Ajari si Bayi tidur sendiri

Barusan aku chat dengan Anjar untuk memberikan ucapan selamat atas kelahiran bayi-nya (yg ternyata sekarang sudah 1 bulan, wah ucapannya telat banget ya?).  Dan dari sekejap pembicaraan itu terlontar sebuah pertanyaan dari Anjar,

priandoyo: begadang terus nih bang
priandoyo: mpe kapan to?
priandoyo: dah 1 bulan kok masih suka begadang
priandoyo: malah kayaknya makin parah

Karena Kevin di usia 1 bulan sudah tak membuat kami begadang lagi, Aku agak heran dan bertanya lebih jauh apa yg menyebabkan Anjar masih saja begadang, dan demikian jawabannya:

priandoyo: ya tiap malam minimal bangun 3-4 kali
priandoyo: tiap bangun itu butuh >1 jam untuk nidurinnya lagi
priandoyo: dah pake nyanyi2, goyang2
priandoyo: susah juga

Kelihatannya yg membuat Anjar begadang adalah karena ternyata Azkia (anaknya Anjar) membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk bisa tertidur lagi setelah terjaga. Wajar jika hal ini membuat orang tuanya begadang.

Aku jadi teringat bahwa Kevin di usia segitu sudah bisa tidur sendiri. Dia tak begitu membutuhkan digendong-gendong, digoyang-goyang apalagi pakai nyanyi2 untuk bisa tidur. Pada awalnya memang Kevin sempat sulit juga untuk tidur dan membuat aku dan Dinda kelabakan. Namun setelah aku membaca sebuah artikel bahwa semestinya bayi itu diajarkan untuk bisa tidur sendiri, maka kami mengajarkannya dan berhasil.

Bayi menjadi sulit tidur biasanya juga orang tuanya tidak tega mendengar bayi-nya menangis. Padahal konon bayi tidak akan apa-apa dibiarkan menangis selama kita bisa menunjukkan bahwa kita mendengarkan keluhannya dan tidak mengacuhkannya. Dalam kasus Kevin, pada masa awal-awal kelahirannya dulu, kami mencoba mencari sebab mengapa Kevin sulit tidur dan memfasilitasinya sehingga si ganteng ini mau tidur. Pada akhirnya kami menemukan bahwa Kevin merasa lebih nyaman jika tidur telungkup daripada telentang. Oleh karenanya, setiap Kevin nggak mau tidur, kami menidurkannya dengan posisi telungkup dan Kevin-pun tertidur. Setelah kami lakukan itu beberapa kali maka Kevin belajar sendiri bahwa dia harus telungkup agar bisa tidur nyenyak dan Kevin telungkup sendiri jika sudah mengantuk.

Apa yg menjadi penyebab bayi sulit tidur memang tidak sama satu dengan yg lain. Sebagai orang tua kita perlu menemukan ini supaya kita memberikan solusi dan mengajarinya tidur. Walaupun memang rasanya sedikit nggak tega membiarkan si kecil menangis, namun pada jangka panjang ini lebih baik bagi si bayi yg menjadi lebih mandiri dan juga bagi orang tua yg nggak harus terlalu lama begadang. Lagipula, menangis itu khan juga berguna bagi perkembangan paru2 si bayi bukan?

Nah, bagaimana dengan anda? Apa tips anda supaya bisa mengurangi jam begadang karena punya bayi?

11 thoughts on “Ajari si Bayi tidur sendiri

  1. anak saya dr lahir sampe usia 3 bln jg mntanya d gendong. Klo di tdurkan psti menangis. Stlh adzan magrib bru bisa d tidurkan di tempat tidur. Tapi masuk usia 3,5 bulan saya biasakan tidur siang n malam tanpa di gendong. Kalau dy sdh trlihat ngantuk lngsung saya baringkan posisi miring dngn saya di sampingnya. Alhamdulillah msuk usia 4 bulan skrng kalau mengantuk tinggal taruh di kasur lngsung tidur sendiri.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s