Hubungan Beda Frekuensi

“Jika ia memang dari hati, akan sampai ke hati yang sefrekuensi”, kata seseorang yang dikutip oleh Mbak Evy dalam sebuah status MukaBuku-nya.

Penulis Quote orang yang dicuplik Mbak Evy itu besar kemungkinan adalah orang jaman dulu. Orang yang besar di jaman Internet belum ada. Kala itu, orang berkomunikasi menggunakan perangkat radio, yang memang hanya akan tersambung jika keduanya memancar pada frekuensi yang sama.

Bagi anak jaman sekarang, metafora ini barangkali sudah tak lagi gampang dimengerti. Komunikasi jaman sekarang tak lagi membutuhkan kesamaan frekuensi. Selama ada routing atau jalur yang menghubungkan kedua perangkat, maka komunikasi bisa terjadi.

Misalnya anda mengirim pesan melalui WhatsApp kepada saya. Anda menggunakan telepon genggam yang mengirimkan sinyal pada frekuensi 3G atau LTE. Saya ternyata bisa menerima dan membaca pesan tersebut melalui WhatsApp for desktop yang terhubung dengan frekuensi 5G di WIFI. Beda frekuensi, tapi tetap bisa berkomunikasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: