Zero Red Zone

Hidup ini menjadi indah dengan adanya variasi. Demikian pula dengan kegiatan berlari atau jogging. Walaupun kegiatannya sama-sama berlari, namun cara melakukannya bisa berbeda-beda yang mungkin hasilnya juga berbeda beda.

Aku pernah berlari dengan mencoba meningkatkan kemampuan untuk mencapai jarak tertentu. Tak muluk-muluk, jarak yang ingin aku tempuh hanya 5 kilometer. Ternyata tidak butuh lama-lama, aku mampu berlari menempuh jarak tersebut.

Hasilnya? Tak kelihatan. Maka aku kemudian mencoba meningkatkan pace, berlari lebih cepat. Tak ada target yang ingin aku raih kali ini. Aku hanya berharap peningkatan pace juga bisa meningkatkan VO2 Max.

Hasilnya? Juga tak kelihatan. VO2 Max tak kunjung naik, walaupun kemampuanku berlari makin membaik sehingga bisa berlari sekitar 7 menit/km.

Kemudian aku terinspirasi dengan postingan-postingan Om Suhartono yang meningkatkan VO2 Max dengan cara menahan diri untuk berlari tak terlalu cepat dan mengurangi zona merah.

Kali ini hasilnya lumayan. Aku mengalami peningkatan VO2 Max dalam beberapa minggu berlari saja. Kecepatan berlari memang tidak konstan. Aku mulai berlari dengan kencang. Baru kemudian mengurangi kecepatan ketika HR sudah menyentuh zona merah.

Hasil yang bagus itu masih membuatku kurang puas. Walaupun VO2 Max meningkat, namun aku masih menyentuh zona merah sekitar 15 persen selama masa berlari. Konon katanya hal ini tak baik juga buat jantung.

Maka hari ini aku putuskan meniru Om Suhartono lagi untuk mengubah gaya berlari. Mulai dengan santai-santai saja tak perlu cepat-cepat. Pace menjadi turun jauh. Jika sebelumnya aku masih bisa berlari di pace 7, sekarang di pace 8.

Gaya ini menyebabkan sentuhan terhadap Red Zone cuma 1 persen. Dan karena aku tidak merasa capek sama sekali, maka aku meningkatkan kilometer menjadi 7 kilo sehingga total berlari menjadi 1 jam.

Besok aku akan mencoba berlari lagi dengan pola yang sama. Tentu dengan lebih disiplin sehingga Red Zone menjadi nol. Semoga gaya ini juga bisa berguna untuk proyek lingkaran.

Proyek Lingkaran? Apaan itu Bang?

Eh, belum tahu ya? Coba lihat dulu postingan “Tentang Lingkaran” ini deh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: