It takes two to Tango

Idiom “It takes two to Tango” sering digunakan untuk mendeskripsikan hubungan sepasang kekasih yang hanya akan berjalan harmonis jika kedua belah pihak sama-sama mengusahakan keharmonisan itu. Jika hanya satu pihak saja yang berusaha sekuat tenaga untuk mencintai, mempertahankan dan membahagiakan pihak lain sementara pihak yang satunya ogah-ogahan, tidak berbuat apa2 untuk mempertahankan hubungan tersebut, apalagi disambi pacaran dengan yang lain, maka sudah bisa diduga hubungan tersebut tidak akan baik jalannya.

Selain hubungan antar sepasang kekasih, sebenarnya idiom ini juga bisa digunakan untuk berbagai partnership lainnya seperti yg juga dituliskan dalam wikipedia pada tautan berikut.

Katakanlah hubungan antara karyawan dan perusahaan. Hubungan di antara keduanya akan harmonis jika kedua belah pihak sama-sama saling membutuhkan, saling berusaha membahagiakan pihak yang lainnya, dan sama-sama berusaha mempertahankan hubungan yang harmonis di antara keduanya.

Misalkan anda adalah seorang karyawan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi,  selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan, dan bekerja dengan penuh passion demi kemajuan perusahaan. Namun sebaliknya perusahaan tidak menghargai pekerjaan anda, tidak mengusahakan perkembangan karir bagi anda, tidak mendengarkan kebutuhan anda, dan lebih parah lagi hanya menganggap anda itu sebagai sumber daya yang hanya ingin dimanfaatkan saja namun bisa dengan mudah digantikan dengan orang lain jika sudah tidak dibutuhkan lagi.

Mungkin ada saatnya untuk duduk merenung dan melihat apakah perusahaan akan memperhatikan anda atau tidak jika anda menjaga jarak. Apakah anda akan dipegangin atau tidak ketika perusahaan melihat tanda-tanda anda akan pergi.

Bagaimana jika ternyata perusahaan memang hanya akan diam saja dan membiarkan anda pergi? Bagaimana jika anda tidak dipegangin ? Bisa jadi karena perusahaan mampu dengan mudah mencari penganti yg lain, atau karena anda hanya karyawan kelas dua dan bukan karyawan kelas satu yang dianak-emaskan perusahaan, atau anda tidak cukup berharga untuk dipertahankan?

Apakah anda akan tetap bertahan dengan kesadaran bahwa ini semua hanya akan merugikan kedua belah pihak? Atau merelakan kehilangan perusahaan setelah menyadari bahwa perusahaan tidak mencintai, membutuhkan dan berusaha mempertahankan anda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s