Tabungan, Investasi, dan Asuransi

Nama-nama produk-produk finansial pada judul tulisan ini itu tentu sudah sering kita dengar. Sayangnya, walaupun nama-nama itu dirasa familiar, banyak orang yang kurang tepat menyikapinya. Kenapa? Ada kemungkinan karena tidak paham produknya sehingga tak tepat menghadapinya.

Agar bisa menghadapi dengan sikap mental yang benar, mari kita coba kupas masing-masing produk itu dari segi tujuannya.

Tabungan

Kita mulai dari produk yang paling familiar dulu, yaitu tabungan. Tujuan menabung adalah memiliki sejumlah uang di saat kita membutuhkan. Uang itu seharusnya tidak berkurang dan juga tidak bertambah jumlahnya. Contoh paling sederhana adalah seperti saat kita kecil dulu memasukkan uang ke dalam celengan. Ketika celengan dipecah, maka uang didapat sama banyaknya dengan apa yang dulu kita simpan.

Investasi

Investasi, ditujukan untuk mendapatkan keuntungan dengan resiko kerugian. Uang bisa bertambah, namun juga bisa berkurang. Harapan kita memang mendapatkan keuntungan. Namun karena adanya potensi kerugian, maka kita berinvestasi, kita harus siap jika seandainya pada suatu saat uang itu lenyap semua tanpa bekas.

Asuransi

Ada kalanya kita membutuhkan uang yang cukup banyak pada saat mengalami musibah. Namun karena kita tidak tahu kapan datangnya sebuah musibah, maka kita mungkin tidak punya cukup waktu untuk menabung. Maka untuk kondisi seperti ini, kita membutuhkan bantuan dari orang lain.

Tapi bagaimana orang lain bisa membantu jika dia juga tidak punya cukup uang? Maka agar bantuan bisa memenuhi kebutuhan, dibutuhkan orang banyak yang mengumpulkan uang bersama-sama sehingga kebutuhan uang yang besar itu bisa tercukupi.

Uang patungan rame-rame itulah yang disebut premi. Dan orang yang bisa mengambil uang hasil patungan tersebut adalah orang-orang yang mendapatkan musibah sesuai kesepakatan.

Maka mentalitas kita berasuransi juga berbeda. Kita tak berharap akan mendapatkan keuntungan jika tak mendapat musibah. Namun hati bisa tenang karena kita akan punya cukup uang jika mengalami musibah

Kesalahan Mentalitas

“Bang, aku ikutan asuransi tapi uangku kok makin berkurang ?”

“Bang, aku punya investasi tapi uangku malah bablas”

Curahan hati dari seorang teman seperti di atas tentu tak jarang kita dengar. Teman-teman ini barangkali salah memahami produk yang mereka gunakan. Mereka membeli produk asuransi atau investasi, namun memiliki mentalitas tabungan.

Akibatnya bisa menjadi stress dan kecewa. Mentalitas tabungan memberi harapan bahwa uang akan selalu tersedia sebanyak yang kita simpan. Padahal investasi dan asuransi tidak begitu. Investasi malah bisa menyebabkan uang amblas total dan asuransi tidak akan memberikan kita uang sama sekali kecuali kita mengalami musibah.

Moral of the Story

  • Pahami produk apa yang mau digunakan. Apakah itu tabungan, investasi atau asuransi
  • Siapkan sikap mental yang tepat untuk menghadapinya
  • Jangan alokasikan uang untuk satu produk saja. Alokasikan proporsional sesuai kebutuhan karena masing-masing produk memiliki manfaat masing-masing pada situasi yang berbeda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: