Tentang Lingkaran

Entah apa sebabnya, salah dua postingan yang menarik perhatian pengunjung ke blog-ku ini adalah tentang lingkaran. Yang pertama adalah Circle Pada Google+, dan satunya lagi adalah Lingkaran Pengaruh. Tulisan yang pertama bahkan sudah belasan tahun yang lalu aku tulis, tapi ternyata masih laku juga hingga saat ini.

Apa sebabnya? aku tidak tahu. Namun topik lingkaran ini membuatku tertarik untuk menambah koleksi tulisanku tentang lingkaran. Oleh karenanya, aku akan bicara soal lingkaran perut dalam tulisan ini.

Sejak jaman penjajahan Belanda dulu, aku tidak pernah membicarakan lingkaran perut. Berat badanku cenderung stabil. Ada titik resistance yang selalu membuat pertambahan berat badan kembali berkurang jika titik itu sudah tercapai.

Batas resistance ini tidak aku tandai dengan sengaja. Tubuhku seperti tahu bahwa berat badan sudah kelebihan ketika titik itu tercapai sehingga biasanya aku kehilangan nafsu makan, mulai malas makan dan berat badanku turun kembali.

COVID-19 ternyata telah mengubah segalanya. Titik resistance tersebut terlampaui. Berat badanku sekarang sudah 5 Kg di atas batas atas yang selama ini tidak pernah tembus. Aku sudah berada pada “new normal”. Yg artinya bentuk tubuh segembrot ini aku pikir normal-normal saja.

Pada awalnya aku hadapi kenyataan ini dengan denial. Sempat terpikir untuk membeli timbangan baru dan mengira timbangan itu rusak karena angkanya kok seperti aku sedang menggendong karung beras. Pasti timbangannya yang salah, iya kan?

Untung di rumah ada satu timbangan lagi yang tidak dipakai karena kehabisan batre. Aku kemudian mencoba menghidupkan kembali timbangan itu sebelum membeli timbangan baru. Dan, voilla ! ternyata berat badanku memang sudah naik 5 Kg di atas normal. *arrrgggghhhh*

Kenapa bisa begitu? Mungkin secara tak langsung ada hubungan dengan COVID-19. Saat sebelum Mbak Corona datang, aku mengikuti saja keinginan malas makan. Namun karena sekarang ingin menjaga kesehatan, maka kadang aku tetap makan walau sedang malas. Akibatnya malah ketagihan makan dan pelampung makin membesar di sekitar pinggang.

Waduh, terus gimana dong Bang? Apa responsive actionnya?

Terus terang aku juga tidak pengalaman. Ini pertama kalinya dalam sejarah aku mengalami kelebihan berat badan. Yang terpikir sekarang adalah menambah frekuensi jogging untuk membakar lebih banyak lemak, dan berhenti mengkonsumsi karbo di malam hari.

Apalagi? Tentunya pengukuran. Selain berat badan, aku juga mengukur lingkaran perut. Ini juga pertama kalinya aku lakukan sejak penjajahan Jepang. Dan aku baru tahu kalau ternyata perutku buncit.

Ada usul lain, teman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: