Tentukan limit dan coba pendekatan lain

Ide ini berawal dari sebuah perbincangan saya dengan Ivo, salah seorang teman saya yang beberapa minggu lagi akan berangkat ke SV. Saat itu terlontar pengakuan saya tentang ketidakpiawaian saya menggunakan search-engine. Sangat sulit bagi saya menemukan informasi yang saya butuhkan walaupun sudah tersedia berbagai seach-engine yg canggih yang canggih itu.

Selidik punya selidik ternyata saya terlalu lama mencari dan berkutat pada informasi yang tidak perlu sehingga akhirnya saya kelelahan sendiri dan pada akhirnya malah tidak mendapatkan apa-apa. Hal ini sebetulnya simple, namun ternyata saya baru menyadarinya ketika Ivo, si programmer yg memiliki spesialisasi di stock exchange environment ini, menyarankan pada saya untuk “menentukan limit dan ketika limit itu sudah tercapai maka saya harus mencoba dengan pendekatan lain”. Hal ini memang sebetulnya kecil dan harusnya saya bisa sadari sendiri. Namun saya beruntung karena nekad menceritakan pengalaman bodoh itu dan bertanya. Jika saya tak bertanya, mungkin saya tak akan pernah tahu kesalahan ini.

Belajar dari pengalaman search-engine tersebut, saya menyadari bahwa prinsip tersebut bisa juga diterapkan pada berbagai masalah lainnya. Salah satunya adalah dalam proses belajar yg kadang kala kita tidak mengalami kemajuan karena kita berkutat terlalu lama pada sesuatu yg tidak bisa kita selesaikan sehingga menghalangi kita untuk menyelesaikan hal lain yg sebetulnya mungkin bisa diselesaikan.

Contoh implementasi yg masih hangat adalah ketika saya mempelajari Quagga untuk memenuhi keinginan saya membuat eigrp daemon yg belum disediakan oleh Quagga. Berbeda dengan pengalaman saya dengan Wireshark yg memiliki dokumentasi yang lengkap dan detail bagi developer, Quagga tidak memilikinya. Saya tidak menemukan dokumentasi yang cukup untuk mengetahui bagaimana caranya membuat sebuah daemon yg paling simple atau semacam “hello world “-nya pada software tersebut. (note: ataukah saya saja yg tidak berhasil menemukannya ? Kalau teman2 ada yg tahu, tolong saya dikasih tahu ya). Akhirnya mau tidak mau saya harus mempelajari sendiri dari source code yg sudah ada, yg dalam hal ini adalah ospfd dan akhirnya saya mulai bisa membuat code untuk daemon saya. Coba bayangkan jika saya berkutat saja mencari dokumentasi dan tidak segera mencoba pendekatan lain, mungkin hingga saat ini saya masih belum juga memulai coding karena dokumentasi belum ditemukan.

Apakah cuma itu ? Ternyata tidak hanya itu, namun dalam hal mengejar cita tampaknya saya juga harus merubah strategi. Selama ini lagi-lagi saya tidak menetapkan limit untuk mencoba pendekatan lain. Saya masih mencoba meraihnya dengan pendekatan yang itu-itu saja padahal sudah mentok-tok-tok. Akibatnya ya jadi seperti ini, saya menjadi tidak conform di confort zone. Halah, dari ngomong seach-engine kok berujung di meraih cita-cita lagi. Nggak apa-apa ya, lah wong namanya juga blog.

Akhir kata, jangan lupa tetapkan limit dan coba pendekatan lain ketika sebuah usaha telah dilakukan dan belum berhasil ketika limit sudah tercapai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s