLUB).

Aku setoran hari pertama. Semoga bisa konsisten hingga periode tantangan berakhir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: