Makanya, pakai GPS dong !

Sejak kepindahanku ke Apartment baru di Hawally, rute bis yg aku tumpangi setiap pagi lebih beragam karena daerah ini dilewati lebih banyak bis daripada tempat tinggal lama yg hanya dilewati jalur 38.  Keberagaman rute bis dan bekal jiwa petualang yg ada mengalir di darah petualang yg aku miliki, membuatku ingin mencoba-coba rute bus yg ada sambil menikmati pemandangan alam sekitar.

Dua hari yang lalu, tepatnya hari Minggu, sepulang dari kantor aku mencoba rute bis 999 dari Shark. Saat itu aku sebetulnya tidak begitu yakin bahwa Bis ini akan lewat di Hawally.  Aku hanya ingat samar-samar bahwa nomer ini tertera pada halte tempat aku menunggu bis ketika akan berangkat bekerja. Dengan sedikit kesadaran resiko akan nyasar, aku coba saja naik bis ini tanpa bertanya-tanya (lah tanya pakai bahasa Arab susah jhe) dan seperti biasa menikmati pemandangan jalanan.

Dalam beberapa menit perjalanan, aku mulai menyadari bahwa Bis ini agak sedikit berbelok arah dan tidak menuju ke Hawally. Namun aku tetap berbaik sangka bahwa Bis ini akan melewati Hawally dari arah lain. Oleh karenanya aku masih saja duduk manis di bis sambil melihat-lihat kiri-kanan. Tak lama kemudian, aku melihat pantai dan tiba di Salmiya. Saat ini aku mulai sedikit ragu bahwa bis ini akan sampai ke Hawally. Tapi lagi-lagi aku masih tetap duduk manis di bis karena aku tidak tahu persis di mana posisi Salmiya dan berpikir “ah, siapa tahu nanti bisa masuk ke Hawally juga”.

Perjalanan makin jauh, dan pemandangan di sekitar makin berbeda. Jika sebelumnya ada banyak apartemen dan mall di jalan-jalan yg aku lewati, maka kali ini jalan makin sepi dan makin sepi saja. Di kiri-kanan jalan mulai aku lihat pasir-pasir dan jarak antar rumah makin jarang. Aku-pun tidak melihat lagi ada banyak orang lalu lalang di pinggir jalan. Nyasar? Yup, aku saat ini sudah mulai sadar kalau bis yg aku tumpangi tidak akan pernah lewat di Hawally. Namun karena jalanan sangat sepi, maka lagi2 aku tidak turun dari bis. Kali ini aku tidak turun bukan karena berharap bis akan sampai Hawally, namun lebih karena takut nggak ketemu bis arah kembali pulang. Mengingat jalan yg begitu sepi, aku pikir lebih baik ikut di bis dan menikmati pemandangan daripada bengong sendirian di pinggir jalan. Masih untung jika disamperin tante-tante seperti yg biasa berkeliaran di daerah Blok-M. Kalau di padang pasir ini paling-paling yg berkeliaran ya Jin Gundul dan Jin Gondrong.

Rupanya rute bis ini sangat panjang. Aku yg biasanya hanya beberapa menit di bis dan sampai tujuan, kali ini sampai satu jam belum juga sampai di tempat ramai. Dan setelah satu jam lebih, barulah aku sampai di sebuah tempat yg aku duga bernama Fahaheel. Saat itu aku sudah membayangkan bahwa bis itu akan berjalan demikian jauh sehingga aku tiba2 melihat Ka’bah dan sampai di Arab Saudi (eh, mungkin nggak sih?). Untunglah tidak demikian, karena ternyata Arab Saudi tidak sedekat yg aku kira.

Sesampai di Fahaheel, aku mengambil bis dengan rute yg sama dan kembali pulang. Lagi2 aku menghabiskan waktu 1 jam lebih di perjalanan sehingga sampai lagi di Shark. Saat itu aku sudah terpikir apa komentar Andra jika aku ceritakan kisah ini. Dia pasti akan bilang,”Makanya, beli HP yg pakai GPS”.

Esok harinya, setiba di kantor, kisah ini menjadi perwarna hari itu. Dan betul dugaanku, Komentar Andra yg baru saja punya HP merek HTC ini tidak jauh dari yg aku duga sebelumnya. Aku pikir dia ada benarnya juga, kenapa pakai HP yg nggak ada GPS?😀

7 thoughts on “Makanya, pakai GPS dong !

  1. Ping-balik: Sudah pakai GPS kok « Namaku Bank Al

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s