Sebuah Penantian

Tidak semua hal datang pada kita di saat yang diinginkan. Ada kalanya sesuatu itu tidak datang pada saat kita butuhkan. Sementara yang lainnya datang pada saat kita belum menginginkannya.

Cerita ini berkaitan dengan kisah yang baru saja terjadi padaku tadi malam. Saat sepiring Ayam Peri-Peri dengan ubi goreng menggoda di meja makan. Itu bukan saat yang tepat. Aku tak bisa menikmatinya karena sudah beberapa minggu terakhir ini aku berhenti makan malam.

Ayam Peri-Peri yang menggoda selera itu terpaksa aku lirik saja, sambil membayangkan betapa nikmatnya ayam itu ketika aku santap di esok pagi.

Dan akhirnya masa penantian itu selesai. Pagi ini, setelah lari pagi, ubi goreng tersebut dipanaskan. Sialnya, apinya terlalu besar sehingga bentuknya jadi tak karuan seperti foto ini. Dan, beginilah akhir dari sebuah penantian.

Moral of the story? Ah, mbuh ah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: