QoS dalam Blogging

QoS adalah singkatan dari Quality of Service yang bisa diterjemahkan secara bebas adalah sebuah bentuk jaminan kualitas atas sebuah layanan. Istilah ini tentu cukup familiar bagi teman-teman yang bergelut di bidang networking karena terminologi ini banyak sekali dipakai di sana. Penjelasan secara lebih detail dan komprehensif mengenai QoS bisa dilihat pada penjelasan Wikipedia pada tautan berikut ini.

Walaupun QoS lebih sering digunakan dalam terminologi networking, namun konsep ini sebetulnya bisa juga diterapkan dalam berbagai layanan-layanan lainnya seperti misalnya layanan transportasi Bus Way, layanan pembuatan KTP dan bahkan layanan Blogging. Nah, dalam tulisan kali ini, saya akan membahas bagaimana menerapkan QoS dalam blogging.

Sebelum masuk pada QoS-nya sendiri, tentu ada baiknya kita tinjau dulu layanan apa yg kita sediakan sewaktu kita nge-blog. Jawabannya tentu saja cukup sederhana yaitu tulisan-tulisan bagi pembaca-pembaca blog kita. Nah, lantas tulisan yang bagaimana yang diinginkan oleh pembaca? Dan kualitas seperti apa yg ingin diberikan bagi pembaca blog kita? Tentu saja jawaban dari blogger satu dan blogger lain akan berbeda. Namun perbedaan itu tidak penting, yg penting adalah jika jawaban itu sudah ditemukan, maka barulah kita (sebagai penulis) bisa menentukan langkah-langkah yg harus ditempuh agar kualitas itu terpenuhi.

Salah satu contoh adalah tulisan Andri yg menginspirasi saya hari ini tentang Hiatus. Walaupun Andri belum menceritakan kepada saya layanan apa ingin dia berikan pada pembaca-pembaca blog-nya, namun saya menduga Andri berkeinginan untuk menyenangkan pembaca-pembacanya dengan menyajikan entri-entri baru setiap hari. Hal ini mungkin akan mudah dicapai jika Andri selalu mempunyai ide dan waktu setiap hari untuk menuliskan entry baru. Lantas bagaimana jika pada suatu saat dia berhalangan dan tidak sempat menulis? Hal ini tampaknya akan membuat Andri merasa gelo (hmm, apa ya terjemahan gelo dalam bahasa Indonesia?) sehingga Andri menemukan strategi timestamp ini. Dengan menggunakan timestamp, Andri menyadari bahwa kadangkala dia mempunyai banyak sekali ide tayangan (lebih dari satu) sehingga dia bisa melahirkan lebih dari satu tulisan dalam satu hari, padahal di hari yang lain tidak bisa melahirkan tulisan apapun. Dengan menggunakan timestamp, Andri bisa menjadwalkan publikasi entri-entri tersebut sehingga setiap memungkinkan Andri untuk membuat sebuah tulisan pada hari ini namun dimunculkan besok ketika besok harinya tidak akan sempat menulis karena harus menghadiri acara mantenan. Strategi yang sangat cantik dari Andri sebagai QoS dari aktifitas Blogging-nya.

Nah, bagaimana dengan anda? apakah anda juga mempunyai ukuran kualitas sendiri atas aktifitas blogging anda? Apa tantangan-tantangan yg anda hadapi dalam menyajikan kualitas tersebut? Dan bagaimana strategi yang anda gunakan untuk menjamin QoS-nya? Monggo disharing di sini.

(*) gambar diambil dari http://www.plixer.com/manual/images/statusQos.jpg, dan gambar ndak ada hubungannya dengan tulisan ini. Hanya ditambahkan biar entri ini tampak sedikit lebih cantik aja.🙂

6 thoughts on “QoS dalam Blogging

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s