Million Dollar Arm (1)

Dalam perjalanan DXB-SFO beberapa hari yg lalu, seperti biasa aku meluangkan waktu untuk menonton beberapa film. Kali ini salah satu film yg menarik hatiku adalah “Million Dollar Arm

Film ini adalah kisah nyata tentang JB Bernstein, seorang rekruiter bintang olah raga yang pada awalnya kesulitan mencari client karena rata2 pemain baseball meminta harga tinggi sementara kantongnya tak cukup dalam untuk membayarnya.

Setelah 3 tahun merintis usaha tersebut dan belum juga berhasil, tiba ada sebuah ide “out of the box” dari seorang partnernya untuk mencari saja salah seorang pemain cricket di India yang kemudian dilatih bermain baseball. Awalnya JB menganggap remeh ide tersebut karena menurutnya tak masuk akal mengubah seorang pemain cricket untuk bermain baseball. “Cricket itu bukan olah raga, hanya permainan anak2 saja”, demikian kata JB

Pada suatu haru, JB menonton acara TV. Tiba2 perhatiannya tertuju pada acara reality show pencari bakat (American Idol dan beberapa acara pencari bakat lainnya) yang ada di televisi. Dengan kombinasi saran dari partnernya tentang mencari pemain cricket berbakat, JB mulai berpikir untuk mengikuti saran parternya tersebut untuk pergi ke India, membuat acara reality show pencari bakat dan di sana dan kemudian juaranya akan dibawa ke Amerika untuk bermain baseball.

Kondisi keuangan yg mulai membahayakan perusahaanya -yg selama 3 tahun itu belum berhasil2 juga-, membuat JB memberanikan dini untuk mencoba ide gila itu dengan menghubungi seorang investor yg bersedia untuk mendukung acara tersebut.

Awalnya sang investor tak mau karena dia mengira tak akan mungkin mengubah seorang pemain cricket menjadi pemain baseball dalam waktu singkat. Namun rupanya sang investor melihat ide ini punya peluang juga dan bersedia memberi kesempatan jika dia bisa melihat hasilnya dalam waktu yg saingkat. Maka sang investor menantang JB apakah dia sanggup mewujudkan hal itu dalam 1 tahun? Rupanya JB tak mau menyia2kan kesempatan itu dan langsung menjawab sanggup. 

Partner JB kaget akan keputusannyatersebut. Namun bagaimanapun juga deal sudah disepakati dan JB akhirnya berangkat ke India.

—- bersambung —–

Lesson Learned:
Kadang (atau bahkan seringkali) seorang entrepreneur itu melakukan bluffing dan berani mengambil tantangan yg tak masuk akal. Setelah dia bisa memenangkan deal, barulah dia kemudian berpikir belakangan tentang bagaimana mewujudkan tantangan tersebut

 

3 thoughts on “Million Dollar Arm (1)

  1. Ping-balik: Million Dollar Arm (2) | Namaku Bank Al

  2. Ping-balik: Million Dollar Arm (3) | Namaku Bank Al

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s