Layman’s Term

Istilah di atas terdengar keren banget, dan terus terang aku baru sekali ini mendengarnya walau aku seringkali melakukannya.

Menurut Urban Dictionary, Layman’s term adalah

To put something in layman’s terms is to describe a complex or technical issue using words and terms that the average individual (someone without professional training in the subject area) can understand, so that they may comprehend the issue to some degree.

Aku jadi ingat pengalamanku belasan tahun yang lalu. Saat itu aku bertugas untuk menyediakan koneksi Internet pada sebuah Offshore Rig (kapal tempat tinggal di tengah laut untuk pengeboran lepas pantai). Dengan menggunakan antena seperti kuali (yang disebut VSAT), aku mencoba menyambungkan Rig tersebut dengan kantor pusat di Jakarta sehingga Rig tersebut bisa mendapat koneksi Internet.

Apesnya pada saat itu bandwidth yg disewa terlalu kecil sehingga koneksi terlalu lambat. Hal ini membuat marah para awak di kapal tersebut yang mungkin sudah membayangkan bisa chatting dengan istri, anak atau pacarnya di daratan sana.

Sang kepala suku kemudian mendatangiku dengan palu gada besar di tangan sambil meminta penjelasanku. Walaupun dia orang Amerika dan pangkatnya cukup tinggi, namun dia hanya seorang lulusan sekolah dasar. Sementara saat itu teknologi Internet juga masih barang yg relatif baru. Jangankan yang lulusan SD, yang sudah sekolah lebih tinggi saja belum tentu paham Internet itu apa.

Lalu bagaimana caranya menjelaskan bahwa koneksi lambat karena Bandwith kekecilan? Aku kemudian menjelaskan pada beliau bahwa Internet ini seperti sebuah jalan raya. Jika ada terlalu banyak mobil yg melewati jalan raya itu, maka mobil tak bisa melaju kencang dan jalanan akan macet. Agar lancar, maka caranya adalah dengan mengurangi mobil yang lewat, atau memperlebar jalanan tersebut.

Bandwidth adalah lebar jalan, sementara email, browser, messenger dan lain sebagainya itu adalah mobil-mobil yg lewat di jalan tersebut. Karena saat ini jalanan kekecilan, maka aplikasi-aplikasi tersebut terasa lelet.

Sang kepala suku mengangguk2 senang. Palu gada tidak jadi digetokkan ke kepala saya, dan akupun bisa tersenyum di hari itu.


Hari ini aku baru sadar bahwa apa yg aku lakukan itu namanya menjelaskan dengan Layman’s term. Dan hari ini aku harus menjelaskan tentang sesuatu yang sangat rumit agar bisa dimengerti oleh orang awam.

Aku harus menjelaskan apa itu cinta dan kepercayaan dengan Layman’s term. Jangankan pada orang awam, lha wong menjelaskan pada diri sendiri saja aku masih sulit. Boro2 menggunakan Layman’s term. Apakah teman2 pembaca ada yg bisa menjelaskannya?

Eh… tadi becanda deng. Aku nggak sedang belajar menjelaskan tentang cinta. Yang sedang aku pelajari sekarang adalah SVM (Support Vector Machine). Yang mana ini adalah salah satu cara belajar yang digunakan oleh Machine Learning untuk melakukan prediksi. Dan saat ini aku masih mentok belum bisa menjelaskannya dengan Layman’s term.

Ada teman yg bisa membantu? Ada yg bisa menjelaskan bagaimana SVM bekerja dengan Layman’s term? Bagaimana proses cara belajarnya dan bagaimana proses prediksinya?

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s