Sudah pakai GPS kok

Saat aku kecil dulu, aku senang sekali bersepeda keluar masuk kampung. Aku menikmati saat melihat pemandangan baru, jalan-jalan yang tak pernah aku lewati, serta berbahagia ketika bisa menemukan sebuah jalan tembus atau jalan alternatif dari jalan yang biasa dilewati umum.

Ketika usia beranjak dewasa, kebiasaan main sepeda sudah tidak dilakukan. Jarak keliling kampung sudah tak menarik lagi, aku lebih tertarik untuk melakukan perjalanan antar kota atau mblasak-mblusuk di dalam kota mencari jalan baru sehingga membutuhkan kendaraan bermotor.

Kesenangan ini tidak hilang dan masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, setiap berada di tempat baru, aku biasanya menyempatkan diri untuk berkeliling entah naik bis, jalan kaki ataupun mengendara mobil. Untung saja aku sempat mengurus SIM internasional sebelum meninggalkan Kuwait beberapa bulan yang lalu, sehingga aku bisa memanfaatkan ijin mengemudi tersebut ketika ada kesempatan training pada bulan mei-juni lalu di lembah silikon.

Ada yang berbeda ketika mengendara di US dibandingkan dengan Kuwait atau Indonesia. Rambu-rambu lalu lintas agak berbeda dan tidak pernah aku lihat sebelumnya di Indonesia seperti jalur khusus sepeda, jalur khusus untuk kendaraan dengan penumpang minimun dua orang, dan warna tepi pembatas jalan yang menandakan berapa lama boleh parkir di pinggir jalan tersebut. Selain rambu, cara berkendaraan di sana juga agak berbeda. Salah satunya adalah tanda “stop” yg mana artinya harus benar-benar stop jika tak mau ditangkap polisi. Berbeda dengan di Indonesia atau Kuwait, para umumnya orang tidak benar2 berhenti pada tanda tersebut apalagi jika jalan di depannya kosong. Kepatuhan pengemudi pada tanda “stop” ini membuat lebih rileks ketika jalanan agak padat di persimpangan karena semua orang secara otomatis bergantian melewati persimpangan.

Masih ada satu lagi pengalaman yang berbeda ketika aku mengendara di Amriki yaitu pada saat itu adalah saat pertama kali aku mengendara menggunakan GPS. Sebagai anak ndeso dan kampungan -walaupun aku tahu apa itu GPS dan bagaimana cara kerjanya- namun aku belum pernah menggunakan alat tersebut sebelumnya untuk mengemudi. Rupanya teori tak sama dengan praktek. Aku pikir menggunakan GPS akan mempermudah perjalanan menuju tujuan. Walhasil yang terjadi tidak demikian. Aku malah mblasak-mblusuk selama satu jam di sekitar Santa Clara menyadari aku berada di tempat yang salah ketika tiba2 GPS berkata,”you reached the destination”.

Kenapa bisa mblasak-mblusuk sekian lama dan malah sampai di tempat yang salah? Yang pertama adalah karena aku selalu terlambat berbelok ketika seharusnya sudah berbelok. Aku mengira masih harus menunggu di belokan yg di depan, eh ternyata ketika belokan tersebut aku lewati kok si GPS protes dan berkata,”Calculating Route”. Sialnya, rute baru yg dilewati berputar-putar sehingga aku makin kehilangan orientasi aku ada di mana. Begitulah yang terjadi sehingga aku menghabiskan waktu satu jam lebih berputar2 di Santa Clara karena selalu luput ketika harus berbelok.

Lalu kok bisa sampai di tempat yang salah? Ini bukan disebabkan karena gagap teknologi melainkan karena gagap lokasi. Aku tak mengira ada dua tempat yang namanya hampir mirip, yaitu Monterey road dan Monterey highway. Ketika tidak melihat opsi yang highway ketika memilih yg road. Dan walhasil aku terpaksa harus termangu2 di tengah kota yang jauh dari tempat yang semestinya ingin aku tuju.

Huh, ternyata sudah pakai GPS masih juga nyasar. Dasar wong ndeso !!!

Tulisan terkait:

11 thoughts on “Sudah pakai GPS kok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s