Ijazah Itu Tak Penting

Ada postingan seorang teman yang menanyakan apakah ada teman yang tidak pernah menggunakan Ijazah UGM-nya. Aku, termasuk salah satu yang tidak pernah menggunakan ijazah UGM untuk mencari pekerjaan. Ijazah UGM hanya aku gunakan untuk melanjutkan sekolah dan mengurus visa saja

Saat mencari pekerjaan, aku memang tak memamerkan ijazah. Aku bahkan mendapatkan pekerjaan pertama sebelum ijazah-ku keluar. Aku dinyatakan lulus ujian pendadaran di akhir Agustus. Masa wisuda sudah lewat. Aku harus menunggu wisuda hingga Desember (kalau nggak salah). Karena masa menunggu wisuda terlalu lama, maka aku terlanjur mendapatkan pekerjaan sehingga tak pernah mengalami wisuda di UGM.

Menurutku, Employer membutuhkan ijazah hanya disebabkan karena dua hal:
(1) Masalah prosedural yang kaku di perusahaannya
(2) Ketidakmampuannya mendeteksi potensi calon employee

Employer sebenarnya hanya butuh orang yang bisa bekerja, menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Jika seseorang bisa meyakinkan itu, maka Employer tak akan tanya-tanya ijazah lagi.

When can you start to work here?“, demikian pertanyaan interview yang sering aku dengar. Mereka tak sabar menunggu untuk bergabung. Tak ada pertanyaan ijazahmu mana.

Ada Employer yang memang sangat bersikeras melihat ijazah. Buatku, ini adalah pertanda bahwa perusahaan bukan tempat yang bagus untuk bekerja. Perusahaan tersebut tak mampu mendeteksi potensi calon employee-nya. Bisa jadi bahkan dia tak tahu employee dengan skill seperti apa yang dia cari sehingga tak tahu bagaimana cara mendeteksinya.

Bekerja di perusahaan yang tidak tahu apa yang dia butuhkan, adalah buang-buang waktu saja. Masa bekerja di sana barangkali hanya akan dipenuhi dengan masalah paperwork dan jilat-jilat saja. Unless you like to do that, it’s not a healthy place to work.

Btw, ketika Ijazah S1-ku hampir tak pernah dipakai, maka nasib ijazah S2 sempat lebih tragis lagi. Ijazah tersebut sempat hilang karena aku lupa meletakkan di mana. Namun aku tak panik dan berusaha mengurusnya. Aku tunggu saja sampai muncul sendiri. Dan alhamdulillah akhirnya pada suatu saat ditemukan oleh Si Cantik, terselip di lemarinya.

Ijazah, menurutku lebih cocok untuk dijadikan seperti cinderamata ketika kita jalan-jalan. Foto-foto yang kita ambil selama berlibur dan oleh-oleh yang kita beli di sana, adalah sarana untuk menyimpan kenangan. Namun ada atau tidaknya cinderamata itu, kenangan dan pengalaman itu akan tetap ada. Demikian juga ijazah. Dia menyimpan kenangan yang tak terlupa.

Bagaimana menurut pendapat anda, Teman?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: