Menyenang-nyenangkan diri dengan Runanalyze

Sudah beberapa minggu terakhir ini aku berlari dengan mode interval, yaitu berlari dengan ritme yang berubah-ubah antara sprint, lari pelan dan jalan kaki. Hasil pengukuran HR cukup bagus. Aku bisa menghindari zona merah.

Walaupun demikian, aku agak kecewa dengan VO2 Max yang tidak menunjukkan perubahan. Sempat ada perubahan 1 kali, namun sehabis itu balik lagi dan kembali di situ-situ saja, di angka 33. Kesel nggak ? Iya dong, kesel. Ini rasanya kayak udah capek-capek komen di postingan orang, eh tiba-tiba kok komen kita dihapus secara diam-diam tanpa penjelasan.

Namun dibalik kekesalan itu, aku coba berpikir jangan-jangan hitungan Garmin yang salah. Aku berlari sudah cepat, HR sudah rendah, tapi kenapa VO2 Max tidak naik?

Maka, hari ini aku coba-coba iseng untuk masukkan data-dataku ke aplikasi Runanalyze, seperti saran om Agus. Hasilnya ternyata menakjubkan. VO2 Max menurut perhitungan Runanalyze adalah 45.07. Jauh banget bedanya sama hitungan Garmin. Jika Garmin menuduh aku terlalu loyo sehingga usia fitness-ku seperti orang berusia 66, maka Runanalyze bilang staminaku cocok untuk orang seumuranku.

Nah lho, yg mana yg bener?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: