Mengajar untuk Belajar

Mengajar, adalah salah satu hobby saya sejak dulu. Selain karena senang bisa membantu orang lain menjadi lebih pintar, saya menjadi lebih paham atas suatu materi ketika mengajar.

Sebelum mengajar, seseorang butuh mempersiapkan diri dulu dengan memperdalam pemahaman. Ketika mengajar, seseorang akan memperlancar pengertiannya. Dan setelah mengajar, dia akan mendapatkan umpan balik dari orang lain. Dengan demikian, secara tidak langsung, orang yang mengajar juga menjadi bertambah pengetahuannya. (Simmons, 2020)

Untuk memperkuat pendapatnya, Simmons juga menunjukkan penelitian Harvard yang menunjukkan bahwa karyawan-karyawan yang menyempatkan diri menuliskan apa yang mereka pelajari selama training, ternyata mendapatkan pemahaman 24% lebih baik daripada rekan-rekannya, walaupun mereka hanya meluangkan 15 menit saja setiap hari untuk menulis.

Apa yang diteliti oleh Harvard ini sebenarnya bukan hal yang baru aku dengar baru-baru ini. Sewaktu aku masih kecil dulu, Ayah mengajarkan padaku bahwa salah satu strategi belajar yang efektif adalah dengan menggunakan seluruh indera. Kadang buku perlu kita baca keras-keras agar telinga ikut mendengar. Juga diperlukan untuk menulis lagi apa yang dipahami agar pemahaman makin lengket di otak

Akhir-akhir ini, aku mulai rajin menulis lagi. Satu tulisan tiap hari adalah targetku. Sudah berjalan sejak tanggal 1 Feb 2020 ini dan lumayan hasilnya. Aku cuma membolos menulis 1 hari. Sisanya tercapai sesuai target.

Efek sampingnya, aku merasakan otakku bertambah lancar. Selain aku menjadi punya banyak ide, aku juga merasa lebih jarang mengalami kebosanan. Selalu ada topik menarik untuk dituliskan setiap hari.

Hanya ada satu hal yang masih mengganjal sampai saat ini. Dulu waktu kuliah aku juga senang mengajar. Tak jarang teman-teman datang minta dijelaskan sebuah mata pelajaran. Sebagian besar dari teman-teman berterima kasih dan mengaku aku mampu menjelaskan dengan baik sehingga mereka paham.

Hasilnya? Aku dapat C, sementara yang aku ajari mendapat A dan B.
Apa yang salah ya? 😀

Referensi

Simmons, Michael. 2020. Explanation Effect: Why you should always teach what you learn. [online] available at
https://medium.com/accelerated-intelligence/explanation-effect-why-you-should-always-teach-what-you-learn-9800983a0ea1

Tulisan Terkait
Alinazar, Alfred. 2020. Orientasi Hasil atau Proses. [online] Available at https://aalinazar.wordpress.com/2020/02/05/orientasi-hasil-atau-proses/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: