Orientasi Hasil atau Proses?

Topik “Business Breakfast” pagi ini di radio Dubai Eye adalah tentang apa yang menyebabkan orang pindah kerja. Salah satu faktor yang menarik adalah ternyata dari 80 persen responden memilih untuk pindah kerja karena fleksibilitas, baik waktu atau tempat bekerja.  Mayoritas Milenial menyukai fleksibilitas ini.

Aku jadi teringat bahwa dulu aku pernah punya keinginan untuk menjadi dosen. Salah satu sebabnya adalah karena fleksibilitas itu. Dosen tidak harus berada di kantor jam 8-5 seperti pekerja kantoran. Mereka bisa datang saat mengajar saja dan pulang setelah selesai mengajar.

Karena satu dan lain hal, aku akhirnya memutuskan untuk tidak memulai pekerjaan pertama sebagai seorang dosen. Namun satu hal tak berubah, aku tetap mengidam-idamkan fleksibilitas, bisa datang ke kantor pada saat diperlukan saja dan bekerja di rumah atau luar kantor pada saat lainnya. Rupanya jiwaku memang seperti jiwa Milenial, walaupun aku sebenarnya adalah generasi Z.

“Sebentar Bang. Emangnya Bang Al generasi Z?”

“Hush !!!”

Jaman dulu, tidak banyak tempat bekerja yang menawarkan fleksibilitas. Pada pekerjaan pertamaku dulu, banyak teman kerja yang iri melihat aku selalu datang terlambat di kantor dan bahkan ada yang melaporkan pada boss besar segala. Untungnya aku adalah anak emas boss besar, sehingga aku dibela oleh beliau.

“He comes late, but he also leaves the office very late”, demikian jawab sang Country Manager ketika ada teman kantor yang iseng melapor-lapor.

Orang-orang yang iri hati ini memang selalu ada di mana-mana. Namun aku selalu bisa melewati semuanya karena pada akhirnya kapan masuk kantor itu tidaklah penting. Yang penting buat perusahaan adalah hasil pekerjaanya, bukan?

Ada banyak orang yang terlihat rajin di kantor. Datang paling pagi, pulang selalu telat dan lembur-lembur. Namun ketika saat delivery tiba, ternyata nggak ada hasilnya. Yang bisa dipamerkan cuma dia sudah bekerja keras.

Anggaplah misalnya dia bertugas menghentikan banjir. Ternyata banjir tidak berhasil dihentikan. Yang beredar cuma foto-fotonya sedang nyemplung mainan air, ngeruk2 selokan, atau video ketika dia sedang bingung melihat orang kebanjiran. Dia memamerkan dia telah bekerja, tapi hasilnya nggak ada. (eh, ini cuma contoh lho, bukan kejadian sebenarnya)

“People will ask about the process when we fail to deliver the result”

Salah seorang kolegaku berkata bahwa proses itu perlu dipatuhi. Karena jika suatu saat nanti kita gagal, maka orang-orang akan mengejar-ngejar apakah prosesnya sudah benar atau belum.

Aku cuma manggut-manggut saja mendengar itu.  Memang dia ada benarnya. Contohnya ada banyak di sekitar kita. Seseorang akan dikejar-kejar telah melakukan apa saja ketika dia gagal.  Dalam kondisi seperti ini, yang bisa dia lakukan hanyalah menunjukkan bahwa dia sudah bekerja – walau tak ada hasilnya.

Mana yang lebih penting? Proses atau hasil?

Sebagai pecinta fleksibilitas, bagiku hasil lebih penting. Proses itu hanya dibutuhkan untuk membantu tercapainya keberhasilan. Jika keberhasilan tak tercapai, maka jangan-jangan proses itu adalah salah satu sumber kesalahannya.

Aku sering melihat seorang manajer yang lebih sibuk memperhatikan paperwork dan laporan. Anak buahnya akhirnya lebih sibuk membuat laporan, sementara hasilnya sendiri tak tercapai. Di atas kertas memang terlihat team dia bekerja keras. Tapi ternyata dia gelagapan ditanya CEO ketika disuruh menjelaskan kenapa gagal dan tak ada hasilnya.

Proses, seringkali menghalangi kreativitas.  Apalah artinya ada banyak jalan menuju Roma jika semua jalan itu ditutup dan cuma dibuka beberapa saja. Fleksibilitas memilih jalanlah yang memberi banyak peluang untuk sampai di Roma.

Jika memang dibutuhkan proses, maka buatlah proses yang fleksibel. Proses yang ditujukan untuk memantau progres dan hasil, bukan proses yang mengekang bagaimana cara sebuah team menuju hasil.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: