Menampilkan Post berdasar kategori di Page

Sudah cukup lama blog ini tidak terupdate. Kepindahanku ke Dubai rupanya sedikit banyak mengubah proporsi kehidupan online vs offlineku setahun belakangan ini. Jika sebelumnya aku punya lebih banyak waktu untuk beraktifitas online seperti menulis blog ataupun mengubah status FB, namun sekarang ini lebih banyak main dengan anak atau main dengan teman2 di luar sehingga blog menjadi terbengkalai.

Hari ini kebetulan tidak begitu banyak kegiatan offline sehingga aku easy money di rumah. Kebetulan seorang teman lama -yg juga merupakan camat di Kuwait- menyapaku lewat YM. Beliau rupanya sedang memulai karir sebagai blogger -barangkali karena hasrat ndobos sudah mulai terasa- dan ingin menanyakan sesuatu kepadaku tentang bagaimana caranya menampilkan post-post berdasarkan kategori tertentu di tab.

Sebagai blogger yg sudah lama, aku jadi malu karena tak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Sehingga apa boleh buat aku googling dengan susah payah dan erika…eh eureka rupanya pertanyaan tersebut sudah pernah ditanyakan oleh orang lain dan sudah ada jawabannya.

Kata kunci yg dibutuhkan untuk membuat hal tersebut adalah dengan mengganti theme wordpress kita dengan theme yg memiliki fitur “custom menu“. Dengan memilih theme tersebut, maka kita akan mempunya pilihan untuk membuat menu sendiri, seperti yang terlihat di bawah ini:

Setelah menu tersebut disimpan dan diaktifkan, maka hasilnya akan seperti blog saya ini, yg mana ada tab teknologi yg menampilkan tulisan-tulisan yg berkategori teknologi saja.

Mau penjelasan step-by-step? Silahkan buka link berikut ini. Selamat mencoba !

Sudah pakai GPS kok

Saat aku kecil dulu, aku senang sekali bersepeda keluar masuk kampung. Aku menikmati saat melihat pemandangan baru, jalan-jalan yang tak pernah aku lewati, serta berbahagia ketika bisa menemukan sebuah jalan tembus atau jalan alternatif dari jalan yang biasa dilewati umum.

Ketika usia beranjak dewasa, kebiasaan main sepeda sudah tidak dilakukan. Jarak keliling kampung sudah tak menarik lagi, aku lebih tertarik untuk melakukan perjalanan antar kota atau mblasak-mblusuk di dalam kota mencari jalan baru sehingga membutuhkan kendaraan bermotor.

Kesenangan ini tidak hilang dan masih ada hingga saat ini. Oleh karenanya, setiap berada di tempat baru, aku biasanya menyempatkan diri untuk berkeliling entah naik bis, jalan kaki ataupun mengendara mobil. Untung saja aku sempat mengurus SIM internasional sebelum meninggalkan Kuwait beberapa bulan yang lalu, sehingga aku bisa memanfaatkan ijin mengemudi tersebut ketika ada kesempatan training pada bulan mei-juni lalu di lembah silikon.

Ada yang berbeda ketika mengendara di US dibandingkan dengan Kuwait atau Indonesia. Rambu-rambu lalu lintas agak berbeda dan tidak pernah aku lihat sebelumnya di Indonesia seperti jalur khusus sepeda, jalur khusus untuk kendaraan dengan penumpang minimun dua orang, dan warna tepi pembatas jalan yang menandakan berapa lama boleh parkir di pinggir jalan tersebut. Selain rambu, cara berkendaraan di sana juga agak berbeda. Salah satunya adalah tanda “stop” yg mana artinya harus benar-benar stop jika tak mau ditangkap polisi. Berbeda dengan di Indonesia atau Kuwait, para umumnya orang tidak benar2 berhenti pada tanda tersebut apalagi jika jalan di depannya kosong. Kepatuhan pengemudi pada tanda “stop” ini membuat lebih rileks ketika jalanan agak padat di persimpangan karena semua orang secara otomatis bergantian melewati persimpangan.

Masih ada satu lagi pengalaman yang berbeda ketika aku mengendara di Amriki yaitu pada saat itu adalah saat pertama kali aku mengendara menggunakan GPS. Sebagai anak ndeso dan kampungan -walaupun aku tahu apa itu GPS dan bagaimana cara kerjanya- namun aku belum pernah menggunakan alat tersebut sebelumnya untuk mengemudi. Rupanya teori tak sama dengan praktek. Aku pikir menggunakan GPS akan mempermudah perjalanan menuju tujuan. Walhasil yang terjadi tidak demikian. Aku malah mblasak-mblusuk selama satu jam di sekitar Santa Clara menyadari aku berada di tempat yang salah ketika tiba2 GPS berkata,”you reached the destination”.

Kenapa bisa mblasak-mblusuk sekian lama dan malah sampai di tempat yang salah? Yang pertama adalah karena aku selalu terlambat berbelok ketika seharusnya sudah berbelok. Aku mengira masih harus menunggu di belokan yg di depan, eh ternyata ketika belokan tersebut aku lewati kok si GPS protes dan berkata,”Calculating Route”. Sialnya, rute baru yg dilewati berputar-putar sehingga aku makin kehilangan orientasi aku ada di mana. Begitulah yang terjadi sehingga aku menghabiskan waktu satu jam lebih berputar2 di Santa Clara karena selalu luput ketika harus berbelok.

Lalu kok bisa sampai di tempat yang salah? Ini bukan disebabkan karena gagap teknologi melainkan karena gagap lokasi. Aku tak mengira ada dua tempat yang namanya hampir mirip, yaitu Monterey road dan Monterey highway. Ketika tidak melihat opsi yang highway ketika memilih yg road. Dan walhasil aku terpaksa harus termangu2 di tengah kota yang jauh dari tempat yang semestinya ingin aku tuju.

Huh, ternyata sudah pakai GPS masih juga nyasar. Dasar wong ndeso !!!

Tulisan terkait:

SIM internasional di Kuwait

Setelah mengobok2 blog mbak Susy berikut ini, aku akhirnya memutuskan untuk mengurus SIM internasional juga berdasarkan informasi yg ada di blog-nya mbak Susy tersebut.

Walaupun informasi sudah jelas dan rinci dituliskan di sana, namun berhubung aku tidak tahu persis di mana lokasi Sultan Centre Shuwaikh, maka aku berangkat ke sana pagi ini dengan kondisi siap mental bakalan kesasar lagi seperti biasanya jika aku mencari tempat tanpa alamat yg jelas.

Langkah pertama adalah melaju melalui Road 4 ke arah Sultan Center Shuwaikh. Berhubung aku tidak tahu persis di mana lokasi tempat belanja tersebut, maka aku mengira-ira saja di mana gerangan posisinya berada. Yang aku tahu hanyalah bahwa Sultan Center akan berada di sebelah kanan jika aku sudah melewati Alghanim Safat.

Tidak ada halangan yg berarti menemukan Sultan Center Shuwaikh, walaupun aku kebablasan sampai ke ujung jalan, namun aku bisa juga mendaratkan mobilku di depan Sultan Center Shuwaikh dengan selamat. Sesampainya di sana, maka dengan penuh percaya diri aku turun dari mobil dan bertanya pada Satpam pada hyper market tersebut dengan bahasa Inggris yg ancur2an,”Excuse me. Do you know where Kuwait Auto Mobile is ?”. Tidak seperti yg aku perkirakan, ternyata si satpam tidak bisa berbahasa Inggris dan hanya bisa berbahasa Arab. Dia langsung memanggil seorang kolega-nya -salah seorang pelayan toko- dan merujukku ke sana. Rupanya masalah tidak terpecahkan karena ternyata dia juga tak bisa berbahasa Inggris.

Namun satu clue yg aku dapatkan di situ bahwa mereka tidak tahu apa yg sedang aku bicarakan, bahkan mereka barangkali tidak familiar dengan nama tersebut. Oleh karenanya – daripada membuang2 waktu untuk berbicara dengan bahasa isyarat- aku memutuskan untuk mohon permisi dan mencoba berjalan mengitari tempat tersebut sambil memanjangkan leher dengan harapan bisa menemukan tempat tersebut sendiri.

Setelah beberapa kali berputar2 dan bertanya pada orang yg sialnya tidak ada yg bisa berbahasa Inggris, maka akhirnya aku menemukan juga tempat tersebut. Rupanya tempat tersebut berada sebelum Sultan Center Shuwaikh sehingga aku tidak melihatnya karena patokanku adalah Sultan Center Shuwaikh.

Setelah menemukan tempat tersebut barulah aku tersadar bahwa nama tempat tersebut adalah “Kuwait International Auto Club”. Pantesan aja nggak ada yg tahu lokasinya, wong aku salah menyebutkan namanya. Begitulah akibatnya terlalu PD bahwa ingatan tak lagi seperti dulu sewaktu masih jamannya jadi programmer yg mampu mengingat ratusan baris kode yg pernah ditulis tanpa harus scrolling.

Masih untung aku cuma nyasar sekitar lokasi saja dan tidak tiba2 mak jendul di Iraq atau Arab Saudi. :D

Berikut adalah petanya di google maps

View Larger Map

Lokasinya Road 4, persis di seberang Alghanim Safat. Jika kita mengemudi di sisi jalan yg berseberangan dengan Alghanim Safat, maka lokasi KT ada di sebelah kanan sebelum jalan ke kanan di seberang Alghanim Safat.

Proses pengurusan SIM Internasional sangat singkat dan cepat, seperti yg telah dituliskan oleh mbak Susy. Hanya dibutuhkan satu lembar foto dan SIM Kuwait maka SIM sudah bisa didapat dalam waktu 5 menit.

Moral of the story: “Jangan lupa bawa catatan walaupun yakin bahwa ingatan masih bagus.”

Haruskah dipertahankan?

Aku iseng-iseng melihat statistik blog ini di dashboard. Ternyata pengunjung dan pembaca blog ini sudah sangat berkurang drastis. Dulu ribuan pengunjung dalam 1 bulan, sekarang dalam 1 bulan hanya bebearpa ratus. Walah jauh amat ya berkurangnya sampai cuma satu per sepuluh dari yg pernah ada.

Hal ini sebetulnya bukan hal yg mengherankan, karena blog ini memang sudah sangat jarang sekali aku update sehingga para pengunjung barangkali sudah bosan melihat page ini dan tidak melihat satupun tulisan terbaru muncul di sini. Aku sempat terpikir untuk menghapus saja blog ini, karena aku sudah lama bercita2 untuk membuat blog dalam bahasa Inggris namun selalu aku urungkan karena pemirsa ndobosan di blog-ku ini barangkali menyukainya karena bahasa yg digunakan adalah bahasa Indonesia.  Jika tiba-tiba isinya diganti dengan bahasa Linggis eh Inggris tentu akan membuat banyak penonton kecewa.

Statistik yg menurun drastis ini membuatku berpikir ulang untuk mencoba melakukan rebranding terhadap blog ini, ditulis dengan bahasa Linggis sehingga memperbesar peluang datangnya pembaca ke blog ini tidak terbatas oleh kesulitan bahasa.

Bagaimana menurut teman2 yg masih setia membaca blog ini? Jika blog ini diganti pakai bahasa Engris kira2 akan lebih banyak dibaca atau justru malah tambah jarang yg mbaca ya?

Surat cinta di pagi ini

Hari ini aku terbangun dari tidur pada jam yg tidak biasa. Tidak ada mimpi buruk ataupun mimpi aneh sama sekali ketika aku tertidur tadi malam. Tidak ada jari jemari, jempol, kelopak mata, ataupun berbagai anggota tubuh lainnya yg bergetar2 atau berdenyut2 yg konon katanya memberikan firasat atau apapun. Pokoknya semua berjalan seperti biasa, tanpa ada tanda-tanda akan ada yg terjadi pagi ini.

Namun hari ini berubah menjadi tidak biasa ketika aku sampai di mobilku dan menemukan catatan berikut menempel di kaca spion mobilku.

Ada yg tahu apa artinya? Apakah itu surat cinta dari salah satu penggemar? atau apa ya?

PDFEdit yang leleto

Entah apa yg dilakukan oleh PDFEdit sehingga memakan CPU proses hinggal 100 persen dan bikin kompieku jadi leleto begini. Padahal cuma dipakai untuk menambahkan text pada dokumen PDF yg ingin aku edit.

ada yg bisa memberi masukan bagaimana caranya mengoptimalkan penggunaan CPU-nya sehingga nggak jadi leleto begini?

Bulan Madu

Berikut adalah pembicaraanku kemarin dengan seorang client

aku: Where is Mr X?
teman: He is going for honeymoon.
aku: He’s been married for a long time, right? Is this a second honeymoon?
teman: Kuwaitis have a lot of honeymoons
aku: Ah, I didn’t know that Kuwaitis have a lot of honeymoons. Are they going for honeymoon every year?

Temanku nyengir kuda….. dan lalu dia berkata,
“actually, Kuwaitis have a lot of wifes”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.