Cemilan Residu

Liburan di Eropa memang telah usai. Namun impact liburan sampai sekarang masih saja ada jejaknya. Salah satunya adalah yang aku sebut dengan Cemilan Residu.

Sebagai seorang pecinta alam, aku memang memilih banyak jalan kaki saat liburan dibandingkan dengan menyewa mobil.  Pencinta alam, alasan yang keren bukan?

Well, alasan lain sebenarnya juga ada. Aku membawa begitu banyak koper-koper besar. Tidak tanggung-tanggung, ada empat jumlahnya. Taksi di Eropa yang kecil-kecil tak akan mampu membawa koper-koper ini. Akan dibutuhkan dua taksi jika masih mau nekad membawa koper-koper ini naik taksi. Bukan preferable solution. Oleh karenanya, kami memilih mendorong-dorong koper ini saja ke halte terdekat dan naik angkutan umum.

Selain masalah koper, jumlah anggota keluarga juga merupakan kendala ketika naik taksi. Mayoritas taksi atau Uber hanya menerima 4 penumpang saja, padahal anggota keluarga kami ada 5.  Masak satu anggota ditinggal di rumah dan tak diajak liburan? Khan kasian. Maka lagi-lagi kami punya tambahan alasan untuk naik angkutan umum plus jalan kaki kemana-mana.

Jalan kaki di musim dingin memang baik untuk kesehatan. Terbukti bahwa sepulang dari liburan six pack mulai kelihatan. Mohon jangan minta foto. Aku khan tak bilang bahwa 6 pack itu sama besarnya. Bisa saja cuma satu yg besar tapi yg lain kecil semua dan hampir nggak kelihatan. Ye kan?

Dampak selanjutnya adalah kebutuhan bahan bakar meningkat.  Makan jadi makin sering dan banyak. Jalan kaki, naik kereta, atau bengong karena kesasar akan lebih nikmat rasanya jika dilewati sambil makan cemilan. Tak ada orang yang tahu saat aku kebingungan karena kesasar jika aku misuh-misuhnya sambil makan cemilan.

Kebiasaan makan cemilan ini rupanya sulit dihentikan walau sudah tak lagi sedang liburan. Sudah beberapa hari aku berada di kantor dan mengalami musibah kelaparan. Tukang gorengan juga tak ada yang lewat di dekat jendela. Apalagi tempat dudukku ada di lantai nomer belasan. Sejauh ini Superman masih tak mau jualan gorengan, sehingga tak bisa terbang dan lewat di jendela kantor lantai belasan.

Apa boleh buat,  aku bawa cemilan sendiri ke kantor. Mudah-mudahan ini adalah cemilan yang baik untuk kesehatan. Kalau lihat deskripsi cemilannya sih ada kata-kata digestive.  Aku nggak tahu artinya apa, tapi terdengar keren seperti istilah kedokteran. Anggap aja baik buat kesehatan.

Cemilan Residu, demikian dampak liburan menjadi butuh cemilan ini aku namakan. Entah benar atau tidak secara gramatikal, yang penting istilahnya keren dan eye-catching sehingga teman-teman tertarik untuk membaca.  Ini yang aku pelajari dari gaya media-media dan buzzer-buzzer nasional ketika menulis berita-berita yang membahana.

Btw, teman-teman sudah nyemil hari ini kan?

2 respons untuk ‘Cemilan Residu

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: