Kopi Arab

Kopi Annang, adalah nama salah seorang Sekretaris Jenderal PBB tahun 2 ribu sekian. Dulu aku sering mendengar namanya disebut-sebut dalam siaran radio atau berita-berita di media massa.

Tapi aku kali ini mau cerita soal Kopi Arab, bukan Kopi Annang. Aku tak kenal baik dengan Kopi Annang sehingga tak punya cerita apa-apa tentangnya.

Aku sebenarnya bukan pecinta Kopi.  Minum Kopi belum tentu seminggu sekali. Boro2 merasa kehilangan hanya karena tidak ngopi. Biasanya aku ngopi hanya karena acara-acara sosial saja. Saat main ke rumah teman, ngumpul di warung kopi. atau bertemu dengan customer.

Kopi Arab berbeda rasanya dengan Kopi yang biasa ditemui di Indonesia. Walau bukan pecinta Kopi, aku bisa mengetahuinya. Ada rasa-rasa seperti jamu di dalamnya. Entah benar-benar ada jamu atau tidak, aku tidak tahu kebenarannya.

Penghidangannya juga berbeda. Kopi disajikan dengan gelas yang super mungil. Cukup satu tenggak untuk menghabiskannya. Tak seperti penyajian Kopi yang biasa aku lihat di Indonesia, yang mana butuh beberapa kecupan baru habis.

Namun jangan anggap remeh.  Walaupun ukurannya kecil, Kopi Arab bisa membuat mata melek tak karuan. Aku yang biasanya ngantuk sehabis makan, siang ini tidak mengantuk karena tadi pagi mendapat sajian Kopi Arab. Padahal efek tak mengantuk ini tidak ada jika aku meminum kopi-kopi lainnya.

Selain efek melek, minum Kopi Arab juga ada adatnya. Kalau kopi habis ditenggak sementara gelas kosong itu masih berada di tangan, kopi akan dituangkan lagi oleh penyuguh kopi sehingga gelasnya penuh lagi. Itu adalah isyarat minta tambah.

Untuk memberitahu bahwa kita sudah tak mau tambahan kopi lagi, maka gelas harus digoyang-goyangkan.

Temanku pernah merasa seperti dalam jebakan Batman ketika gelasnya diisi terus padahal dia sudah kembung. Awalnya tak enak mau menolak. Baru setelah tak tahan melihat gelasnya diisi terus dia tahu bahwa harusnya sejak tadi gelasnya digoyang-goyangkan.

Demikianlah ceritaku tentang kopi pagi ini.

Teman, sudah ngopi hari ini?

Ralat
– Setelah di-googling, ternyata nama mantan sekjen PBB itu Kofi Annan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: