Bertambah Muda

Telah cukup lama aku berolah-raga lari dengan tujuan menambah kebugaran. Untuk mengukurnya, aku menggunakan VO2 Max yang bisa didapat dari pengukuran jam Garmin. Hasil pengukuran ini menunjukkan seberapa baik jantung memompa oksigen ke seluruh tubuh. VO2 Max yang tinggi menunjukkan peredaran oksigen yang makin baik.

Sebelum aku melihat postingan om Suhartono, aku tidak begitu peduli dengan pengukuran detak jantung. Aku berlari saja semampuku. Jika aku tak merasa capek, maka aku terus berlari sehingga tertempuh jarak 5 km.

Namun hasil pengukuran VO2 Max ternyata tidak berubah. Dari dulu segitu-gitu saja. Tidak turun, tapi juga tidak kunjung naik.

Beberapa minggu terakhir ini, aku mengubah strategi. Aku tidak lagi mempertahankan jarak 5 km. Yang aku pantau hanyalah HR (detak jantung) saja. Jika HR sudah berada di zona merah, maka aku memperlambat lari, atau bahkan berjalan kaki. Sebaliknya, ketika HR dalam posisi rendah, aku berlari sekencang-kencangnya sampai HR melonjak lagi.

Ritme lari memang tidak merata, tapi mak jegagik meloncat-loncat. Kadang aku sprint, kadang jalan kaki. Anehnya? Kecepatan rata-rata malah jadi meningkat. Pace lariku membaik.

Ternyata benar saran om Suhartono. Berlari dengan memperhatikan HR itu lebih banyak manfaatnya. VO2 Max ku sekarang sudah meningkat, setelah sebelumnya berbulan-bulan tidak berubah.

Sekarang usiaku menurut VO2 Max sudah menjadi lebih muda 1 tahun, yaitu usia 69. Biasanya aku selalu dituduh usia 70 tahun.

Lah, 69? Masih tua dong Bang?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: