Pornografi dan Proyek

Beberapa saat yang lalu aku sempat mendapatkan kiriman tulisan dari seorang teman di mailinglist kampung-ugm tentang Maria Ozawa aka Miyabi yang ternyata mendapat begitu banyak penggemar dengan berdasarkan statistik data pencarian di google. Tak lama setelah itu, cerita ini bersambung dengan perbandingan yang tidak mutu yaitu membandingkan score Maria Ozawa dibandingkan dengan SBY.

Ketika itu aku mulai mencium bahwa akan segera ada tanggapan dari pemerintah berupa kebijakan atau apapun sehubungan dengan kasus Maria Ozawa ini. Rupanya dugaanku ini nggak meleset, bebearpa hari kemudian terdengar kabar di radio bahwa pemerintah akan membuat kebijakan untuk menutup akses ke situs-situs pornografi. Seorang teman berkelakar bahwa kebijakan ini muncul karena SBY tersinggung karena dirinya kalah populer dibandingkan dengan Maria Ozawa. Apa betul begitu? Entahlah, yg aku tangkap ribut-ribut pornografi ini semata hanyalah karena kepintaran orang-orang Indonesia mencari proyek dengan memanfaatkan lembaga-lembaga pemerintah yg reaktif.

Mengapa aku katakan bahwa ribut-ribut pornografi ini hanya semata proyek? Simple saja karena solusi yang ditawarkan pemerintah ini sama sekali tidak efektif. Yang akan ditutup itu hanyalah akses ke situs pornografi melalui browser. Padahal lubang masuknya konten-konten pornografi banyak sekali seperti FTP, P2P dan bahkan yg paling simple dan populer adalah e-mail. Coba saja ingat-ingat lagi darimana anda mendapatkan video mesum anggota DPR dan penyanyi dangdut? Situs-situs di Internet atau e-mail? Bagaimana dengan Foto-foto bugil artis telanjang? Dari search engine atau forward kiriman dari seorang teman?

Nah sekarang, apakah yg akan dilakukan oleh pemerintah untuk menutup masuknya pornografi melalui e-mail? Saya kok nggak melihat celah-celah lain masuknya pornografi ini juga ditutup oleh pemerintah. Dengan kata lain, proyek yg seolah-olah mulia bertujuan menutup akses pornografi di Internet ini hanyalah sebuah usaha menutup sebuah lubang kecil pada sebuah kaleng bocor yang memiliki ribuan lubang. Hasilnya kaleng tetap bocor, dan air tetap saja mengalir.

Lantas,  jika usaha ini hanya usaha yg sia-sia, mengapa Indonesia harus mengeluarkan uang rakyat lagi untuk proyek percuma ini? Mengapa tidak disalurkan saja pada usaha-usaha positif lain yg bisa menyalurkan minat-minat generasi muda bangsa ini sehingga tidak sempat lagi browsing Internet dan ngublek-ublek materi pornografi? Pertanyaan yg sulit aku jawab, dan semoga pemerintah juga terpikir untuk mencari jawaban atas pertanyaan ini.

3 thoughts on “Pornografi dan Proyek

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s