Ciluk Ba

Ciluk-Ba | by bank_alSalah satu permainan yang disukai anak-anak sewaktu bayi adalah permainan “ciluk ba”.  Orang tua bersembunyi dari pandangan mata si bayi sambil berkata “ciluuuuuuk”, dan kemudian tiba-tiba muncul dan berkata “baaaaa”.

Aku tak tahu pasti mengapa permainan “ciluk ba” ini begitu digemari oleh anak-anak bayi.  Pernah aku dengar bahwa ini adalah cara orang tua mengajarkan percaya diri. Sang bayi akan memiliki kepercayaan bahwa walaupun orang tua tak berada di jangkauan mata, namun mereka tak pernah hilang. Orang tua akan selalu datang kembali.

****

Sekarang anak-anak sudah besar.  Namun sepertinya mereka masih menyukai permainan ciluk-ba.  Hanya saja sekarang modelnya sudah berbeda. Tak lagi seperti dulu. Kini mereka yang bersembunyi dan orang tuanya yang dibuat kaget.

Misalnya beberapa hari yang lalu pada saat sedang belanja di supermarket.  Ketika sedang sibuk mencari-cari barang belanjaan, tiba-tiba si Cantik hilang. Aku celingak-celinguk kesana-kemari mencarinya takut dia kesasar. Setiap gang aku kelilingi, tiap kelokan aku lalui. Dia tak kunjung datang.

Eh tiba-tiba terdengar suara mengejutkan dari belakang,”baaaa”. Lhadalah, Si Cantik mengagetkan ayahnya yang sedang kebingungan mencarinya.

Kejadian lainnya adalah tadi siang. Kali ini pelakunya adalah Si Bungsu. Saat itu kami sedang di mall, lihat-lihat jaket.  Si Bungsu berselisih paham dengan Bundanya soal model jaket mana yang bagus. Dan dia lalu mutung, lari kencang seperti Forrest Gump yang berlari mengelilingi dunia karena lari dari kenyataan.

Bundanya kebingungan dan mencarinya kemana-kemari. Para pegawai toko ditanyai apakah melihat anak kecil usia 7 tahun di dekat situ.  Apesnya mereka tak melihat.  Bundanya menjadi semakin panik dan cemas karena anak kesayangannya hilang.

Aku turut membantu mencari, walau tidak serius. Di dalam hati aku menyimpan kepercayaan bahwa dia akan kembali. Seperti permainan ciluk ba di masa bayi. Tak usah dicari, dia bakalan nongol lagi dengan sendirinya.

Dugaanku benar. Setelah beberapa lama tidak dicari, dia nongol sendiri. Dia ngintip-ngintip dari pojokan toko.  Aku pura-pura tak melihat. Namun aku memberi instruksi pada kakaknya,“Your brother is hiding there.  Catch him for me, please.”

Singkat cerita, Si Bungsu berhasil diringkus dan dibawa kembali oleh kakaknya. Dia memang pura-pura melawan seakan dia tak mau kembali. Namun aku tahu itu cuma drama pelengkap agar permainan menjadi lebih seru.

Setelah suasana tenang, aku iseng-iseng bertanya pada Si Bungsu, “How did your brother catch you? You usually run so fast. right?

Si Bungsu memang larinya kencang dan staminanya kuat sekali.  Aku pernah jogging bersamanya sepanjang 3 kilometer dan dipecundanginya. Dia berlari sambil mundur atau melompat-lompat. Dia selalu berada di depan, padahal aku berlari di belakangnya dengan jantung hampir copot rasanya.

Si Bungsu menjawab,”I run slow for him to catch me, Ayah.”

Yah begitulah gaya anak kecil ngambek.  Pura-pura kabur, tapi sebenarnya ingin dikejar dan ditangkap.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: