Menutup Mata

Ada dua cara yang bisa kita lakukan ketika berhadapan dengan suatu masalah yang sangat berat, yaitu:
(1) Berpikir dan berjuang untuk menghadapinya
(2) Menutup mata dan berharap masalah selesai dengan sendirinya.

Contoh untuk cara 2,
Misal di sebuah negara ada wabah penyakit menular. Karena rakyat tak tahu apa yang bisa dilakukan untuk menghadapinya, maka mereka berlomba2 membanjiri Internet dengan foto-foto selfie dengan harapan mereka tak lagi melihat berita-berita tentang wabah tersebut.

Cara kedua ini menang oke. Membuat pikiran jadi positif. Kita menjadi tidak panik dan takut karena kita tidak tahu bahwa ada masalah besar di depan mata.

Namun menutup mata ini bahaya jika dilakukan terlalu cepat. Siapa tahu masih ada yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan diri jika kita tak menutup mata, bukan? Karena terburu2 menutup mata, kita cuma bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi tanpa bisa berbuat apa-apa.

Aku pribadi lebih baik memilih tak menutup mata. Aku lebih suka memilih cara yang pertama. Aku memilih untuk mencurahkan semua pikiran dan tenaga untuk menghadapi masalah alih-alih pura2 tak tahu kalau ada masalah di depan mata.

Jika suatu saat aku harus kalah, rasanya lebih lega jika kalah setelah aku memperjuangkannya dengan sekuat tenaga.

Bagaimana dengan anda, teman?

Photo by Eternal Happiness on Pexels.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: