Jangan Tunggu Beasiswa !

Masa kini, adalah fungsi dari masa lalu.  Apa yang kita dapatkan sekarang, adalah hasil dari apa yang pernah terjadi di masa lalu. Banyak orang berpikir bahwa jika saja dia bisa kembali ke masa lalu, dia tak ingin mengubah apa-apa karena tanpa masa lalu yang dilewatinya, dia tak akan menjadi dia yang sekarang.

I absolutely agree with the above opinion. Namun bagaimana jika kita bisa kembali ke masa lalu dengan pengetahuan dan pengalaman yang sudah kita miliki sekarang? Apakah kita tetap tidak akan mengubahnya? Menurutku, why not? That’s what a knowledge for. Isn’t it?

Lalu, jika bisa kembali ke masa lalu, apa yang ingin diubah Bang?

Salah satu yang ingin aku ubah adalah sikapku pada beasiswa. Dulu, aku selalu berpikir dan berusaha mencari cara untuk mendapat beasiswa agar bisa sekolah di luar negeri. Bertahun-tahun usaha dan upaya aku lakukan agar bisa mendapatkannya. Namun waktu terus berjalan, beasiswa tak pernah datang. Berbagai usaha yang aku lakukan untuk mendapat beasiswa sia-sia.

“Hasil tidak pernah mengkhianati proses”,  ucap Mbak Ratna seorang seniorku yang sama-sama kuliah di Universitas Gadjah Mada.

“Betul Mbak. Tapi proses seringkali mengkhianati hasil”,  jawabku menimpali.

Usahaku mencari beasiswa untuk sekolah di luar negeri ini adalah salah satu contohnya, bahwa usaha/proses bisa mengkhianati hasil. Sudah capek-capek berusaha, pontang-panting mencari cara, tapi nggak ada hasilnya.

Kesalahanku adalah karena aku terlalu fokus pada proses atau usaha. Aku terlalu terpaku mencari beasiswa, sehingga aku kesasar dan tidak pernah sampai di Roma. Harusnya aku meletakkan fokus pada hasil, yaitu sekolah di luar negeri. Jika saja dulu demikian, mungkin aku sudah berhasil sekolah dan tinggal di luar negeri sejak jaman Dinosaurus masih berjaya.

Untunglah akhirnya aku menyadari bahwa beasiswa bukanlah jalanku. Pertarungan memperebutkan beasiswa itu adalah laut merah, sementara aku adalah petarung laut biru. Aku lebih senang berenang sendirian di laut yang luas dan sepi daripada berebut ikan berenang di laut yang penuh manusia hingga mati terbunuh.

Beasiswa mungkin solusi buat alumni-alumni dengan prestasi akademis yang cemerlang. Aku bukanlah salah satu dari mereka. Bertarung dengan juara-juara akademis ini adalah bunuh diri. Peluang gagal terlalu besar dan nyata.

Maka aku kemudian mengembalikan fokus utama pada perkembangan skill. Jika tidak ada beasiswa atau tidak dibayari oleh kantor sekalipun, aku membayarnya sendiri.  Satu demi satu sertifikasi profesional aku kumpulkan sejak perubahan fokus ini.

Ternyata, spending untuk belajar itu bukanlah hal yang sia-sia. Uang tidak menjadi habis karena dipakai belajar, tapi malah bertambah. Peningkatan ilmu dan skill rupanya juga membuka pintu rezeki.

Long story short, aku akhirnya berhasil juga sekolah dan lulus di luar negeri.  Bayar pakai uang sendiri, bukan beasiswa. Sesuatu yang harusnya bisa aku lakukan puluhan tahun yang lalu tapi tidak aku lakukan.

Belakangan, aku baru sadar kalau Pak Habibie juga sekolah ke Jerman tidak pakai beasiswa. He did the right things. I should have read this particular story in the past.

Menyesal? Tentu saja tidak. Aku dulu salah jalan karena aku tidak tahu. Semua itu adalah proses belajar. We learned from our mistakes.

Nah, jika aku boleh berbagi buat teman2 yang punya cita-cita sekolah lagi, Jangan tunggu beasiswa ! 

Dubai, 6 Feb 2020,

-bank al-

Tulisan Terkait:

Alinazar, A. (2006). Prestasi Akademis dan Laut Biru. [online] Living as a Global Citizen. Available at: https://aalinazar.wordpress.com/2006/07/31/prestasi-akademis-dan-laut-biru/ [Accessed 6 Feb. 2020].

Alinazar, A. (2006). Strategi Laut Biru. [online] Living as a Global Citizen. Available at: https://aalinazar.wordpress.com/2006/07/27/strategi-laut-biru/ [Accessed 6 Feb. 2020].

Ariyanti, F. (2017). Curhat Habibie Kejar Cita-Cita, Kuliah ke Jerman Tanpa Beasiswa. [online] liputan6.com. Available at: https://www.liputan6.com/bisnis/read/2848753/curhat-habibie-kejar-cita-cita-kuliah-ke-jerman-tanpa-beasiswa [Accessed 6 Feb. 2020].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: