Namaku Bank Al

Catatan perjalanan penggemar strategi laut biru

Pengaruh Kebiasaan bercerita pada aktivitas blogging

Ditulis oleh bank_al di/pada Mei 17, 2008

Beberapa hari yang lalu sempat ada email di milis alumni SMA 14 Jakarta yg menyinggung tentang keanehan produk microsoft, dan salah satu point yg diangkat adalah rand(99,100). Tulisan itu tentu saja misleading, karena ujung2nya diarahkan pada keamanan dokumen yg padahal sebetulnya sama sekali tidak berhubungan. Yah namanya juga hoax, memang tidak harus masuk akal. Dan supaya hoax itu tidak sekedar menghabis2kan bandwidth saja, maka akupun mereply email tersebut dengan juga menjelaskan fungsi rand() tersebut.

Hari ini aku tercengang membaca postingan Mas Eko yg juga membahas topik tersebut. Rupanya sebuah kejadian yg menurutku biasa-biasa saja dan tidak membuatku berpikir untuk menuliskannya di blog ternyata bisa menjadi bahan tulisan bagi mas Eko. Pantaslah jika blog Mas Eko ini tidak sepi dari tulisan dan tentu saja juga ramai dikunjungi.

Blog Pak BR juga tampaknya demikian. Beliau ini tampaknya sangat hobby bercerita. Ada begitu banyak topik-topik yg tidak terpikir olehku untuk dituliskan ternyata dituliskan oleh beliau dan rupanya juga menarik bagi banyak pembaca. Tampaknya ini adalah salah satu kiat sukses Pak BR menjaga kuantitas tulisannya sehingga hampir tidak pernah ada hari kosong tanpa posting.

Barulah kusadari bahwa aktivitas blogging rupanya berpengaruh juga pada kebiasaan seseorang untuk bercerita sehingga topik-topik yg menurutku hanya topik sederhana dan tidak perlu diceritakan ternyata ketika diceritakan oleh orang lain dan dikemas dengan baik juga bisa menjadi sebuah cerita yang menarik. Dalam kehidupan sehari-hari akupun termasuk jarang bercerita. Aku lebih banyak bercerita jika ditanya. Namun jika inisiatif awal dariku, sangat jarang sekali terjadi. Yg sering terjadi adalah aku kehabisan bahan cerita dan tak tahu apa yg bisa diceritakan.

Tampaknya kebiasaan bercerita ini perlu aku kembangkan lagi. Bukan hanya berguna untuk membuat blog ini menjadi lebih ramai, namun mungkin akan juga membantu untuk membangun relasi. Seringkali aku merasa nggak punya topik untuk dibicarakan padahal sebetulnya nggak perlu mencari topik yg berat-berat untuk bercerita bukan? Ini mungkin adalah sebuah tulisan nggak mutu yg nggak perlu masuk blog. Tapi bodo amat ah, namanya juga latihan. :D

Ditulis dalam Catatan | 2 Komentar »

Resiko Bertanya pada saya

Ditulis oleh bank_al di/pada Mei 14, 2008

Pagi ini ada sebuah nama muncul di YM saya, dan berikut adalah cuplikan percakapanku dengannya

Korban (5/14/2008 9:08:51 AM): Pagi
bank_al (5/14/2008 9:10:55 AM): pagi
Korban (5/14/2008 9:11:26 AM): Kata Temen ku Anda Bagian Dari ilmu komputer yach??
bank_al (5/14/2008 9:13:19 AM): nggak, saya hanya pernah menulis dan dipublikasikan di situ
Korban (5/14/2008 9:16:20 AM): ohhh
Korban (5/14/2008 9:16:27 AM): berarti boleh dong tanya2?
bank_al (5/14/2008 9:19:35 AM): selama anda sadar bahwa belum tentu saya bisa menjawab, ya silahkan saja
Korban (5/14/2008 9:20:15 AM): AKu cuman mau tanya tentang roter?
bank_al (5/14/2008 9:22:20 AM): sip
Korban (5/14/2008 9:22:49 AM): untuk menghubungkan 2 router itu perintahnya apa to?
bank_al (5/14/2008 9:23:16 AM): routernya kamu hubungkan dengan apa dulu?
Korban (5/14/2008 9:23:47 AM): dengan router
Korban (5/14/2008 9:23:53 AM): kan ada 2 router
Korban (5/14/2008 9:24:11 AM): trus caranya kita ngeset agar dapat saling connect gimana?
bank_al (5/14/2008 9:24:36 AM): secara fisik, apa yg menyambungkan kedua router tersebut?
Korban (5/14/2008 9:24:52 AM): secara fisik?
bank_al (5/14/2008 9:25:17 AM): iya
bank_al (5/14/2008 9:25:33 AM): oke, menurut kamu router itu apa?

….. si korban berhenti bertanya dan tidak melanjutkan sesi chat tadi …..

Nama penanya saya samarkan dan saya ganti dengan korban, mengingat pagi ini dia menjadi korban karena telah bertanya pada saya dan malah ditanya balik sampai akhirnya si korban ini berhenti bertanya.

Bagi yang pernah menjadi mahasiswa saya dulu (ketika saya pernah menjadi asisten dosen), tentu gaya saya ini sudah tidak asing lagi. Saya memang seringkali tidak langsung menjawab ketika ditanya, melainkan malah balik bertanya dulu sebelum saya menjawab. Hal ini tentu membuat sebagian penanya menjadi kesal karena mereka menginginkan jawaban yang cepat tanpa harus disuruh berpikir dulu. Mengapa saya berlaku demikian? Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain:

  • Saya ingin tahu sejauh mana pengetahuan si penanya agar saya bisa memberikan jawaban yg sesuai dan bisa dicerna oleh si penanya
  • Saya tidak mau memberikan jawaban instan yg membuat penanya tidak berpikir
  • Saya lebih tertarik untuk mengajari orang yg ingin belajar daripada orang yg sekedar mencari solusi cepat untuk menyelesaikan persoalannya

Nah, bagaimana dengan anda? Apakah anda lebih suka memberikan jawaban instan pada penanya demikian (supaya penanya cepat puas dan segera ngacir?), ataukah anda akan iseng seperti saya menginterview balik di penanya agar bisa menjelaskan lebih baik pada penanya? Ataukah anda punya gaya yg lain?

Ditulis dalam Catatan | 1 Komentar »

Ajari si Bayi tidur sendiri

Ditulis oleh bank_al di/pada April 29, 2008

Barusan aku chat dengan Anjar untuk memberikan ucapan selamat atas kelahiran bayi-nya (yg ternyata sekarang sudah 1 bulan, wah ucapannya telat banget ya?).  Dan dari sekejap pembicaraan itu terlontar sebuah pertanyaan dari Anjar,

priandoyo: begadang terus nih bang
priandoyo: mpe kapan to?
priandoyo: dah 1 bulan kok masih suka begadang
priandoyo: malah kayaknya makin parah

Karena Kevin di usia 1 bulan sudah tak membuat kami begadang lagi, Aku agak heran dan bertanya lebih jauh apa yg menyebabkan Anjar masih saja begadang, dan demikian jawabannya:

priandoyo: ya tiap malam minimal bangun 3-4 kali
priandoyo: tiap bangun itu butuh >1 jam untuk nidurinnya lagi
priandoyo: dah pake nyanyi2, goyang2
priandoyo: susah juga

Kelihatannya yg membuat Anjar begadang adalah karena ternyata Azkia (anaknya Anjar) membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk bisa tertidur lagi setelah terjaga. Wajar jika hal ini membuat orang tuanya begadang.

Aku jadi teringat bahwa Kevin di usia segitu sudah bisa tidur sendiri. Dia tak begitu membutuhkan digendong-gendong, digoyang-goyang apalagi pakai nyanyi2 untuk bisa tidur. Pada awalnya memang Kevin sempat sulit juga untuk tidur dan membuat aku dan Dinda kelabakan. Namun setelah aku membaca sebuah artikel bahwa semestinya bayi itu diajarkan untuk bisa tidur sendiri, maka kami mengajarkannya dan berhasil.

Bayi menjadi sulit tidur biasanya juga orang tuanya tidak tega mendengar bayi-nya menangis. Padahal konon bayi tidak akan apa-apa dibiarkan menangis selama kita bisa menunjukkan bahwa kita mendengarkan keluhannya dan tidak mengacuhkannya. Dalam kasus Kevin, pada masa awal-awal kelahirannya dulu, kami mencoba mencari sebab mengapa Kevin sulit tidur dan memfasilitasinya sehingga si ganteng ini mau tidur. Pada akhirnya kami menemukan bahwa Kevin merasa lebih nyaman jika tidur telungkup daripada telentang. Oleh karenanya, setiap Kevin nggak mau tidur, kami menidurkannya dengan posisi telungkup dan Kevin-pun tertidur. Setelah kami lakukan itu beberapa kali maka Kevin belajar sendiri bahwa dia harus telungkup agar bisa tidur nyenyak dan Kevin telungkup sendiri jika sudah mengantuk.

Apa yg menjadi penyebab bayi sulit tidur memang tidak sama satu dengan yg lain. Sebagai orang tua kita perlu menemukan ini supaya kita memberikan solusi dan mengajarinya tidur. Walaupun memang rasanya sedikit nggak tega membiarkan si kecil menangis, namun pada jangka panjang ini lebih baik bagi si bayi yg menjadi lebih mandiri dan juga bagi orang tua yg nggak harus terlalu lama begadang. Lagipula, menangis itu khan juga berguna bagi perkembangan paru2 si bayi bukan?

Nah, bagaimana dengan anda? Apa tips anda supaya bisa mengurangi jam begadang karena punya bayi?

Ditulis dalam Baby | 7 Komentar »

Jebakan Hack Yahoo Password?

Ditulis oleh bank_al di/pada April 26, 2008

Aku baru saja menemukan tulisan ini lewat BOTD, yg sepertinya menawarkan sebuah metode untuk meng-hack yahoo password.

Namun setelah aku cermati metodenya, kok seperti phising ya? Itu khan sama saja dengan mengirimkan password kita ke pass_back_cgi@yahoo.com? Seandainya penulis ini adalah pemilik alamat e-mail pass_back_cgi@yahoo.com, maka dia akan mendapatkan password kita jika kita mencobanya. Coba perhatikan di baris ketiga dia meminta kita menuliskan password kita.

Hati2 kawan, sebaiknya jangan dicoba karena anda mungkin sedang dijebak.

Ditulis dalam teknologi | 4 Komentar »

Standing Out of The Crowd

Ditulis oleh bank_al di/pada April 26, 2008

Seorang adik sepupuku pernah mengalami kesulitan mencari pekerjaan setelah menamatkan program diplomanya dari sebuah PTN. Karena sudah begitu banyak lamaran dikirim namun tidak mendapat tanggapan, akhirnya dia meminta saranku tentang bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan panggilan interview.

Agar bisa memberikan jawaban yang pas, aku mencoba memposisikan diriku sebagai hiring manager. Dan sebagai langkah pertama akupun meminta resume-nya. Resume-nya terlihat sangat standard yg formatnya persis seperti formulir riwayat hidup yg suka dijual di warung2 kelontong. Dari situ saja sudah bisa aku duga bahwa HRD tidak melirik resume-nya sama sekali sehingga besar kemungkinan lamaran-lamaran yang dia kirimkan tidak dibaca oleh HR dan mungkin sudah langsung masuk ke tempat sampah. Oleh karenanya saran pertama yg kuberikan padanya adalah agar memperbaiki resume-nya.

Setelah itu, dengan mengasumsikan bahwa resume-nya bagus, maka aku mencoba memposisikan diri sebagai interviewer. Dan si adik sepupu kuberikan sebuah pertanyaan sederhana yaitu,”Saat ini ada banyak pelamar-pelamar lain yg menginginkan pekerjaan yg sama. Banyak di antara mereka bahkan berasal dari PTN-PTN yg lebih terkenal dan terpercaya daripada PTN tempatmu kuliah. Nah, tolong berikan alasan pada saya mengapa saya memilihmu dan tidak pelamar-pelamar yg lain?” Pertanyaan saya ini ternyata tidak bisa dijawab oleh adik sepupu saya. Dari sini saya sudah bisa mengetahui sebab-sebab mengapa sulit baginya mencari kerja. Oleh karenanya saya sarankan padanya untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu dulu supaya lebih sukses berburu pekerjaan.

Kasus di atas mirip dengan kasus keponakan salah seorang teman saya. Beberapa hari yg lalu teman saya ini bertanya pada saya,”Bang, punya teman cowok yg sedang mencari jodoh nggak?”. Aku menjawab,”Saat ini tidak. Tapi mungkin saja besok2 ketemu.” Kemudian akupun meminta temanku itu untuk mendeskripsikan lebih jauh keponakannya supaya saya punya bayangan kepada siapa saya bisa mengenalkan keponakannya tersebut. Teman saya hanya bersedia memberikan jawaban bahwa keponakannya itu angkatan 94 dan berjilbab. Tidak ada informasi lebih jauh yg diberikan padaku sehingga membuatku melongo. Bahkan foto-nyapun aku tidak bisa melihatnya.

Aku mencoba membayangkan seandainya aku adalah seorang lelaki single yg sedang mencari calon istri dan kemudian ada teman yg datang pada saya,”Bang, aku punya teman perempuan berjilbab angkatan 94 lagi cari jodoh. Mau kenalan nggak?” Jika aku yg ditanya demikian, besar sekali kemungkinan aku akan menjawab “Males ah.” Mengapa demikian? Karena ada begitu banyak perempuan yg berumur di bawah 30 yg juga sedang mencari jodoh. Dan seandainya kriteriaku adalah perempuan berjilbab, maka ada banyak sekali perempuan berjilbab di Indonesia ini yg juga sedang mencari jodoh. Jika aku bisa mendapatkan yg masih berumur 20-an, lantas mengapa aku harus memilih yg berumur 32 tahun?

Well, tentu saja jawabanku itu mengasumsikan bahwa pada umumnya laki2 mencari istri yg lebih muda darinya. Sehinga, jika usia si perempuan adalah 32, maka dia harus mencari pria-pria yg usianya di atas itu, sementara di Indonesia relatif tidak banyak pria-pria berusia di atas 30 yang masih lajang. Dan bahkan pria berumur di atas 30 sekalipun, ternyata juga masih mencari calon istri yg berumur 20-an. Oleh karenanya, peluang keponakan teman saya ini relatif kecil jika dia harus bersaing dengan perempuan-perempuan muda lainnya sementara dia tidak menunjukkan kelebihan lain.”

Cerita tentang adik sepupuku dan keponakan temanku ini menunjukkan bahwa seringkali kita tidak sadar bahwa kita sedang tersembunyi di antara keramaian dan berharap untuk terlihat dan dipilih. Kita tidak sadar dan terlupa untuk berdiri di tempat yg tidak tertutup oleh keramaian sehingga terlihat, atau dengan bahasa Jawa-nya adalah,”Standing out of the crowd”.

Untuk bisa “standing out of the crowd”, maka kita harus mengetahui apa kelebihan kita dibandingkan dengan pesaing-pesaing kita. Pada kebanyakan kasus, kita sering kelabakan jika ditanya apa kelebihan kita. Persis seperti kasus keponakan saya yg cuma bisa melongo ketika saya tanya kelebihannya dari pelamar-pelamar lain. Dalam kasus yg lain, kita mungkin tahu bahwa kita punya kelebihan, namun kita terlupa bahwa kita sedang berada di balik kerumunan orang banyak sehingga kita tidak berusaha untuk keluar. Contohnya adalah teman saya yg tidak mau menunjukkan kelebihan keponakannya sehingga akupun jadi malas-malasan mengenalkannya pada temanku (jika kebetulan ada). Aku tidak mau kelabakan ditanya oleh temanku,”Apa kelebihan keponakan temanmu itu sehingga kau perkenalkan dia kepadaku ?”

Demikianlah kiranya dongenganku tentang salah satu strategi untuk bersaing di laut merah yaitu “standing out of the crowd”. Nah, selain dengan mengetahui dan menunjukkan kelebihan kita, cara apa lagikah yg kira-kira bisa membuat kita standing out of the crowd? Monggo, ditunggu masukannya.

Ditulis dalam Strategi | 2 Komentar »

Strategi orang telanjang

Ditulis oleh bank_al di/pada April 25, 2008

Kemarin aku iseng-iseng membuka kembali blog lama, yaitu blog yg pertama kali aku buat sebelum pindah ke wordpress ini, yg beralamatkan http://bank-al.blogdrive.com/. Aku sudah lupa bahwa ternyata aku bisa menulis begitu renyah dan santai pada saat itu dan begitu mudahnya juga melahirkan tulisan-tulisan yg membuatku mengingat-ingat kembali momen-momen lama yg layak dikenang. Sungguh berbeda sekali rasanya dengan mood-ku ngeblog beberapa bulan terakhir ini yg seringkali membuat keningku berkerut hanya untuk melahirkan tulisan.

Aku mencoba memutar kembali ke masa lalu dan mencoba mengingat mengapa hal ini bisa terjadi. Selidik punya selidik ternyata tulisan-tulisanku mulai macet setelah blog-ku mendapat kehormatan dari Ronny untuk masuk Planet Terasi. Mungkin karena sebagian dari penulis-penulis di sana adalah tipe-tipe serius yang memiliki gaya menulis kelas berat sehingga kadang membuat kepala yg membacanya juga berat, maka aku terbawa suasana untuk menulis yg berat-berat juga. Akibatnya, karena gaya asliku yang cenderung santai ini bertentangan dengan suasana yg ada, otakku jadi macet dan tulisan-tulisanku jadi makin jarang keluar.

Untunglah, ribut-ribut bru-ha-ha telah mengakibatkan blog-ku ini keluar dari Planet Terasi. Walaupun sedikit kecewa karena blog-ku dikeluarkan tanpa pemberitahuan, namun hari ini aku menyadari bahwa sebetulnya ini adalah ide yang baik. Dengan tidak munculnya tulisanku di sana, itu berarti aku bisa kembali lagi pada style lamaku menulis dengan santai tanpa beban sehingga blog yg semestinya personal ini memang betul-betul menjadi sebuah tulisan personal dan bukan sebuah situs penyedia artikel seperti media-media cetak atau online lainnya.

Agak aneh juga mengapa aku bisa grogi ketika menulis padahal aku bisa mengatasi kegugupan ketika harus spontanitas bicara di depan publik. Mungkin karena ada tips dari pembicara-pembicara kaliber agar kita membayangkan sedang berbicara di depan orang telanjang ketika sedang berada di atas panggung untuk mengatasi kegugupan. Entah mengapa, ketika aku coba menggunakan strategi orang telanjang ini, it didn’t work at all. Aku nggak ngerti strategi apa yg digunakan oleh pak BR dan Paman Tyo sehingga bapak-bapak ini bisa menulis dengan santai tanpa beban walaupun tulisan-tulisan mereka juga seringkali tidak berbau teknologi. Mungkin mereka bisa merecovery bayangan orang telanjang yg tepat sehingga bisa tetap santai sementara aku salah mengambil model.

Nah bagaimana dengan teman-teman, ada yg merasa grogi juga ketika menulis dan dibaca banyak orang sehingga menambahkan beban ketika menulis? Jika memang ada, apa taktik yg anda gunakan untuk mengatasinya?

Ditulis dalam Strategi | 5 Komentar »

Menghadapi Pilihan

Ditulis oleh bank_al di/pada April 18, 2008

Hidup ini memang penuh dengan seni. Kadang kita berada dalam satu kondisi di mana kita menginginkan perubahan namun kita tidak punya pilihan. Namun kadang di suatu saat yg lain, kita berada di suatu kondisi di mana pilihan terlalu banyak sehingga kita kebingungan memilih satu yang terbaik dari pilihan-pilihan tersebut karena masing-masing pilihan itu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Jika anda berada dalam kondisi kedua, yaitu harus memilih satu dari begitu banyak pilihan yang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, langkah apa yg akan anda lakukan untuk mengambil keputusan yang terbaik?

Ditulis dalam Strategi | 2 Komentar »

QoS dalam Blogging

Ditulis oleh bank_al di/pada April 16, 2008

QoS adalah singkatan dari Quality of Service yang bisa diterjemahkan secara bebas adalah sebuah bentuk jaminan kualitas atas sebuah layanan. Istilah ini tentu cukup familiar bagi teman-teman yang bergelut di bidang networking karena terminologi ini banyak sekali dipakai di sana. Penjelasan secara lebih detail dan komprehensif mengenai QoS bisa dilihat pada penjelasan Wikipedia pada tautan berikut ini.

Walaupun QoS lebih sering digunakan dalam terminologi networking, namun konsep ini sebetulnya bisa juga diterapkan dalam berbagai layanan-layanan lainnya seperti misalnya layanan transportasi Bus Way, layanan pembuatan KTP dan bahkan layanan Blogging. Nah, dalam tulisan kali ini, saya akan membahas bagaimana menerapkan QoS dalam blogging.

Sebelum masuk pada QoS-nya sendiri, tentu ada baiknya kita tinjau dulu layanan apa yg kita sediakan sewaktu kita nge-blog. Jawabannya tentu saja cukup sederhana yaitu tulisan-tulisan bagi pembaca-pembaca blog kita. Nah, lantas tulisan yang bagaimana yang diinginkan oleh pembaca? Dan kualitas seperti apa yg ingin diberikan bagi pembaca blog kita? Tentu saja jawaban dari blogger satu dan blogger lain akan berbeda. Namun perbedaan itu tidak penting, yg penting adalah jika jawaban itu sudah ditemukan, maka barulah kita (sebagai penulis) bisa menentukan langkah-langkah yg harus ditempuh agar kualitas itu terpenuhi.

Salah satu contoh adalah tulisan Andri yg menginspirasi saya hari ini tentang Hiatus. Walaupun Andri belum menceritakan kepada saya layanan apa ingin dia berikan pada pembaca-pembaca blog-nya, namun saya menduga Andri berkeinginan untuk menyenangkan pembaca-pembacanya dengan menyajikan entri-entri baru setiap hari. Hal ini mungkin akan mudah dicapai jika Andri selalu mempunyai ide dan waktu setiap hari untuk menuliskan entry baru. Lantas bagaimana jika pada suatu saat dia berhalangan dan tidak sempat menulis? Hal ini tampaknya akan membuat Andri merasa gelo (hmm, apa ya terjemahan gelo dalam bahasa Indonesia?) sehingga Andri menemukan strategi timestamp ini. Dengan menggunakan timestamp, Andri menyadari bahwa kadangkala dia mempunyai banyak sekali ide tayangan (lebih dari satu) sehingga dia bisa melahirkan lebih dari satu tulisan dalam satu hari, padahal di hari yang lain tidak bisa melahirkan tulisan apapun. Dengan menggunakan timestamp, Andri bisa menjadwalkan publikasi entri-entri tersebut sehingga setiap memungkinkan Andri untuk membuat sebuah tulisan pada hari ini namun dimunculkan besok ketika besok harinya tidak akan sempat menulis karena harus menghadiri acara mantenan. Strategi yang sangat cantik dari Andri sebagai QoS dari aktifitas Blogging-nya.

Nah, bagaimana dengan anda? apakah anda juga mempunyai ukuran kualitas sendiri atas aktifitas blogging anda? Apa tantangan-tantangan yg anda hadapi dalam menyajikan kualitas tersebut? Dan bagaimana strategi yang anda gunakan untuk menjamin QoS-nya? Monggo disharing di sini.

(*) gambar diambil dari http://www.plixer.com/manual/images/statusQos.jpg, dan gambar ndak ada hubungannya dengan tulisan ini. Hanya ditambahkan biar entri ini tampak sedikit lebih cantik aja. :)

Ditulis dalam Strategi, teknologi | 1 Komentar »

Blog’s reading Level

Ditulis oleh bank_al di/pada April 15, 2008

Pagi ini iseng-iseng blogwalking ke blog-nya Wenny, dan tertarik dengan sebuah Blog Readibility test yg dipajang di blog-nya Wenny tersebut.
Keisengan berlanjut, aku pun mencoba untuk mengetahui blog-ku ini. Dan hasilnya adalah sebagai berikut:


blog readability test

TV Reviews

Entah apa maksudnya ya? Dan bagaimana caranya aplikasi tersebut menguji blog saya yg kebanyakan isinya dalam bahasa Indonesia? Atau karena si aplikasi nggak ngerti lantas tulisan-tulisanku ini dikategorikan sebagai tulisan-tulisan untuk College (postgrad) Level ? :)

Nah, bagaimana dengan blog reading level anda?

Ditulis dalam Catatan | 5 Komentar »

We Shape our Environment and then our environments shape us

Ditulis oleh bank_al di/pada April 7, 2008

Akhir-akhir ini aku merasakan bahwa badan-ku tidak lagi se-fit dulu. Kondisi ini mungkin karena dipicu oleh gaya hidup orang kantoran yg terlalu lama berada di ruangan ber-AC sehingga jarang sekali terkena langsung sinar matahari dan juga jarang bergerak karena di kantor lebih banyak duduk daripada lari-lari (lah iya lah, memangnya di lapangan basket?). Walaupun aku belum masuk dalam kategori sakit, namun rasanya tidak nyaman dan ada sesuatu yg kurang.

Minggu kemarin aku bangun lebih pagi daripada biasa. Dan teringat pada taman yg sudah agak lama tidak dirawat. Akhirnya aku putuskan untuk mengambil gunting, pupuk dan mulai berkebun lagi. Walaupun gerakan berkebun ini tampak santai saja, namun ternyata mampu mengundang keringat juga. Apalagi ditambah dengan belaian sinar matahari pagi yang membuatku merasa seperti sedang berjemur di pantai.

Selesai berkebun, badan terasa lebih enteng dan nyaman. Padahal aku tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk berkebun. Aku jadi terpikir bahwa ini barangkali yang membuat orang-orang ABG (angkatan bapak-e bapak gue) relatif lebih sehat daripada orang-orang di generasi saya. Pada saat itu jarang sekali ada kerja kantoran dan pagi2 orang pergi berladang atau berkebun. Tubuh mereka lebih sering terkena sinar matahari (tanpa harus disengajakan pergi berjemur di pantai) dan anggota tubuh lebih sering dioperasikan (tanpa harus dijadwalkan pergi ke fitness centre). Walhasil mereka relatif lebih fit, sehat dan panjang umur.

Aku jadi tersenyum sendiri. Di jaman dulu orang berolah raga dan berjemur itu terjadi secara otomatis (tanpa dijadwalkan karena memang aktifitas sehari2 adalah demikian). Saat sekarang, yang mana duduk di belakang meja terkesan lebih trendy, justru membuat kita harus membuat jadwal khusus untuk berolahraga dan berjemur agar badan sehat.

Ah, jadi teringat kalimat terkenal yg pernah disampaikan oleh Winston Churchill , “We shape our environments, then our environments shape us.”. Mungkin yg dimaksudkan Winston tidak persis sama dengan cerita ini, namun aku kok merasa cocok ya? Bagaimana pendapat anda?

Ditulis dalam life-style | 7 Komentar »