[COVID-19] Apa Bahayanya?

Baru saja diberitakan bahwa Pak Budi Karya Sumadi -menteri Perhubungan RI- terinfeksi COVID-19. Beliau sebelumnya pernah berkelakar bahwa orang Indonesia kuat-kuat karena makan nasi kucing sehingga tak terinfeksi Corona.

Apakah saya bahagia? Tentu saja tidak. Saya justru sedih. Ini artinya Pak Budi kemarin-kemarin itu benar-benar tak tahu bahwa virus ini berbahaya. Mungkin beliau termakan omongan para buzzer yang menyebarkan hoax bahwa virus ini cuma pilek biasa. Cuma akal-akalan WHO dan negara-negara barat saja.

Kabar lebih sedihnya adalah, bagaimana dengan rakyat Indonesia yang lain? Jika orang pintar yang berada di ring-1 seperti Pak Budi saja bisa tidak tahu dan ceroboh? Bagaimana dengan rakyat Indonesia yang lain yg memiliki akses lebih sedikit ke informasi?

Ini barangkali yang menyebabkan orang-orang di Jakarta malah berbondong-bondong berlibur ke puncak padahal mereka diliburkan itu justru untuk mengurangi kerumunan sosial dan memperkecil peluang penyebaran virus.

Orang-orang ini barangkali juga termakan omongan para buzzer yang berkata bahwa virus ini cuma menyerang orang-orang tua saja dan orang-orang yang tidak fit. Karena mereka merasa fit, maka mereka tidak peduli.

Andaipun omongan para buzzer itu benar bahwa virus ini cuma membunuh orang-orang tua dan orang-orang yang mengalami gangguan pernafasan saja, apakah berarti yang masih muda dan mengalami gangguan pernafasan perlu mengabaikan saja himbauan untuk memperkecil pertemuan fisik dengan orang lain?

Tentu saja tidak.

Pertama, itu adalah egois. Anda mungkin saja muda dan kuat. Tapi bagaimana dengan orang tua anda? teman-teman anda? Apakah tak apa2 jika mereka mati saja asalkan anda tak kena?

Kedua, yang ditakutkan dari COVID-19 ini adalah penyebarannya yang cepat dan eksponensial. Jika tak ditahan laju penyebarannya, maka suatu saat fasilitas-fasilitas kesehatan tak akan sanggup menanggungnya. Rumah sakit akan penuh, para pekerja medis akan kelelahan, sebagian tenaga medis tertular virus sehingga kemampuan rumah sakit menangani pasien semakin berkurang.

Jika kondisi ini terjadi, maka pasien-pasien lain juga akan terkena imbasnya. Pasien demam berdarah dan pasien-pasien dengan penyakit lain bisa meninggal karena rumah sakit penuh dan tidak terlayani. Maka yang bisa meninggal bukan lagi hanya orang-orang tua dan mengalami gangguan pernafasan saja, tapi pasien-pasien lain karena rumah sakit tak mampu melayaninya.

Maka suka atau tidak suka, masalah ini adalah masalah bersama. Virus ini tidak memandang preferensi politik anda. Siapa saja akan terkena imbasnya. Tak peduli apakah anda kadrun, cebong atau orang ganteng seperti saya.

Ini bukan saatnya mencari-cari siapa yang salah. Kita mungkin akan terlalu lama berdebat untuk menemukan siapa yang salah. Sementara sang virus tak akan menunggu hasil debat kita. Dia akan terus menyebar dan menginfeksi ketika jalurnya tersedia.

Ini bukan pula saatnya membanding-bandingkan gubernur gue dan gubernur elo. Panggung ini, atau panggung itu. Yang kita hadapi ini bukan pemilu, pilkada atau panggung boneka. Nyawa kita dan saudara-saudara kita adalah taruhannya.

Wabah ini tidak bisa dihadapi secara individu. Anda menjaga kebersihan sendirian tidak akan berarti apa-apa jika orang lain tak melakukannya. Mirip seperti anda hati-hati di jalan tapi ternyata bisa celaka juga karena ada orang bego nyetir tak pakai rem dan yakin dia akan baik-baik saja.

Negara memang harus campur tangan. Kita saat ini butuh negara, apapun preferensi politik anda. Kita harus bekerja-sama untuk menghadapi wabah ini.

Akhir kata, doaku agar semoga cepat sembuh buat Pak Budi Karya Sumadi. Dan semoga warga Indonesia segera sadar bahwa ini adalah saatnya untuk berhenti berkelahi dan mulai bekerja-sama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: