We Shape our Environment and then our environments shape us

Akhir-akhir ini aku merasakan bahwa badan-ku tidak lagi se-fit dulu. Kondisi ini mungkin karena dipicu oleh gaya hidup orang kantoran yg terlalu lama berada di ruangan ber-AC sehingga jarang sekali terkena langsung sinar matahari dan juga jarang bergerak karena di kantor lebih banyak duduk daripada lari-lari (lah iya lah, memangnya di lapangan basket?). Walaupun aku belum masuk dalam kategori sakit, namun rasanya tidak nyaman dan ada sesuatu yg kurang.

Minggu kemarin aku bangun lebih pagi daripada biasa. Dan teringat pada taman yg sudah agak lama tidak dirawat. Akhirnya aku putuskan untuk mengambil gunting, pupuk dan mulai berkebun lagi. Walaupun gerakan berkebun ini tampak santai saja, namun ternyata mampu mengundang keringat juga. Apalagi ditambah dengan belaian sinar matahari pagi yang membuatku merasa seperti sedang berjemur di pantai.

Selesai berkebun, badan terasa lebih enteng dan nyaman. Padahal aku tidak menghabiskan waktu terlalu lama untuk berkebun. Aku jadi terpikir bahwa ini barangkali yang membuat orang-orang ABG (angkatan bapak-e bapak gue) relatif lebih sehat daripada orang-orang di generasi saya. Pada saat itu jarang sekali ada kerja kantoran dan pagi2 orang pergi berladang atau berkebun. Tubuh mereka lebih sering terkena sinar matahari (tanpa harus disengajakan pergi berjemur di pantai) dan anggota tubuh lebih sering dioperasikan (tanpa harus dijadwalkan pergi ke fitness centre). Walhasil mereka relatif lebih fit, sehat dan panjang umur.

Aku jadi tersenyum sendiri. Di jaman dulu orang berolah raga dan berjemur itu terjadi secara otomatis (tanpa dijadwalkan karena memang aktifitas sehari2 adalah demikian). Saat sekarang, yang mana duduk di belakang meja terkesan lebih trendy, justru membuat kita harus membuat jadwal khusus untuk berolahraga dan berjemur agar badan sehat.

Ah, jadi teringat kalimat terkenal yg pernah disampaikan oleh Winston Churchill , “We shape our environments, then our environments shape us.”. Mungkin yg dimaksudkan Winston tidak persis sama dengan cerita ini, namun aku kok merasa cocok ya? Bagaimana pendapat anda?

7 thoughts on “We Shape our Environment and then our environments shape us

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s