Punahnya Poligami

Walaupun masih ada satu atau dua yang melakukannya, Poligami di jaman now sedang menuju kepunahan. Makin banyak orang yang tidak mau melakukan poligami dibanding yang mau.

Banyak pria berdalih bahwa dia anti poligami karena masalah kesetiaan. Ada juga yang mengaku bahwa dia tak mau berpoligami karena menghargai perempuan.

Apakah alasan itu benar? Atau sebenarnya ada alasan lain yang tersembunyi?

Aku pribadi tidak yakin para pria tidak mau berpoligami karena masalah kesetiaan. Seringkali aku melihat pria-pria yang anti poligami namun toleran dengan perselingkuhan. Bahkan tidak sedikit di antara mereka yang bangga punya selingkuhan atau simpanan. Maka bisa dilihat di sini bahwa tidak berpoligami bukan karena alasan tidak mau punya banyak perempuan.

Poligami, sebenarnya bisa terjadi karena masalah ekonomi. Jaman dahulu kala, orang-orang kaya atau para raja itu berpoligami. Tak usah jauh-jauh, Presiden Soekarno yang anti poligami ketika masih miskin aja akhirnya berpoligami ketika dia punya banyak uang dan menjadi presiden.

Jaman dulu, menjadi orang kaya itu relatif mudah. Kebutuhan tidak banyak. Ketika orang sudah punya rumah, maka uangnya akan turah-turah. Dia punya modal untuk menambah istri lagi.

Aku ingat cerita temanku, yang orang tuanya berpoligami. Dia bilang para ibunya akur-akur aja tuh. Dia bahkan mengaku mengantar bapaknya menikah lagi.

“Lalu kenapa Abang nggak nambah istri juga, Bang”, kataku

“Jaman bapak gue mah gampang. Orang udah punya rumah aja udah senang. Jaman sekarang? Duit nggak pernah cukup. Buat beli tas aja udah ribuan dollar. Itu kalau tas-nya satu. Tasnya banyak dan nggak pernah cukup”, jawabnya

Betul, sekarang uang itu tak pernah cukup. Punya rumah tidak membuat orang merasa kaya. Masih ingin rumah yang ada kolam renangnya, di pinggir danau, di beberapa tempat, dan lain-lain. Belum lagi uang untuk beli tas, jam, jalan-jalan ke luar negeri, beli Lamborghini dan lain sebagainya. Uang sekolah anak juga tinggi. Boro2 mau tambah istri lagi.

Perempuan sekarang juga sudah banyak yang bekerja. Mereka punya penghasilan sendiri. Maka kekayaan para pria ini makin menjadi tidak berarti dan tak cukup untuk membiayai istri.

Poligami memang melibatkan tanggung-jawab dan biaya. Itulah sebabnya banyak pria yang tak mau melakukannya. Biaya untuk punya satu istri saja sudah begitu tinggi, bagaimana pula mau poligami? Maka para pria itu kemudian menganut prinsip jika cuma mau makan sate, tak perlu beli kambingnya.

Konsumerisme yang menyebabkan biaya hidup tinggi ini sebenarnya tidak hanya membuat punahnya poligami. Bahkan pernikahan monogami-pun bisa terancam punah. Di beberapa negara maju, makin banyak orang yang tak mau menikah. Ada juga yang masih mau menikah, tapi tidak mau punya anak.

Hiburan di jaman konsumerisme ini juga banyak. Jika jaman dulu sex adalah salah satu hiburan utama karena tak banyak hiburan, maka sekarang kebutuhan hiburan makin bergeser. Hiburan jaman sekarang bisa didapat dengan menjadi penyanyi smule, desert off road, jalan-jalan, ski, badminton, lari, bersepeda, dan lain-lain. Biaya untuk hiburan ini juga relatif lebih murah daripada biaya membangun sebuah rumah tangga.

Sex sendiri sekarang juga sudah bisa diganti dengan toy. Teknologi makin canggih. Sudah ada robot-robot yang bisa diajak pacaran untuk curhat-curhat dan lain-lainnya. Ini akan menambah potensi orang makin ogah untuk menikah.

Begitulah, Poligami punah karena konsumerisme dan perkembangan teknologi. Mungkin suatu saat pernikahan monogami juga akan punah. Manusia akan berkembang biak di laboratorium seperti dalam film “Demolition Man” yang dibintangi oleh Sylvester Stallone tahun 1990-an dulu.

Sate Kambing sekarang makin banyak penjualnya. Makin banyak orang yang tidak punya alasan untuk membeli dan harus memelihara kambingnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: