Namaku Bank Al

Catatan perjalanan penggemar strategi laut biru

Arsip untuk 'Rupa Rupa' Kategori


Gmail dan Yahoo berantem

Ditulis oleh bank_al di/pada Mei 21, 2008

Hari ini aku dapat message berikut ketika kirim email ke yahoogroups.

This is an automatically generated Delivery Status Notification

Delivery to the following recipient failed permanently:

kampung-ugm@yahoogroups.com

Technical details of permanent failure:
PERM_FAILURE: Gmail tried to deliver your message, but it was rejected by the recipient domain. The error that the other server returned was: 553 553 sorry, that domain isn’t in my list of allowed rcpthosts (#5.7.1). We recommend contacting the other email provider for further information about the cause of this error. Thanks for your continued support. (state 14)

Apa musti lapor ke yahoogroups atau nanti kalau penyakit ayannya dah nggak kumat bakalan baikan sendiri ya?

Ditulis dalam Rupa Rupa | 1 Komentar »

Laporan pandang mata, Munas Kampung-UGM di Kafe Solo

Ditulis oleh bank_al di/pada Maret 30, 2008

Hari Selasa kemarin akhirnya terlaksana juga Munas Kampung-UGM yg terselengara di Kafe Solo, Citos. Seperti telah teman-teman ketahui, pemrakarsa acara ini si Sutan Paruik Gadang alias Kang Hasan membatalkan diri untuk menghadiri Munas pada Injury time karena takut sama istri (eh, maksudnya karena kondisi kesehatan yg tidak memungkinkan). Mengingat semangat empat-lima warga kampung-UGM untuk berMunas yg sudah lama tidak tersalurkan, akhirnya aku memutuskan bahwa Munas ini tetap harus jadi walaupun pemrakarsa berhalangan hadir.

Mas Rovick aku hubungi via YM dan GTalk (saking niatnya pakai 2 messenger sekaligus) untuk meyakinkan beliau akan hadir. Pak Dhe Broto juga aku SMS dan juga bersedia untuk hadir. Tak lupa Pak Haji Nukman yang menghubungiku via YM juga aku yakinkan untuk datang. Beberapa teman yang sudah konfirmasi di hari sebelumnya juga aku yakinkan bahwa rencana awal tidak berubah.

Aku agak terlambat sampai di lokasi kejadian (baru mendarat di Kafe Solo jam 19:00). Rupanya di sana sudah hadir Mas Rovicky beserta Mbak Yuenda, Ki Broto, Edy beserta istri, dan Anung. Tak lama kemudian Mas Nukman juga mendarat di Kafe Solo. Dan menyusul Intan bersama suami yang kemudian juga 20 orang anggota KLP 4. Oleh karena itu, total peserta yg menghadiri Munas Kampung-UGM kemarin adalah 120 orang.

Topik yg paling hangat adalah pertanyaan tentang siapa sih Mas Eko itu? Beberapa teman banyak yg belum pernah bertemu dengan Mas Eko termasuk aku sendiri. Oleh karena belum ada yg pernah bertemu, maka kami bebas membicarakan yg tidak-tidak mengenai Mas Eko, termasuk memperkirakan berapa kira2 umurnya Mas Eko. Tebakan berkisar dari usia ABG hingga usia 70 tahun. Entah yg mana yg benar, cuma Mbah Marijan yg tahu.

Setelah itu, yg dinanti-nanti juga oleh peserta adalah Wak Radit yang juga tidak datang di acara kemarin. Apa yg dibicarakan teman-teman mengenai Wak Radit? Wah ini lebih top secret lagi sehingga tidak bisa disebarkan di milis. Bahkan saking seriusnya kami berdiskusi, kami sampai lupa menanyakan pada pemilik Kafe tentang kecap apa yg
digunakan pada masakan-masakan di sana.

Tidak lupa tentu saja Kang Hasan, karena belum semua warga pernah bertemu Kang Hasan. Yg bisa aku sampaikan pada teman-teman adalah bahwa Kang Hasan itu wajahnya nDeso. Dan ditambahkan oleh Mas Nukman bahwa tampangnya Kang Hasan itu pokoknya nggak sesuai sama tampang direktur deh. Bener atau nggak, Kang Hasan nggak bisa protes karena salah sendiri nggak hadir di Munas kemarin.

Begitulah topik bergulir satu demi satu, dari membicarakan Mas Eko, Kang Hasan, Wak Radit, Komo, Danar, Intan (yg kemarin jalannya tampak tidak terlalu lurus), Ki Broto (karena Ki Broto pulang duluan, jadi bisa digosipin juga setelah beliau pulang), dan lain sebagainya. Mas Nukman juga unjuk kebolehan ilmu meramalnya yg diterapkannya pada
Intan yang hasilnya baru akan kita bisa lihat 2 minggu lagi. Jika Mas Nukman benar, Intan akan mentraktir semua warga kampung-UGM, dan jika Mas Nukman yg salah maka Mas Nukman yg akan mentraktir warga kampung-UGM. Jadi warga yg lain siap2 saja untuk datang pada acara munas berikutnya setelah ada hasil dari acara ramal-meramal ini. Beberapa acara lanjutan juga sedang menunggu, seperti kumpul-kumpul yg akan diadakan Ki Broto sebagai Bapak Nyolowadhi, dan Kang Hasan atas syukuran Direktur-nya.

Munas diakhiri karena Kafe sudah hampir tutup (mendekati jam 10 malam) dan lagi2 Mas Rovicky yg baik hati ini yg mentraktir teman-teman semua. Terima kasih banyak buat Mas Rovicky atas traktirannya, dan juga tak lupa buat teman-teman yg sudah datang di acara munas kampung-UGM kemarin. Sampai jumpa lagi di acara-acara munas di lain
kesempatan.

Ditulis dalam Rupa Rupa | 3 Komentar »

My Comments were discarded, why?

Ditulis oleh bank_al di/pada Februari 8, 2008

Beberapa hari ini, setiap aku menuliskan comment di blog temen2 lain yang menggunakan wordpress.com , seringkali tidak muncul. Aku tidak begitu pasti apa alasannya, mengingat koneksi internet di sini juga hidup segan mati tak mau sehingga aku tidak begitu memperhatikan ketika hal tersebut terjadi.

Namun hari ini hal ini jelas sekali terjadi, setelah aku menuliskan komentar, maka halaman web yg aku komentari berubah menjadi putih dengan isi hanya satu kata “discarded”. Halaman putih ini tanpa template dan tanpa isi apapun, kecuali satu kata tersebut,”discarded”.

Apa gerangan yg terjadi ya? Apa komentarku masuk aksimet? Kok outputnya aneh begitu? atau ada yg lain? Ada yang bisa memberi pencerahan, dan sekaligus langkah2 yg bisa aku lakukan untuk memperbaikinya?

Ditulis dalam Rupa Rupa | 10 Komentar »

Pertanyaan perempuan cantik

Ditulis oleh bank_al di/pada Februari 7, 2008

Aku nggak tahu siapa perempuan cantik yg diakui Pak Budi sebagai temannya ini. Namun pertanyaan yg diajukan oleh perempuan cantik dan niat Pak Budi untuk mengajaknya blogging ini yg menarik buatku. Walaupun aku sudah termasuk lama ngeblog, namun daku jarang sekali mengajak atau menyarankan seseorang untuk ngeblog. Oleh karena itu mungkin aku juga tidak pernah mendapatkan pertanyaan seperti yg ditanyakan oleh perempuan cantik ini pada Pak Budi. Lah mana mungkin mereka bertanya? Wong daku juga tidak mengajak kok.

Sambil berkhayal seakan-akan aku bertemu perempuan cantik juga yg kemudian aku ajak nge-blog, maka daku-pun mencoba berimajinasi kira2 apa yg akan kujawab jika aku yg ditanya demikian.

Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Rupa Rupa | 19 Komentar »

Berkomentar di blog seleb

Ditulis oleh bank_al di/pada Februari 6, 2008

Beberapa hari terakhir ini, blogosper lagi rame berhubung Dian mulai ngeblog. Ndak jelas apakah itu betul-betul Dian Sastro, atau jangan-jangan sebetulnya Budi Putra yg lagi menyamar, namun yg jelas sebagian orang merasa cukup yakin kalau Dian ini adalah Dian Sastro yg suka muncul di layar gelas.

Pada awalnya aku tertarik juga meninggalkan komentar di blog tersebut. Apalagi ketika pada saat itu komentar-komentar yg ada di situ baru beberapa biji saja. Mungkin karena tokoh yg dipercaya oleh orang sebagai Dian yg asli ini belum sempat launcing blog-nya sehingga belum begitu banyak fans-nya yg berkunjung. Siapa tahu khan komentarku di baca, terus tertarik berkunjung ke tempat aku ndobos ini, dan ngajakin aku main film (jadi patung jendral Sudirman juga ndak apa2 deh).

Beberapa hari kemudian, setelah melewati beberapa kesibukan, aku kunjungi lagi blog Mbak Dian ini. Wah, rupanya rame banget komentarnya sekarang, entahlah apa mungkin Dian akan sempat membaca komentar yg sebegitu banyak-nya dan juga kebanyakan nggak nyambungnya daripada nyambungnya. Lah wong namanya juga blog seleb,  yg penting itu khan bisa berkomentar, ndak peduli apakah komentarnya nyambung atau ndak.

Rupanya dugaanku benar, Mbak Dian, yg mengaku kadang dipanggil Ndek ini, sudah mulai kewalahan membaca komentar-komentar yg masuk. Dan akhirnya komentar-komentar yg masuk dimoderasi. Tentu saja aku juga tersenyum melihat reaksi tersebut. Memoderasi komentar tentu akan menambah beban pekerjaan lagi buat Dian untuk meng-approve komentar-komentar yg masuk. Entahlah kalau itu bisa dilakukan sambil main poker di rumah. Yg jelas aku aja kesulitan kok menemukan komentar-komentar aku sendiri yg kutulis di sana, apalagi si Dian kali ya?

Well, demikianlah suka-duka meninggalkan jejak di blog seleb, baik seleb yg ngeblog ataupun yg jadi seleb gara2 ngeblog. Semoga yg menulis blog tersebut memang Dian Sastro beneran. Gimana kalau seandainya yg nulis itu Budi Putra atau yg lain ya? apa kata dunia? :D

Ditulis dalam Rupa Rupa | 23 Komentar »

Selamat tinggal Bus Way

Ditulis oleh bank_al di/pada Februari 2, 2008

Karena begitu banyak orang yg menyarankan aku untuk mencoba Bus Way setelah pernyataanku bahwa Bus Way bukan solusi yg efektif untuk pengguna kendaraan pribadi, akhirnya aku penasaran juga ingin mencoba Bus Way beberapa saat dan melihat apakah memang Bus Way sudah layak untuk menjadi solusi alternatif bagi penguna kendaraan pribadi.

Walaupun tentu saja aku tak bisa full-way menggunakan Bus Way karena tempat tinggalku di Jakarta Coret, maka aku tetap menggunakan kendaraan pribadi dari rumah ke terminal bus way di ragunan, meninggalkan mobil di sana, naik bus way rute dukuh atas sebelum kemudian menyambung rute ke tujuan kota.

Banyak pengalaman baru yg kunikmati selama naik bus way selama 2 bulan lebih. Beberapa di antaranya adalah berdesak-desakan menunggu bis di halte Dukuh Atas sambil mandi sauna karena halte-nya tidak dilengkapi dengan AC yg memadai (atau bahkan tanpa AC?), berdiri selama 1 jam lebih di Bus Way karena bis selalu penuh sesak dengan penumpang, dan yg paling asyik lagi adalah melihat kendaraan pribadi di sebelah kiri yg seringkali lebih lancar daripada Bus Way karena Bus Way hanya memiliki satu jalur dan jalurnya juga digunakan oleh pengguna kendaraan pribadi seperti yang telah diijinkan oleh Gubernur DKI yg baru Pak Fauzi tak Berwibawa, eh maksudnya Fauzi Wibowo.

Walhasil, aku membutuhkan waktu tempuh yg lebih lama dibandingkan dengan menggunakan mobil sendiri, harus berdiri selama 1 jam atau lebih sewaktu menunggu bis atau bahkan di dalam bis, harus siap membawa handuk karena halte juga dilengkapi dengan fasilitas sauna, serta mendapatkan pelajaran anger management ketika melihat kendaraan pribadi ternyata lebih lancar daripada bus way. Benar-benar pengalaman yang sangat berharga yg tidak didapat ketika menggunakan kendaraan sendiri ke tempat kerja.

Akhirnya, setelah puas menggunakan Bus Way, aku kembali lagi menggunakan kendaraan pribadi. Biarlah mantan pengguna-pengguna metro mini dan kopaja saja yg menggunakan bus way ini. Mungkin aku akan kembali lagi mencoba Bus Way jika nanti Fauzi tak Berwibawa sudah mulai berwibawa lagi dengan hanya mengizinkan bus way saja yg boleh melewati jalur bus way dan kendaraan pribadi tidak boleh melewatinya dengan alasan apapun. Selamat tinggal Bus Way.

Ditulis dalam Rupa Rupa | 23 Komentar »

Siapa yg memesan telur?

Ditulis oleh bank_al di/pada Januari 2, 2008

Malam tahun baru kemarin, aku mengikuti acara bakar-bakar ikan dan makan-makan bersama rekan-rekan satu RT di tempat tinggalku. Seperti biasa pada sebuah acara pertemuan, biasanya ada gosip yang menarik spesial tentang apa yang terjadi di lingkungan RT, dan seringkali terlewatkan olehku karena aku tidak cukup sering berkumpul-kumpul di sini.  Pada malam tahun baru ini, ada sebuah gosip menarik tentang Pak Tora (bukan nama sebenarnya) yg ingin aku share di sini.

Alkisah, pada suatu malam beberapa hari yang lalu (aku tidak tahu persis tanggalnya), ada seorang penjual telur datang berkunjung ke RT kami. Sang penjual tersebut mengaku datang mengantarkan telur sebanyak 2 krat yg menurut si penjual telah dipesan oleh Pak Tora, pemilik warung yang “tinggal” di RT kami. Ketika si penjual telur datang, warung Pak Tora yg dikenal juga dengan nama warung ijo ini sedang dalam keadaan tertutup. Akhirnya terpaksalah beliau mengetuk-ngetuk pintu warung tersebut dengan harapan Pak Tora keluar menemuinya.

Setelah beberapa lama mengetuk pintu warung, Pak Tora tak kunjung juga keluar. Kebetulan peristiwa ini terlihat oleh tetangga yg tinggal di depan rumah pak Tora, yaitu pak Roma (juga bukan nama sebenarnya). Dengan niat membantu, Pak Roma bertanya pada Pak Telur (eh maksudnya penjual telur), “Pak, sedang mencari siapa?”.
Dan dijawab oleh Pak Telur,”Lagi cari pak Tora pemilik warung ini Pak. Kemarin dia datang ke toko saya dan memesan telur 2 krat.”
Pak Roma bertanya lagi dengan sedikit gugup,”Ccciri-ccciri-nya seperti apa pak?”
Dijawab lagi oleh Pak telur,”Orangnya gemuk dengan tahi lalat di wajahnya.”
Pak Roma,”ttttttapi pak… o…oo..oorangnya sudah meninggal bbbbeberapa bulan yg lalu.”
Mendengar jawaban Pak Roma, kontan saja Pak telur melarikan diri. Dan setelah mendengar cerita tersebut, satpam yg biasanya berkeliling di RW kami tidak berani lewat sendirian di warung pak Tora yg sudah kosong ini.

Cerita ini menjadi semakin hangat karena Pak Tora, salah seorang warga kami yg baik ini, meninggal secara tiba-tiba di rumahnya beberapa bulan yg lalu. Dan karena beliau masih bujangan, maka kematiannya baru diketahui orang lain 2 hari kemudian. Itupun ketika pacarnya penasaran karena dia tak mengangkat telpon selama 2 hari dan tidak seorangpun mengetahui di mana keberadaannya. Akhirnya atas persetujuan pihak RW, rumah Pak Tora dibongkar, dan beliau diketemukan sudah tiada terbaring di tempat tidurnya.

Well, demikianlah seputar gosip malam tahun baru di RT saya. Kisah ini menyisakan sedikit pertanyaan bagi saya. Orang yang mendatangi penjual alias distributor telur itu mengaku bernama Tora dan memberikan alamat persis sama dengan warung ijo sekaligus tempat tinggal milik Pak Tora. Ciri-ciri orang tersebut juga mirip dengan Pak Tora. Jika pengiriman tersebut salah alamat, maka ada 3 yang kebetulan salah ditangkap oleh distributor telur sehinga dia bisa nyasar ke warung pak Tora. Jika tidak salah alamat, lalu siapa yg sebenarnya memesan telur tersebut?

Ditulis dalam Rupa Rupa | 11 Komentar »

Tidak Comfort di Comfort Zone

Ditulis oleh bank_al di/pada Januari 4, 2007

Berkali-kali aku mendengar dan membaca istilah comfort zone dalam berbagai wacana menganai pengembangan karir. Hampir semua narasumber atau tukang ndobos menyarankan agar supaya kita tidak terjebak dalam confort zone yg konon katanya bisa membuai, membius dan membunuh.

Konon yg disebut Comfort Zone alias Zona Nyaman ini adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa aman dan nyaman dengan keadaan yg dimilikinya saat ini sehingga tidak ingin dan takut untuk berubah.

Contoh kasus orang yang berada dalam Zona Nyaman adalah orang yang sudah mempunyai posisi bagus di tempat kerjanya, gaji besar, asuransi kesehatan ditanggung penuh, bonus besar dan lain sebagainya. Dalam keadaan seperti ini, orang ini berhenti untuk bermimpi dan berharap sesuatu yg lain dan bahkan takut kehilangan apa yg didapatnya.

Aku mencoba bertanya pada diri sendiri, apa iya begitu ? Entahlah, barangkali aku memang kurang menyimak sewaktu orang bicara soal Zona Nyaman. Aku pribadi saat ini berada pada situasi yang menurut orang-orang adalah zona nyaman. Anehnya, aku justru tidak merasa nyaman dengan keadaan seperti sekarang ini. Aku merasa tidak nyaman karena tidak lagi banyak belajar. Aku merasa tidak nyaman karena tidak lagi terus berkembang. Aku tidak nyaman karena terlalu lama tidak lagi bermimpi.

Banyak orang yg heran dan bertanya.  Apa lagi sih yg kamu cari Bank Al ? Sulit bagiku menjelaskan bahwa aku tidak nyaman di zona nyaman. Lah, piye toh ? Apakah Zona Nyaman ini memang Oxymoron bagiku ya ?

Ditulis dalam Rupa Rupa | 18 Komentar »

Interface Language

Ditulis oleh bank_al di/pada Desember 26, 2006

Sebelumnya interface language yg saya gunakan untuk wordpress ini adalah ID, alias bahasa Indonesia. Pada awalnya memang tampak menarik dan mungkin membanggakan (bagi sebagian orang) melihat bahasa yg sering digunakan sehari-hari muncul sebagai salah satu opsi bahasa pada interface wordpress.

Sayangnya, setelah beberapa lama menggunakan interface ini, saya bukannya menemukan lebih banyak kemudahan, namun justru lebih banyak kesulitan memahami apa yg dimaksud oleh interface tersebut. Entahlah, apakah bahasa Indonesia saya yg kurang baik, atau interface-nya yang kurang pas ?

Btw, apa sih gunanya menterjemahkan interface ke bahasa Indonesia ? bukankah bahasa Inggris sudah menjadi bahasa sehari2 di Internet ? Dan kalau memang demikian, masihkan ada gunanya mengubah interface menjadi bahasa Indonesia ?

Update:

Setelah membaca komentar Pak Amal dan juga berbagai referensi yg beliau rujuk. Saya pikir mungkin memang ada gunanya juga interface berbahasa Indonesia untuk orang yg mengalami kendala dalam bahasa Inggris (bukan untuk saya atau teman2 yg tidak mengalami kendala dalam bahasa Inggris).

Ditulis dalam Rupa Rupa | 8 Komentar »

Ide itu ditunggu ? atau dijemput ?

Ditulis oleh bank_al di/pada Agustus 29, 2006

Ada begitu banyak kendala yang aku alami dalam hal menelurkan sebuah tulisan. Selain mood, tekad dan waktu, ternyata kendala ide juga merupakan kendala yang cukup signifikan bagiku sebagai seorang penulis amatiran.

Pernah aku bertekad untuk menargetkan minimum sebuah tulisan dalam 1 minggu. Namun rupanya hingga saat ini, target itu masih merupakan sebuah target yg sulit untuk dicapai. Mengapa ? Lagi-lagi masalah Ide. Seringkali aku menemukan diriku duduk manis di depan kompie menatap monitor tak berkedip sementara jari-jari kebingungan tidak tahu apa yang harus dituliskan.

Anehnya, tidak semua orang kesulitan menemukan Ide. Ada beberapa blog yang aku temukan di Internet yang selalu tak sepi dari tulisan baru. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Rupa Rupa | 9 Komentar »