Panasnya kayak di arab

Sewaktu masih di Jakarta dulu, saat suhu Jakarta sedang panas entah karena AC sedang mati atau karena hari itu sedang naik metro mini sehingga badan terasa lengket dan bersimbah peluh, aku dan teman-teman kadang bercanda dan berkata,”Panas banget nih, kayak di Arab aja.”. Yang ada di bayangan kami pada saat itu adalah bahaw Arab itu panas, dan suasana seperti itulah yg terbayang di kepalaku.

Sekarang aku betul-betul di Arab, pada saat-saat mendekati puncak musim panas, yang rupanya memang panas di sini. Hanya saja, panasnya ternyata tidak sama dengan panas yg dirasakan ketika ada di metro mini atau sedang berjemur di lapangan di tengah teriknya matahari Jakarta. Matahari di sini rasanya tidak terlalu panas, dan badan juga hampir tidak berkeringat walaupun panas. Berbeda dengan Jakarta, udara di sinilah yg rasanya panas. Jika di Jakarta rasanya sejuk ketika terkena tiupan angin, maka di sini angin itu rasanya panas. Ketika berteduh di bawah pohon yg rasanya sejuk ketika cuaca berangin di Jakarta, maka di sini berteduh di bawah pohon sama saja panasnya jika angin sedang bertiup. Rasanya seperti berada di belakang kulkas, yg mana dari situ biasanya berhembus angin panas.

Yg membuat sensor tubuhku makin eror adalah ketika aku keluar di malam hari. Pada awalnya aku merasa aneh, seperti ada yg tidak cocok dan tidak tahu sebabnya kenapa. Aku saat itu ada di ruang terbuka pada jam 7 malam lebih. Aku melihat bahwa hari sudah gelap pada jam segitu. Namun perasaanku merasa hari itu masih siang. Setelah beberapa lama aku baru sadar bahwa aku merasa masih siang karena udara yg berhembus masih panas seperti hembusan angin belakang kulkas. Tidak heran mengapa aku menjadi linglung, karena mata mengatakan saat itu hari sudah malam sementara kulit mengatakan hari masih siang.

Hembusan angin panas ini juga mengingatkanku pada sebuah metode perawatan wajah di tempat terkenal Jakarta yang melakukan penyinaran pada wajah untuk menghilangkan jerawat. Konon jerawat-jerawat tersebut kemudian mati dan mengering karena panas yang dipancarkan ke wajah selama waktu treatment tersebut. Mungkin itu sebabnya kali ya mengapa nggak banyak orang jerawatan di sini. Entah karena aku kebetulan aja belum ketemu, atau mungkin ada hubungannya dengan udara panas yg ada di sini.

Mau coba perawatan wajah gratis? Coba aja ke Arab deh.

4 thoughts on “Panasnya kayak di arab

  1. Wah, sedang di Kuwait ya?

    Aku mah pingin juga ke daerah panas-panas itu, tapi belum kesampaian. Pasti sangat berbeda dengan di Ausie ya…….

    Siang di Ausie rasanya kayak malam, soalnya anginnya keceng banget dan dingin banget. Padahal di tepi pantai emas (Gold Coast) yang terang benderang.

    Kawan-kawan Waskita yang di daerah panas itu (Abu Dhabi, Qatar, dll) sering cerita tentang panasnya udara di sana, sehingga ada libur panas (gak boleh kerja siang-siang). Produktifitas jadi kecil banget kalau pas udara panas gitu.

    Cepet balik aja bank, sebelum jadi item.

    Salam

    Suka

  2. Selamat datang di negeri 4 musim : panas, dingin, panas banget dan dingin banget. Kalo kami nggambarinnya bukan di belakang kulkas, tapi seperti masukin kepala ke kap mesin mobil yang habis jalan Jakarta Bandung. huekekekekekekek. Nanti puncaknya bulan Juli, suhunya bisa naik kelas ke 50หš. Kalau sudah begitu, jadi pengen cepet2 ke bulan November – Januari, suhunya bisa 1หš – 2หš

    bank_al:
    ah, betul juga Mas. Kalau panas banget tentu kayak di kap mobil. Sejauh ini sih baru kayak di belakang kulkas, walau tadi siang sempat serasa di ruang sauna, hanya saja dengan sedikit keringat.

    Thanks mas atas ucapan selamat datangnya.

    Suka

  3. salamat menantikan bulan juli,agustus… panas+humid.. hasilnya kegerahan dan keringetan+ kalo ada angin lewat tambah kepanasan…

    tapi dijamin lho gak bikin tambah item… kalo pulang dari cuti di indonesia malah kulit jadi geseng..๐Ÿ™‚

    bank_al:
    Masak sih nggak item? Perasaan aku di sini tambah item deh. Atau karena di jakarta jarang dijemur matahari semantara di sini pagi sore kena matahari ya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s