Taksi

Lain bis, lain pula dengan taksi.  Di Jakarta ada begitu banyak taksi. Ada yang kelas mewah dengan harga mahal denga layanan limo, ada yg kelas menengah dengan servise nama baik, ada yg tarif lama dengan taksi yang bagus dan nyaman, dan ada juga beberapa taksi bobrok yg nggak jelas apakah bisa sampai tujuan atau nggak. Karena begitu banyak pilihan taksi yg ada, penumpang taksi di Jakarta adalah raja, bisa memilih taksi mana saja yg sesuai dengan kebutuhan.

Di kuwait, taksi nggak sebanyak di Jakarta. Walaupun tidak sulit mencari taksi, namun di sini tidak ada taksi yg mau jalan dengan argo.  Kalau mau naik taksi harus tawar-menawar, mirip seperti Jakarta puluhan tahun yg lalu sewaktu hanya ada presiden taksi yg menguasai Jakarta.  Di jakarta sekarang, tentu saja masih ada taksi jelek yg pakai tawar menawar.  Namun kalau nggak suka tawar-menawar, bisa naik taksi yg pakai argo yg ada bejibun di Jakarta. Dan anehnya, di sini walaupun sudah tawar-menawar, taksi tetap jalan pakai argo. Jadi makin mangkel lihat argo-nya karena argo selalu lebih kecil dari hasil tawar-menawar deh. Makanya aku sampai sekarang malas naik taksi sendiri. Wong bahasa Arab aja belom bisa, gimana mau tawar-menawar?😀

Yg unik lagi di sini, taksi yg sudah kita tumpangi bisa tiba2 ditambahi penumpang lain di jalan seperti pengalaman Andra yg ditulisnya di sini. Beberapa hari yg lalu, sempat juga mengalami pengalaman yg mirip ketika pulang bareng Didats naik taksi. Tiba2 di jalan ada orang Indiahe ikut2an. Anehnya, dia yg nebeng belakangan, tapi maunya dianter duluan. Dan karena supirnya nggak mau anterin dia duluan, dia turun lagi deh. Aku yg nggak ngerti bahasa arab cuma bengong aja. Bayangkan jika yg masuk dan ikutan numpang itu homo, apa ndak ngeri?

Hmm, kapan ya taksi di sini bisa pakai argo dan banyak pilihan seperti di Jakarta?

Update:

Walaupun taksi di sini tawar menawar, namun setelah aku perhatikan, tawarannya ya cuma berkisar dari 1 hingga 1.5 KD. Jadi nggak butuh ilmu tawar-menawar yg ampuh. Cukup hapalkan saja: Dinar, Dinar ruba atau Dinar Nus.

6 thoughts on “Taksi

  1. inget presiden taksi,jd inget kecil dulu,, swaktu bapak saya menjabat d presiden taksi,, makasih ya bg AL.. saya jd pgen bs sperti beliau..

    salam saya…

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s