Lingkaran Pengaruh

7 Habits of Highly Effective People” karya Stephen R. Covey adalah salah satu buku menarik yang menginspirasiku sewaktu muda dulu.  Dalam buku itu dikisahkan kebiasaan-kebiasan apa saja yang dilakukan oleh orang-orang yang hidupnya efektif.

Salah satu yang ingin  aku ceritakan di sini adalah soal lingkaran pengaruh (circle of influence).  Orang-orang yang hidupnya efektif, lebih banyak menghabiskan energinya pada circle of influence daripada circle of concern (Covey, 1989). Sementara mayoritas orang menghabiskan waktunya untuk mengkhawatirkan hal-hal yang tidak bisa mereka ubah.

Inspirasi dari Covey ini yang aku terapkan belasan tahun yang lalu ketika aku memutuskan untuk meninggalkan Jakarta dan bekerja di luar Indonesia. Ada beberapa masalah yang aku hadapi ketika itu yang salah satunya adalah masalah kemacetan dan pendidikan anak.

Saat itu aku begitu kesal karena macetnya Jakarta telah membuatku menghabiskan banyak waktu di jalan raya dengan sia-sia.  Berbagai strategi telah aku coba untuk menghilangkan kesia-siaan ini, tapi tak ada yang berhasil. Sebagian teman menyarankan untuk menggunakan Busway, yang ternyata juga tidak membuat situasi membaik (Alinazar, 2008).

Selain itu, pada tahun 2007,  anak pertamaku lahir. Dan aku juga mulai concern pada pendidikan anak. Aku merasa tidak cocok dengan sistem pendidikan di Indonesia yang menurutku terlalu banyak membuang waktu anak untuk menghafal terlalu keras dan tidak fokus pada pemahaman. Mata pelajaran juga terlalu banyak dan membuat anak2 kehilangan masa kecilnya.

Dua itu saja? Tentu saja tidak. Masih ada lagi keluhan lain yang mana aku merasa bahwa orang Indonesia lebih menghargai bule daripada orang Indonesia sendiri.

Menyelesaikan kemacetan Jakarta, mengubah sistem pendidikan, dan mengubah perilaku masyarakat bukanlah hal yang berada pada lingkaran pengaruhku. Aku hanya seorang rakyat jelata yang tak punya kuasa.  Modalku cuma ketampanan, namun ketampananku tak ada artinya.

Maka aku kemudian memutuskan untuk pindah ke luar negeri, yang akhirnya berhasil aku raih pada tahun 2008, yang kemudian aku abadikan sebagai episode expat (alinazar, 2008)

Sekarang? Aku tak lagi mengalami kemacetan dalam perjalanan ke kantor, tak lagi mengkhawatirkan pendidikan anak (kecuali mikir biaya sekolahnya), dan orang-orang juga menghargaiku setara atau kadang bahkan lebih daripada bule.

Tiga hal di atas terselesaikan karena aku lebih fokus pada circle of influence, yaitu apa-apa yang bisa aku ubah daripada meratapi apa-apa yang tidak bisa aku ubah.

What about you, guys? Where do you spent most of your energy for?

Referensi

(1) Covey, S. (1989). The seven habits of highly effective people. New York: Simon and Schuster.

(2) Alinazar, A. (2008). Selamat tinggal Bus Way. [online] Alfred Alinazar. Available at: https://aalinazar.wordpress.com/2008/02/02/selamat-tinggal-bus-way/ [Accessed 26 Jul. 2019].

(3) Alinazar, A. (2019). Episode Expat. [online] Alfred Alinazar. Available at: https://aalinazar.wordpress.com/2008/06/01/episode-expat/ [Accessed 26 Jul. 2019].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: