Million Dollar Arm (2)

Sebelum berangkat ke India, JB menemui seorang temannya yang beprofesi sebagai seorang pelatih baseball. JB menanyakan kemungkinan seorang pemain cricket diubah menjadi seorang pemain baseball dalam waktu 1 tahun. Sang pelatih menjawab bahwa hal itu tidak dimungkinkan mengingat permainan cricket itu sangat jauh berbeda dengan permainan baseball. Cara melempar bola, kecepatan lempar dan berbagai teknik yg harus dimiliki pemainpun sangat berbeda. Hal ini tidak akan bisa dicapai dalam satu tahun.

Walaupun tidak ada orang yg percaya bahwa pemain cricket bisa diubah menjadi pemain baseball dalam waktu 1 tahun, namun JB tetap berusaha meyakinkan sang pelatih tersebut untuk membantunya mewujudkan keinginan tersebut. “Jika kamu gagal, kamu nggak akan kehilangan apa-apa. Namun jika kamu berhasil, namamu akan terkenal di seluruh dunia”, demikian kira2 kata JB pada sang pelatih tersebut dan akhirnya dijawab dengan persetujuan sang pelatih.

Akhirnya JB berangkat ke India. Setibanya di sana dia sempat sedikit mengalami sedikit “culture shock” melihat India yg semrawut dan cara bekerja orang sana yg berbeda. Salah satu contohnya adalah ketika JB bertanya tentang kesiapan berbagai perlengkapan untuk show seperti buku catatan, kaos dan lain sebagainya. Sang partner menjawab semuanya sudah disiapkan. Namun ketika JB bertanya lebih detail ada di mana barang2 tersebut, maka dia mendapat jawaban yg cukup mengejutkan yaitu,”Semuanya sudah ada di sini, di India”.  Entah yg dimaksud itu masih di toko dan belum dibeli atau bagaimana, JB terlihat stress mendengar jawaban tersebut.

Satu hal lagi yg cukup mengejutkan JB adalah ketika dia mau memasuki kantornya dan ternyata sudah ada seseorang yg menunggunya. Orang ini ternyata meminta pekerjaan. Dia mengaku bahwa dia adalah seorang pemain baseball profesional. Ketika ditanya oleh JB dia pernah bermain di mana, ternyata dia tidak pernah bermain baseball. Lalu dia berkata bahwa dia adalah pencinta baseball dan sangat menguasai permainan baseball.  Maka lagi2 JB mengujinya dengan sebuah pertanyaan teknis tentang baseball, dan seperti kita duga ternyata dia juga tidak menjawab.  Tentu saja JB geleng2 kepala dan tidak mau memberi pekerjaan pada orang tersebut.

Rupanya pemuda -yg kemudian diketahui bernama Amit ini- pantang menyerah. Dia lalu melepaskan jurus terakhirnya,”I will work for free.” Jurus ini akhirnya meluluhkan JB. Dan akhirnya JB menerima orang ini untuk bekerja dengannya, walau sepertinya JB juga belum tahu dia mau dipakai untuk apa.

—-bersambung—–

 

Tulisan sebelumnya:

Million Dollar Arm (1)

 

One thought on “Million Dollar Arm (2)

  1. Ping-balik: Million Dollar Arm (3) | Namaku Bank Al

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s