Menghadapi Salesperson dengan Kaset Kusut

Menghadapi Salesperson seringkali bukan hal yang mudah, terlebih lagi jika salesperson ini menghubungi kita dengan telemarketing alias menghubungi kita lewat pesawat telepon untuk menjual produk-produk-nya.
Secara teknis sebetulnya kita punya hak untuk menolak untuk mendengarkan presentasi seorang Salesman, namun seringkali tidak mudah melakukannya dengan cara yang dianggap sopan. Lebih sial lagi, karena sulitnya melakukan penolakan ini, terkadang kita malah menjadi terjebak untuk membeli produk tersebut.

Entah bagaimana cara Salesperson ini menemukan nomer telponku, aku begitu sering menerima telpon dari orang yang tidak dikenal dan menawarkan produk.
Para Sales ini memulai pembicaraan dengan cara yang cantik, seperti mengatakan bahwa saya baru saja menjadi seorang yg terpilih dari ribuan pelanggan kartu kredit untuk mendapatkan sebuah penawaran Istimewa, alasan survey, atau berbagai alasan lainnya. Hebatnya lagi, para salesperson ini begitu terlatih untuk menggiring pembicaraan sehingga sulit sekali bagi kita untuk menyelesaikan pembicaraan dengan sopan dan menutup telpon.

Sebagai contoh adalah pembicaraan berikut di bawah ini:
Salesperson: Selamat siang Pak Gemblung. Saya Sulastri dari PT Abrakadabra ingin mengucapkan selamat pada Bapak karena bapak telah saja terpilih dari sejuta pelanggan Kartu KerPor untuk memenangkan sebuah kesempatan istimewa untuk mendapatkan kartu kredit UcritBank. Kartu ini bla bla bla bla bla….
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik.
Salesperson: Kalau boleh tahu, apa yg membuat tidak tertarik Pak ? Apakah karena bunganya ? Atau limitnya ?
Gemblung: Limitnya terlalu rendah, dan juga bunganya agak tinggi
Salesperson: Kartu Kredit UcritBank ini mempunyai limit lebih besar dari kartu kredit lainnya lho Pak. Sebagai contoh bla bla bla bla bla…..
Bagaimana Pak, ingin memilih yg Perak atau yg Emas ?
Gemblung: hmmmm….. gimana ya Pak ?
Salesperson: Yang Perak memiliki keuntungan bla bla bla… .sementara yg Emas adalah bla… bla bla bla….
Jadi, saya kirim kartunya besok atau lusa Pak ?
Gemblung: hmm….lusa deh

Dan akhirnya, si Gemblung mau juga deh menerima tawaran kartu kredit UcritBank tersebut. Padahal khan si Gemblung tadinya nggak kepingin. Hanya karena si Gemblung tidak tahu bagaimana caranya menutup pembicaraan, maka si gemblung terjebak untuk membeli.
Kalaupun tidak terjebak untuk membeli, si Gemblung telah kehabisan waktu begitu lama karena si salesperson menyita waktunya dengan menjelaskan produk-nya dan pembicaraannya tak bisa dihentikan.

Salah satu cara yg paling ampuh adalah cara yg digunakan oleh Mrs R teman saya. Dia akan langsung menjawab “tidak tertarik !!!!”, dan langsung menutup telpon tanpa basa-basi lagi. Cara ini memang ampuh, namun tidak semua orang tega melakukannya.

Cara yg saya coba tawarkan pada tulisan ini adalah sebuah teknik yg dikenal dengan nama “Broken Record” atau Kaset Kusut. Teknik ini menurut saya cukup ampuh dan sopan untuk menghentikan seorang salesperson. Metodenya adalah dengan mengulang-ulang apa yg ingin kita katakan tanpa perlu penjelasan lain.

Sebagai contoh, mari simak pembicaraan berikut.
Salesperson: Selamat siang Pak Gemblung. Saya Sulastri dari PT Abrakadabra ingin mengucapkan selamat pada Bapak karena bapak telah saja terpilih dari sejuta pelanggan Kartu KerPor untuk memenangkan sebuah kesempatan istimewa untuk mendapatkan kartu kredit UcritBank. Kartu ini bla bla bla bla bla….
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik.
Salesperson: Kalau boleh tahu, apa yg membuat tidak tertarik Pak ? Apakah karena bunganya ? Atau limitnya ?
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik
Salesperson: Boleh saya tahu apa yg membuat bapak tidak tertarik ?
Gemblung: Maaf Pak, saya tidak tertarik.
Salesperson: Baiklah Pak, kalau begitu, selamat siang.
Gemblung: Selamat Siang

Dari contoh di atas, bisa dilihat teknik kaset kusut telah membuat si salesperson kehabisan ide dan tak tahu lagi mau bicara apa sehinga si salesperson mengakhiri pembicaraannya dan tidak berhasil memaksa kita untuk membeli produknya.

Teman2 pernah mengadapi masalah yg sama dengan salesperson ? Sudahkan teman2 mencoba teknik kaset kusut ini ? atau punya metode lain yg juga ampuh ?
Share dong pengalamannya….

3 thoughts on “Menghadapi Salesperson dengan Kaset Kusut

  1. Hehehe….. bagus juga tuh triknya bank, ntar aye praktekin dah.
    Emang susah2 gampang sih ngadepin sales, mereka punya segudang cara untuk mendapatkan pelanggan, maklumlah wong mereka juga cari makan je.

    Suka

  2. itu memang salah satu teknik menjual, namanya “seni bertanya”

    jadi penjual akan terus bertanya ke calon pelanggan sampai mengetahui kebutuhan dan keinginannya apa, jadi pertanyaannya memang akan menggiring calon pelanggan melakukan pembelian..

    jawaban kaset kusut mungkin cuma bisa berpengaruh pada penjual dengan level medium, kalo ketemu penjual dengan level expert, cepat atau lambat, pasti akan terjadi pembelian😀

    kalo tips dari saya sih terus kabur aja n cuek bebek, harus tega, jangan pernah menyerah, karena penjual sendiri ga kenal kata menyerah, kecuali penjual yang ga niat, dia nawarin 3x, kita tolak 4x, dia nawarin 10x, kita tolak 11x😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s