Siapa yg memesan telur?

Malam tahun baru kemarin, aku mengikuti acara bakar-bakar ikan dan makan-makan bersama rekan-rekan satu RT di tempat tinggalku. Seperti biasa pada sebuah acara pertemuan, biasanya ada gosip yang menarik spesial tentang apa yang terjadi di lingkungan RT, dan seringkali terlewatkan olehku karena aku tidak cukup sering berkumpul-kumpul di sini.  Pada malam tahun baru ini, ada sebuah gosip menarik tentang Pak Tora (bukan nama sebenarnya) yg ingin aku share di sini.

Alkisah, pada suatu malam beberapa hari yang lalu (aku tidak tahu persis tanggalnya), ada seorang penjual telur datang berkunjung ke RT kami. Sang penjual tersebut mengaku datang mengantarkan telur sebanyak 2 krat yg menurut si penjual telah dipesan oleh Pak Tora, pemilik warung yang “tinggal” di RT kami. Ketika si penjual telur datang, warung Pak Tora yg dikenal juga dengan nama warung ijo ini sedang dalam keadaan tertutup. Akhirnya terpaksalah beliau mengetuk-ngetuk pintu warung tersebut dengan harapan Pak Tora keluar menemuinya.

Setelah beberapa lama mengetuk pintu warung, Pak Tora tak kunjung juga keluar. Kebetulan peristiwa ini terlihat oleh tetangga yg tinggal di depan rumah pak Tora, yaitu pak Roma (juga bukan nama sebenarnya). Dengan niat membantu, Pak Roma bertanya pada Pak Telur (eh maksudnya penjual telur), “Pak, sedang mencari siapa?”.
Dan dijawab oleh Pak Telur,”Lagi cari pak Tora pemilik warung ini Pak. Kemarin dia datang ke toko saya dan memesan telur 2 krat.”
Pak Roma bertanya lagi dengan sedikit gugup,”Ccciri-ccciri-nya seperti apa pak?”
Dijawab lagi oleh Pak telur,”Orangnya gemuk dengan tahi lalat di wajahnya.”
Pak Roma,”ttttttapi pak… o…oo..oorangnya sudah meninggal bbbbeberapa bulan yg lalu.”
Mendengar jawaban Pak Roma, kontan saja Pak telur melarikan diri. Dan setelah mendengar cerita tersebut, satpam yg biasanya berkeliling di RW kami tidak berani lewat sendirian di warung pak Tora yg sudah kosong ini.

Cerita ini menjadi semakin hangat karena Pak Tora, salah seorang warga kami yg baik ini, meninggal secara tiba-tiba di rumahnya beberapa bulan yg lalu. Dan karena beliau masih bujangan, maka kematiannya baru diketahui orang lain 2 hari kemudian. Itupun ketika pacarnya penasaran karena dia tak mengangkat telpon selama 2 hari dan tidak seorangpun mengetahui di mana keberadaannya. Akhirnya atas persetujuan pihak RW, rumah Pak Tora dibongkar, dan beliau diketemukan sudah tiada terbaring di tempat tidurnya.

Well, demikianlah seputar gosip malam tahun baru di RT saya. Kisah ini menyisakan sedikit pertanyaan bagi saya. Orang yang mendatangi penjual alias distributor telur itu mengaku bernama Tora dan memberikan alamat persis sama dengan warung ijo sekaligus tempat tinggal milik Pak Tora. Ciri-ciri orang tersebut juga mirip dengan Pak Tora. Jika pengiriman tersebut salah alamat, maka ada 3 yang kebetulan salah ditangkap oleh distributor telur sehinga dia bisa nyasar ke warung pak Tora. Jika tidak salah alamat, lalu siapa yg sebenarnya memesan telur tersebut?

11 thoughts on “Siapa yg memesan telur?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s