Tidak usah khawatir kalau nggak baca TOS

Diskusi tentang ngadutrafik 2007 yang baru saja lewat memberikan kesan bahwa salah satu kesalahan peserta lomba adalah tidak membaca TOS. Bencana yang baru saja menimpa sebagian blogger ini bahkan akhirnya membuat beberapa blogger terkesan takut jika tidak membaca TOS, seperti komentar Mbak Lita berikut ini. Dan bahkan ada yang menjadi deg2an karena membaca TOS ternyata tidak semudah membaca komik yang ternyata melibatkan ketelitian dan potensi kesalahan interpretasi. Apakah itu benar ? Saya tidak sependapat dengan hal ini. Bagi saya, TOS ini hanyalah sebuah basa-basi saja. Kita tak perlu membacanya sebelum menekan tombol “approve” karena hal ini hampir tidak ada pengaruhnya bagi kita.

Mengapa saya berpendapat seperti ini? Setidaknya ada beberapa alasan yang mendasari kesimpulan saya, yang bisa dilihat pada point-point berikut

1. Adanya “pasal karet” atau “Sapu Jagad”

Pasal Karet(istilah Mas Adi) ini adalah sebuah pasal sebuah pasal yang memungkinkan si pemilik layanan untuk mengubah kebijakannya sewaktu-waktu tanpa memberitahu pelanggan atau memberikan kesempatan bagi si pemilik layanan untuk menutup layanan tanpa harus mempunyai alasan apapun ataupun. Pasal Karet ini menyebabkan apa yang telah kita baca di TOS sewaktu mendaftar bisa berbeda dengan TOS yang ada di kemudian hari. Hal ini sama artinya dengan usaha kita membaca TOS sewaktu mendaftar tidak berguna. Selain itu, seorang pelanggan bisa ditutup akses-nya karena dia melanggar salah satu pasal yang tertulis eksplisit di sana. Namun pelanggan yang lain bisa juga ditutup layanannya walaupun dia tidak melakukan apapun. Mengapa ? Pasal Karet ini memperbolehkan si penyedia untuk berbuat apa saja, dengan justifikasi apa saja, tanpa meminta persetujuan pelanggan. Dalam kasus ngadutraffic 2007, peserta dianggap melanggar TOS oleh sebagian pengamat karena melanggar “pasal karet”. Dengan rumus logika sederhana, jika A menyebabkan B dan bukan A juga menyebabkan B, maka A tidak mempunyai hubungan sebab akibat dengan B. Oleh karenanya membaca TOS atau tidak membaca TOS tidak relevan dengan ditutupnya account pelanggan.

2. Lemahnya kekuatan Hukum yang dimiliki TOS

Perjanjian yang dilakukan antara pelanggan dan penyedia layanan hanya terjadi dengan menekan tombol “agree” pada layar komputer yang bisa diakses dari Internet. Tidak ada bukti legal yang kuat yang bisa digunakan untuk menuntut salah satu pihak ketika salah satu pihak tidak mematuhi perjanjian. Seandainya saja pelanggan melanggar TOS, maka resiko paling maksimal yang diterima oleh pelanggan hanyalah kehilangan account dan layanan yang sebelumnya dimiliki. Si pelanggan tidak akan terkena resiko lebih dari itu. Berbeda dengan kasus kita melanggar perjanjian pada saat persetujuan kartu kredit yang mungkin bisa berujung di penjara atau denda jika penyedia kartu kredit menuntut kita. Oleh karenanya, menekan tombol “agree” tanpa membaca TOS tidak akan berakibat seperti kita menanda tangani kertas kosong yang dibubuhi materai. Andaikan pelanggan sudah menyadari resiko itu, maka membaca TOS atau tidak juga tidak ada gunanya.

3. Tingkat kesulitan proses penuntutan tidak sebanding dengan yg diperjuangkan

Saya tidak tahu apakah ada pengadilan yang bisa melayani kasus perdata di Internet. Namun jika saja ada, tentu pengacara yang harus dibayar untuk memenangkan perkara ini sangat mahal tarif-nya. Misalkan penyedia melanggar TOS, bagaimana cara pelanggan menuntutnya ? Bukti salinan perjanjian saja tidak ada. Dan kalaupun kita print halaman perjanjian tersebut, bagaimana membuktikan bahwa hasil cetakan kita itu asli kita cetak sewaktu kita menyetujui TOS dan bukan hanya manipulasi saja ? Begitu banyak kendala yang harus dilewati untuk proses pengadilan (jika ada), padahal yang diperjuangkan hanyalah sebuah account. Pada umumnya pelanggan lebih merelakan kehilangan account daripada harus membayar pengacara puluhan atau ratusan juta rupiah sehingga memilih merelakan saja kehilangan account daripada harus keluar biaya tambahan yg tidak sedikit itu.

Selama tiga alasan di atas masih berlaku, pelanggan tidak mendapatkan keuntungan dengan membaca TOS. Daripada menghabiskan waktu untuk membaca TOS apalagi TOS itu sulit dimengerti dan membuat stress, lebih baik click saja tombol “agree” itu tanpa perlu membacanya.

Lantas apa yang harus kita persiapkan ketika kita menyetujui layanan dengan model perjanjian seperti ini ? Menurut saya yang dibutuhkan hanyalah pengetahuan atas resiko terburuk yang akan terjadi yang itu bisa diketahui tanpa harus membaca TOS sekalipun. Resiko tersebut adalah antara lain:

1. Kehilangan Account, layanan dan semua yang anda dapatkan ketika belangganan

2. Kehilangan informasi yang anda simpan pada layanan tersebut

3. Tersebarnya informasi atau apapun yang anda tulis atau letakkan pada layanan tersebut ke publik

Dengan pengetahuan atas resiko ini, maka yang harus kita siapkan sebagai pelanggan adalah:

1. Backup. Selalu siapkan backup sehingga anda tidak kehilangan ketika layanan itu dicabut

2. Jangan simpan data confidential di sana. Jika informasi ini tersebar, anda akan sulit menuntutnya

3. Siapkan mental bahwa bencana bisa terjadi tanpa anda bisa mengontrolnya

Nah, jika kesadaran akan resiko dan kesiapan untuk mengantisipasi hal terburuk yang mungkin terjadi seperti telah disebutkan di atas, maka anda boleh menyetujui TOS tanpa harus membacanya. Dan sebagai tambahan, walaupun anda sudah siap akan kondisi terburuk, jangan lupa untuk bersikap asertif. Karena dengan bersikap asertif ini, anda mungkin masih bisa mendapatkan apa yang anda inginkan dengan cara yang lebih mulus.

So, ngapain buang-buang waktu membaca TOS jika tujuan anda hanya untuk melindungi diri atau takut melanggar TOS? Siapkan saja mental anda karena itulah yg sesungguhnya dibutuhkan daripada membuang2 waktu membaca TOS yang cuma basa-basi dan isinya bisa berubah-ubah tanpa persetujuan anda.

Update:

27, Apr, 2007:

– Paragraph terakhir sedikit diubah untuk memperjelas maksud tulisan.

81 thoughts on “Tidak usah khawatir kalau nggak baca TOS

  1. Anda bisa lihat kapan saya mulai berkomentar dan apa yang saya komentari. Ketika anda mulai memberi komentar yang saya rasa tidak sesuai dengan pemahaman saya, saya jadi tertarik untuk terlibat.

    Terus terang saya masih tidak setuju dengan posting anda yang secara keseluruhan terkesan mengkampanyekan untuk tidak membaca ToS karena itu perbuatan yang sia-sia. Masih banyak manfaat yang bisa didapatkan dari membaca ToS. Saya bahkan tidak mengomentari bagian di mana anda mencampuradukkan definisi “pasal karet” dan pasal “sapu jagad” walaupun sebenarnya keduanya adalah dua pasal yang berbeda.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s