Namaku Bank Al

Catatan perjalanan penggemar strategi laut biru

Arsip untuk 'Strategi' Kategori


Standing Out of The Crowd

Ditulis oleh bank_al di/pada April 26, 2008

Seorang adik sepupuku pernah mengalami kesulitan mencari pekerjaan setelah menamatkan program diplomanya dari sebuah PTN. Karena sudah begitu banyak lamaran dikirim namun tidak mendapat tanggapan, akhirnya dia meminta saranku tentang bagaimana caranya agar dia bisa mendapatkan panggilan interview.

Agar bisa memberikan jawaban yang pas, aku mencoba memposisikan diriku sebagai hiring manager. Dan sebagai langkah pertama akupun meminta resume-nya. Resume-nya terlihat sangat standard yg formatnya persis seperti formulir riwayat hidup yg suka dijual di warung2 kelontong. Dari situ saja sudah bisa aku duga bahwa HRD tidak melirik resume-nya sama sekali sehingga besar kemungkinan lamaran-lamaran yang dia kirimkan tidak dibaca oleh HR dan mungkin sudah langsung masuk ke tempat sampah. Oleh karenanya saran pertama yg kuberikan padanya adalah agar memperbaiki resume-nya.

Setelah itu, dengan mengasumsikan bahwa resume-nya bagus, maka aku mencoba memposisikan diri sebagai interviewer. Dan si adik sepupu kuberikan sebuah pertanyaan sederhana yaitu,”Saat ini ada banyak pelamar-pelamar lain yg menginginkan pekerjaan yg sama. Banyak di antara mereka bahkan berasal dari PTN-PTN yg lebih terkenal dan terpercaya daripada PTN tempatmu kuliah. Nah, tolong berikan alasan pada saya mengapa saya memilihmu dan tidak pelamar-pelamar yg lain?” Pertanyaan saya ini ternyata tidak bisa dijawab oleh adik sepupu saya. Dari sini saya sudah bisa mengetahui sebab-sebab mengapa sulit baginya mencari kerja. Oleh karenanya saya sarankan padanya untuk mencari jawaban atas pertanyaan itu dulu supaya lebih sukses berburu pekerjaan.

Kasus di atas mirip dengan kasus keponakan salah seorang teman saya. Beberapa hari yg lalu teman saya ini bertanya pada saya,”Bang, punya teman cowok yg sedang mencari jodoh nggak?”. Aku menjawab,”Saat ini tidak. Tapi mungkin saja besok2 ketemu.” Kemudian akupun meminta temanku itu untuk mendeskripsikan lebih jauh keponakannya supaya saya punya bayangan kepada siapa saya bisa mengenalkan keponakannya tersebut. Teman saya hanya bersedia memberikan jawaban bahwa keponakannya itu angkatan 94 dan berjilbab. Tidak ada informasi lebih jauh yg diberikan padaku sehingga membuatku melongo. Bahkan foto-nyapun aku tidak bisa melihatnya.

Aku mencoba membayangkan seandainya aku adalah seorang lelaki single yg sedang mencari calon istri dan kemudian ada teman yg datang pada saya,”Bang, aku punya teman perempuan berjilbab angkatan 94 lagi cari jodoh. Mau kenalan nggak?” Jika aku yg ditanya demikian, besar sekali kemungkinan aku akan menjawab “Males ah.” Mengapa demikian? Karena ada begitu banyak perempuan yg berumur di bawah 30 yg juga sedang mencari jodoh. Dan seandainya kriteriaku adalah perempuan berjilbab, maka ada banyak sekali perempuan berjilbab di Indonesia ini yg juga sedang mencari jodoh. Jika aku bisa mendapatkan yg masih berumur 20-an, lantas mengapa aku harus memilih yg berumur 32 tahun?

Well, tentu saja jawabanku itu mengasumsikan bahwa pada umumnya laki2 mencari istri yg lebih muda darinya. Sehinga, jika usia si perempuan adalah 32, maka dia harus mencari pria-pria yg usianya di atas itu, sementara di Indonesia relatif tidak banyak pria-pria berusia di atas 30 yang masih lajang. Dan bahkan pria berumur di atas 30 sekalipun, ternyata juga masih mencari calon istri yg berumur 20-an. Oleh karenanya, peluang keponakan teman saya ini relatif kecil jika dia harus bersaing dengan perempuan-perempuan muda lainnya sementara dia tidak menunjukkan kelebihan lain.”

Cerita tentang adik sepupuku dan keponakan temanku ini menunjukkan bahwa seringkali kita tidak sadar bahwa kita sedang tersembunyi di antara keramaian dan berharap untuk terlihat dan dipilih. Kita tidak sadar dan terlupa untuk berdiri di tempat yg tidak tertutup oleh keramaian sehingga terlihat, atau dengan bahasa Jawa-nya adalah,”Standing out of the crowd”.

Untuk bisa “standing out of the crowd”, maka kita harus mengetahui apa kelebihan kita dibandingkan dengan pesaing-pesaing kita. Pada kebanyakan kasus, kita sering kelabakan jika ditanya apa kelebihan kita. Persis seperti kasus keponakan saya yg cuma bisa melongo ketika saya tanya kelebihannya dari pelamar-pelamar lain. Dalam kasus yg lain, kita mungkin tahu bahwa kita punya kelebihan, namun kita terlupa bahwa kita sedang berada di balik kerumunan orang banyak sehingga kita tidak berusaha untuk keluar. Contohnya adalah teman saya yg tidak mau menunjukkan kelebihan keponakannya sehingga akupun jadi malas-malasan mengenalkannya pada temanku (jika kebetulan ada). Aku tidak mau kelabakan ditanya oleh temanku,”Apa kelebihan keponakan temanmu itu sehingga kau perkenalkan dia kepadaku ?”

Demikianlah kiranya dongenganku tentang salah satu strategi untuk bersaing di laut merah yaitu “standing out of the crowd”. Nah, selain dengan mengetahui dan menunjukkan kelebihan kita, cara apa lagikah yg kira-kira bisa membuat kita standing out of the crowd? Monggo, ditunggu masukannya.

Ditulis dalam Strategi | 2 Komentar »

Strategi orang telanjang

Ditulis oleh bank_al di/pada April 25, 2008

Kemarin aku iseng-iseng membuka kembali blog lama, yaitu blog yg pertama kali aku buat sebelum pindah ke wordpress ini, yg beralamatkan http://bank-al.blogdrive.com/. Aku sudah lupa bahwa ternyata aku bisa menulis begitu renyah dan santai pada saat itu dan begitu mudahnya juga melahirkan tulisan-tulisan yg membuatku mengingat-ingat kembali momen-momen lama yg layak dikenang. Sungguh berbeda sekali rasanya dengan mood-ku ngeblog beberapa bulan terakhir ini yg seringkali membuat keningku berkerut hanya untuk melahirkan tulisan.

Aku mencoba memutar kembali ke masa lalu dan mencoba mengingat mengapa hal ini bisa terjadi. Selidik punya selidik ternyata tulisan-tulisanku mulai macet setelah blog-ku mendapat kehormatan dari Ronny untuk masuk Planet Terasi. Mungkin karena sebagian dari penulis-penulis di sana adalah tipe-tipe serius yang memiliki gaya menulis kelas berat sehingga kadang membuat kepala yg membacanya juga berat, maka aku terbawa suasana untuk menulis yg berat-berat juga. Akibatnya, karena gaya asliku yang cenderung santai ini bertentangan dengan suasana yg ada, otakku jadi macet dan tulisan-tulisanku jadi makin jarang keluar.

Untunglah, ribut-ribut bru-ha-ha telah mengakibatkan blog-ku ini keluar dari Planet Terasi. Walaupun sedikit kecewa karena blog-ku dikeluarkan tanpa pemberitahuan, namun hari ini aku menyadari bahwa sebetulnya ini adalah ide yang baik. Dengan tidak munculnya tulisanku di sana, itu berarti aku bisa kembali lagi pada style lamaku menulis dengan santai tanpa beban sehingga blog yg semestinya personal ini memang betul-betul menjadi sebuah tulisan personal dan bukan sebuah situs penyedia artikel seperti media-media cetak atau online lainnya.

Agak aneh juga mengapa aku bisa grogi ketika menulis padahal aku bisa mengatasi kegugupan ketika harus spontanitas bicara di depan publik. Mungkin karena ada tips dari pembicara-pembicara kaliber agar kita membayangkan sedang berbicara di depan orang telanjang ketika sedang berada di atas panggung untuk mengatasi kegugupan. Entah mengapa, ketika aku coba menggunakan strategi orang telanjang ini, it didn’t work at all. Aku nggak ngerti strategi apa yg digunakan oleh pak BR dan Paman Tyo sehingga bapak-bapak ini bisa menulis dengan santai tanpa beban walaupun tulisan-tulisan mereka juga seringkali tidak berbau teknologi. Mungkin mereka bisa merecovery bayangan orang telanjang yg tepat sehingga bisa tetap santai sementara aku salah mengambil model.

Nah bagaimana dengan teman-teman, ada yg merasa grogi juga ketika menulis dan dibaca banyak orang sehingga menambahkan beban ketika menulis? Jika memang ada, apa taktik yg anda gunakan untuk mengatasinya?

Ditulis dalam Strategi | 5 Komentar »

Menghadapi Pilihan

Ditulis oleh bank_al di/pada April 18, 2008

Hidup ini memang penuh dengan seni. Kadang kita berada dalam satu kondisi di mana kita menginginkan perubahan namun kita tidak punya pilihan. Namun kadang di suatu saat yg lain, kita berada di suatu kondisi di mana pilihan terlalu banyak sehingga kita kebingungan memilih satu yang terbaik dari pilihan-pilihan tersebut karena masing-masing pilihan itu mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Jika anda berada dalam kondisi kedua, yaitu harus memilih satu dari begitu banyak pilihan yang masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan, langkah apa yg akan anda lakukan untuk mengambil keputusan yang terbaik?

Ditulis dalam Strategi | 2 Komentar »

QoS dalam Blogging

Ditulis oleh bank_al di/pada April 16, 2008

QoS adalah singkatan dari Quality of Service yang bisa diterjemahkan secara bebas adalah sebuah bentuk jaminan kualitas atas sebuah layanan. Istilah ini tentu cukup familiar bagi teman-teman yang bergelut di bidang networking karena terminologi ini banyak sekali dipakai di sana. Penjelasan secara lebih detail dan komprehensif mengenai QoS bisa dilihat pada penjelasan Wikipedia pada tautan berikut ini.

Walaupun QoS lebih sering digunakan dalam terminologi networking, namun konsep ini sebetulnya bisa juga diterapkan dalam berbagai layanan-layanan lainnya seperti misalnya layanan transportasi Bus Way, layanan pembuatan KTP dan bahkan layanan Blogging. Nah, dalam tulisan kali ini, saya akan membahas bagaimana menerapkan QoS dalam blogging.

Sebelum masuk pada QoS-nya sendiri, tentu ada baiknya kita tinjau dulu layanan apa yg kita sediakan sewaktu kita nge-blog. Jawabannya tentu saja cukup sederhana yaitu tulisan-tulisan bagi pembaca-pembaca blog kita. Nah, lantas tulisan yang bagaimana yang diinginkan oleh pembaca? Dan kualitas seperti apa yg ingin diberikan bagi pembaca blog kita? Tentu saja jawaban dari blogger satu dan blogger lain akan berbeda. Namun perbedaan itu tidak penting, yg penting adalah jika jawaban itu sudah ditemukan, maka barulah kita (sebagai penulis) bisa menentukan langkah-langkah yg harus ditempuh agar kualitas itu terpenuhi.

Salah satu contoh adalah tulisan Andri yg menginspirasi saya hari ini tentang Hiatus. Walaupun Andri belum menceritakan kepada saya layanan apa ingin dia berikan pada pembaca-pembaca blog-nya, namun saya menduga Andri berkeinginan untuk menyenangkan pembaca-pembacanya dengan menyajikan entri-entri baru setiap hari. Hal ini mungkin akan mudah dicapai jika Andri selalu mempunyai ide dan waktu setiap hari untuk menuliskan entry baru. Lantas bagaimana jika pada suatu saat dia berhalangan dan tidak sempat menulis? Hal ini tampaknya akan membuat Andri merasa gelo (hmm, apa ya terjemahan gelo dalam bahasa Indonesia?) sehingga Andri menemukan strategi timestamp ini. Dengan menggunakan timestamp, Andri menyadari bahwa kadangkala dia mempunyai banyak sekali ide tayangan (lebih dari satu) sehingga dia bisa melahirkan lebih dari satu tulisan dalam satu hari, padahal di hari yang lain tidak bisa melahirkan tulisan apapun. Dengan menggunakan timestamp, Andri bisa menjadwalkan publikasi entri-entri tersebut sehingga setiap memungkinkan Andri untuk membuat sebuah tulisan pada hari ini namun dimunculkan besok ketika besok harinya tidak akan sempat menulis karena harus menghadiri acara mantenan. Strategi yang sangat cantik dari Andri sebagai QoS dari aktifitas Blogging-nya.

Nah, bagaimana dengan anda? apakah anda juga mempunyai ukuran kualitas sendiri atas aktifitas blogging anda? Apa tantangan-tantangan yg anda hadapi dalam menyajikan kualitas tersebut? Dan bagaimana strategi yang anda gunakan untuk menjamin QoS-nya? Monggo disharing di sini.

(*) gambar diambil dari http://www.plixer.com/manual/images/statusQos.jpg, dan gambar ndak ada hubungannya dengan tulisan ini. Hanya ditambahkan biar entri ini tampak sedikit lebih cantik aja. :)

Ditulis dalam Strategi, teknologi | 1 Komentar »

Jebakan Kwalitas

Ditulis oleh bank_al di/pada Maret 27, 2008

Seringkali aku membuka blog ini dan bersiap-siap untuk menulis. Namun apa daya,  setelah berjam-jam memandangi halaman kosong tersebut akhirnya tidak satupun tulisan bisa tertayangkan. Mengapa bisa demikian? Aku terpaku saja tidak jadi menulis karena ragu apakah tulisanku akan berkwalitas atau tidak. Hambatan yang mungkin juga dialami orang-orang lain sehingga sebagian orang malah bahkan belum mau membuat blog karena belum merasa memiliki ide untuk menuliskan sesuatu yg berkualitas.

Lalu timbul pertanyaan di kepalaku, “Apa yg harus dilakukan agar bisa lebih sering menelurkan tulisan yang berkwalitas?”. Dulu pernah terpikir olehku bahwa frekwensi tulisan yg berkwalitas ini tersendat karena kurangnya ide dan kreatifitas. Lalu berbagai cara kucoba untuk meningkatkan kreatifitas, namun tetap saja ide-ide atas tulisan berkwalitas masih belum muncul.

Akhirnya aku ingat pepatah lama,”Practice makes perfect.” Artinya kita harus rela jatuh dari sepeda berkali-kali sebelum bisa mengendarai sepeda dengan satu roda.  Harapan agar tulisan-tulisan yg terlahir hanyalah tulisan-tulisan berkwalitas ternyata mengandung jebakan karena harapan ini memperkecil kesempatan untuk berlatih sehingga kwalitas juga makin sulit didapat.  Bingung ngggak? Kalau bingung silahkan ndodok dulu.

Kesimpulan, kwalitas timbul karena kwantitas yang dihasilkan dari latihan. Oleh karenanya, relakan untuk jatuh dan lepaskan diri dari jebakan kwalitas demi tercapainya peningkatan kwalitas.

Ditulis dalam Strategi | Tidak ada komentar »

Pelanggan RSS?

Ditulis oleh bank_al di/pada Maret 25, 2008

Terprovokasi oleh Mas Budi Putra dalam tulisan ini, akhirnya saya mengubah feed saya yg tadinya hanya berupa summary menjadi full feed. Apakah betul pembaca setia itu adalah pelanggan RSS kita? Entahlah, secara sekilas sih yg namanya pelanggan itu memang lebih setia daripada yang cuma sekedar numpang lewat. Hanya saja aku masih belum tahu bagaimana caranya mengetahui siapa saja yg menjadi pelanggan kita, apa saja yg dibaca oleh pelangan RSS kita, dan topik-topik apa saja yg disukai oleh pelanggan RSS kita.  Seringkali informasi-informasi statistik seperti ini berguna bagi saya yg kadang-kadang kehabisan ide untuk menulis dan mencoba mencari ide dengan melihat permintaan pasar (halah, kayak pedagang aja).

Ada yang tahu bagaimana caranya memonitor statistik pelanggan RSS di wordpress.com?

Ditulis dalam Strategi, teknologi | 3 Komentar »

Jurus Mencari Jodoh

Ditulis oleh bank_al di/pada Februari 8, 2008

Berkat adanya YM, aku seringkali dicurhati teman-teman perempuan yg kepingin punya pasangan namun kebingungan bagaimana caranya mencari jodoh. Salah satu diantaranya, sebut saja namanya Lady, mengaku bahwa dia tinggal di sebuah daerah yg terpencil sehingga semua laki-laki yang mendapatkannya menjadi minder dan mundur. Banyak laki2 yg dikenalkan pada Lady, namun semua mundur teratur ketika mengetahui Lady ini pintar dan berpendidikan tinggi.

Tidak hanya Lady, ternyata Ndek dan teman2nya juga mengalami hal yg serupa sehingga frustasi. Tentu saja ke-frustasi-an ini bukan karena tidak ada laki2 yang mendekati. Banyak laki2 yang mendekatinya, namun sialnya yg datang itu belum ada yg cocok dengan kriteria pria idaman yang dinanti2kan.

Kisah Lady ini mengingatkanku tentang masalah yg pernah aku hadapi juga beberapa tahun yang lalu. Aku lihat teman-teman yg kesulitan mencari jodoh ini bukan karena tidak ada laki2 yg tertarik pada mereka. Hanya saja mereka berada dalam kolam yang salah.

Ah, jadi ingat tulisan yg pernah aku tulis di tahun 2004, dan mungkin ada baiknya aku angetin lagi di sini.

Jurus-Jurus Mencari Jodoh I
by: Alfred Alinazar, 30 April 2004

Jurus pertama: “Anda mungkin saja bisa mencari ikan dengan memancing di sungai, kolam ikan, danau, ataupun bak mandi. Namun jika anda ingin lebih mudah mendapat ikan, pergilah ke kolam pemancingan yg ikan2nya sedang kelaparan.” Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Strategi | 44 Komentar »

Kehidupan si beruntung dan si malang

Ditulis oleh bank_al di/pada Januari 31, 2008

Ngobrolin tentang definsi keberuntungan saja tentu tidak akan mengasyikkan jika tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mendapatkan keberuntungan itu. Untungnya, ada riset Om Wismawan eh maksudnya Wiseman ini yang mencoba menunjukkan bahwa keberuntungan itu sebetulnya adalah sesuatu yang bisa diusahakan. Wiseman juga mencoba membuktikan hasil penelitiannya tersebut dengan membuat sebuah sekolah yang disebutnya dengan nama “luck school” untuk membuat orang-orang menjadi lebih beruntung.

Riset Om Wiseman dilakukan dengan meneliti titik-titik ekstrim, yaitu orang-orang yang mengaku mengalami keberuntungan terus menerus dari waktu ke waktu dan juga orang-orang yang mengalami kesialan terus-menerus. Orang-orang yg super beruntung dan super sial ini kemudian dianalisa perilakunya sehingga akhirnya Wiseman menemukan bahwa orang-orang yang beruntung ini mempunyai sikap yg berbeda dalam menghadapi hidup dibandingkan dengan orang-orang yg sial.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kehidupan orang-orang super beruntung dan super sial ini berbeda dalam 4 kategori besar berikut:

  1. Si beruntung terus menerus menemukan kesempatan untuk beruntung. Mereka seringkali secara tidak sengaja bertemu dengan orang-orang dan peluang-peluang yg bisa menguntungkan baginya. Sementara si malang kebalikannya, mereka seringkali bertemu dengan orang-orang yg merugikan hidupnya.
  2. Si beruntung bisa mengambil keputusan yang baik tanpa berpikir panjang dan bahkan mereka sendiri tidak tahu mengapa mereka mengambil keputusan itu. Mereka sepertinya tahu kapan mengambil keputusan yg baik dan kepada siapa mereka harus percaya atau tidak percaya. Sementara sebaliknya, si malang justru cenderung mengambil keputusan yg merugikan hidupnya.
  3. Mimpi, ambisi dan tujuan si beruntung hampir selalu menjadi kenyataan. Sementara si malang mimpinya hanya mimpi tinggal mimpi.
  4. Si beruntung bisa membalikkan kejadian buruk menjadi sebuah keberuntungan. Sementara si malang hanya bisa menggerutu dan meratap ketika menghadapi sebuah kejadian buruk.

Wiseman akhirnya menyimpulkan bahwa sikap dan pola pikir orang beruntunglah yg membuat seseorang itu menjadi super beruntung atau super sial. Dengan berbekalkan kesimpulan itu, Wiseman membuat sekolah keberuntungan dan berhasil membuat murid-muridnya itu menjadi lebih sering menemukan keberuntungan.

Dari penelitian ini, saya menduga bahwa kesempatan untuk menjadi beruntung itu sebetulnya banyak sekali. Yg membedakan si beruntung dan si malang sebetulnya hanyalah bahwa si beruntung memperbesar peluang untuk mendapatkan kesempatan itu dan sementara si malang tidak melihat dan menangkap kesempatan-kesempatan yang datang.

Lantas bagaimana caranya si beruntung meningkatkan peluang untuk menemukan keberuntungan itu? Silahkan tunggu lanjutan cerita ini.

Ditulis dalam Strategi | 3 Komentar »

Ngebor Minyak tidak mengejar Keberuntungan

Ditulis oleh bank_al di/pada Januari 13, 2008

Tulisan Mas Rovick di sini membuatku agak tergelitik. Walaupun betul bahwa peluang untuk mendapatkan minyak itu adalah 1:10, namun faktor itu saja tidak cukup untuk menganggap keberhasilan mendapatkan sumur minyak itu adalah keberuntungan. Mengapa? Karena faktor biaya dan keuntungan belum dihitung. 

Aku tidak memiliki data yang akurat tentang bisnis minyak ini, tolong dikoreksi jika memang salah. Yang sering aku dengar,  keuntungan yang bisa didapat oleh sebuah perusahaan minyak dari satu sumurnya yang berhasil ditemukan ternyata jauh lebih besar daripada biaya 10 kali ngebor.  Misalkan (ini misalkan lho) biaya ngebor satu sumur cuma 10 rupiah, dan kemudian keuntungan yg bisa didapat oleh satu sumur yang produktif adalah 1000 rupiah, maka perusahaan minyak yang punya uang 100 rupiah akan memilih ngebor minyak. Mengapa? Karena biaya ngebor 10 kali cuma 100 rupiah, sementara jika nasibnya dalam kurva statistik maka dia bisa mendapatkan 1000 rupiah. Perusahaan ini masih untung 900 rupiah.

Apa yang tidak cocok dalam kasus di atas sehingga tidak aku sebut sebagai keberuntungan? Seperti telah ditulis sebelumnya, bahwa syarat agar sebuah peristiwa disebut keberuntungan ada 2, yaitu: harapan dan proses yang tidak terencana/terduga. Dalam kasus di atas, si perusahaan minyak sudah menduga bahwa satu sumur dari 10 kali ngebor akan menjadi sumur yang produktif. Sehingga jika dia mendapatkan satu sumur dari 10 kali ngebor, maka proses tersebut masih proses yang terduga dan direncanakan.

Kejadiannya hanya akan disebut keberuntungan jika kumpeni minyak ini mendapatkan sumur minyak dalam hanya dalam 2 kali (atau kurang dari 10 kali) ngebor. Sebaliknya dia akan merasa apes kalau sudah lebih dari 10 kali ngebor namun ndak dapet sumur minyak juga. Sementara jika dia mendapatkan satu sumur dalam 10 kali ngebor, maka itu adalah sesuatu yang sudah diduga sebelumnya (alias tidak bejo dan tidak apes).

Jadi, ngebor minyak itu tidak selalu mengejar keberuntungan. Ngebor minyak ini dilakukan karena adanya perhitungan untung-rugi jika si perusahaan itu mempunyai biaya untuk melakukan 10 kali pengeboran. Kumpeni minyak itu baru disebut mengejar keberuntungan jika dia nekad ngebor padahal dia cuma punya uang untuk 3 kali (atau di bawah 10) kali gebor.  Dan kumpeni ini memang bejo ketika mendapatkannya.

Bagaimana? Makin jelas tentang apa yg sebetulnya disebut keberuntungan? Kalau masih belum jelas juga, berarti saya masih apes.  :)  

Tulisan terkait:

Ditulis dalam Strategi | 6 Komentar »

Keberuntungan wong jowo bukanlah keberuntungan

Ditulis oleh bank_al di/pada Januari 7, 2008

Salah satu warisan budaya Jawa adalah kebiasaannya yang selalu bersyukur atas segala yang didapatkannya, bahkan termasuk musibah yang menimpanya. Berikut adalah keberuntungan yg sering didefinisikan sebagai keberuntungan versi wong jowo, yg selalu bilang untung walaupun ditimpa kesialan.

Waktu ia ketabrak bajaj, ia akan bilang, untung bukan mikrolet.

Waktu rumahnya kena gempa, ia bilang, untung bukan kemblegan meteor.

Waktu suaminya ketangkep hansip karena saru dengan wanita lain, ia
bilang untung bukan kelon dengan bencong.

Pas tasnya dijambret ia bilang, untung bukan kalungnya.

Apakah peristiwa-peristiwa di atas adalah keberuntungan? Jika yang digunakan adalah  definisi keberuntungan yg telah saya tulis sebelumnya, maka event-event di atas itu bukanlah sebuah keberuntungan.  Karena sesuatu itu disebut keberuntungan hanya jika ada sebuah harapan yang terpenuhi dari peristiwa tersebut. (lihat di sini untuk lebih detail)

Contoh saja, seseorang yg ketabrak bajay. Bagian mana yg merupakan harapan? Saya tidak melihat adanya seseorang yg mendapatkan harapan dengan proses yg tidak terencana dalam peristiwa ini. Yg ada hanyalah orang yg mendapatkan sesuatu yang tidak diharapkan, sehingga lebih cocok disebut kesialan.

Demikian juga dengan peristiwa rumahnya kena gempa, suaminya ketangkep hansip, atau tasnya dijambret. Semua ini tidak masuk dalam definisi keberuntungan yg saya tuliskan sebelumnya. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, peristiwa ini tidak disebut “luck”. Ini lebih cocok disebut “downward comparison”, atau membandingkan musibah dengan kejadian yg lebih buruk.

Di samping itu, yg namanya keberuntungan itu bukan lawan makna dari kesialan. Lawan makna keberuntungan adalah tidak beruntung. Sedangkan lawan makna sial adalah tidak sial.
Orang yg tidak beruntung belum tentu sial. Sebaliknya orang yg tidak sial belum tentu juga beruntung.

Ketika seseorang selamat dari ambruknya sebuah tembok karena kebetulan dia tidak lewat di samping tembok yang akan ambruk tersebut, maka menurut saya dia hanya tidak sial. Walaupun dia tidak sial, dia juga tidak beruntung, karena tidak ada harapannya yg terpenuhi karena kejadian tersebut.

Kesimpulannya, keberuntungan wong jowo itu bukanlah keberuntungan.Keberuntungan wong jowo itu hanyalah tidak sial, atau tidak lebih sial (downward comparison).

Tulisan terkait:

  1. Meraih cita tanpa peta menuju cita
  2. Apakah keberuntungan itu?
  3. Bagaimana menghentikan Bad Luck?

Ditulis dalam Strategi | 22 Komentar »