Ditulis oleh bank_al di/pada Juni 23, 2008
Iseng-iseng aku menclok di blog-nya Ariya, dan tertarik dengan quote-quote favorit-nya. Walaupun aku nggak kenal siapa itu Jim Rohn, namun untaian kata-kata tersebut begitu menyentuh, sehingga ingin juga aku pajang di sini kata-kata bijak tersebut:
- Success is doing ordinary things extraordinarily well
- Maturity is the ability to reap without apology and not complain when things don’t go well
- Miss a meal if you have to, but don’t miss a book
- Let others lead small lives, but not you. Let others argue over small things, but not you. Let others cry over small hurts, but not you. Let others leave their future in someone else’s hands, but not you
PS:
Buat Ariya, maaf ya dicopy tanpa ijin. Boleh khan? *halah, dicopy dulu baru minta izin*
Ditulis dalam Catatan | 2 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Juni 1, 2008
Hari Kamis kemarin aku meninggalkan Jakarta untuk kesekian kalinya. Namun kali ini tidak sama dengan yang lalu-lalu yg mana kali ini aku pergi bukan hanya sekedar untuk sebuah perjalanan bisnis yang biasanya hanya beberapa minggu (atau paling lama 1 bulan) dan kembali lagi ke Jakarta. Kali ini aku terbang meninggalkan Jakarta untuk merantau ke suatu negeri yg banyak sekali pasirnya yang dikenal dengan nama Kuwait.
Sebuah episode baru dalam hidupku yg aku beri nama Episode Expat akhirnya aku mulai pada hari jum’at tanggal 30 Mei 2008. Terima kasih banyak buat Didats dan Andra yg sudah kubangunkan pagi-pagi untuk menjemputku di airport.
Wish me luck for my new interesting journey.
Ditulis dalam Catatan | 8 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Mei 22, 2008
Masih ingat ceritaku tentang kartu belanja Carrefour ? Kerja sama antara Carrefour dengan GE Finance sekarang sudah berakhir. Dan para pemilik kartu tidak lagi mendapatkan cash back jika belanja di Carrefour jika masih menggunakan kartu belanja yg lama. Jika masih ingin mendapatkan fasilitas ini, maka harus mengganti dengan kartu belanja yg baru, yg mana kalau nggak salah adalah kerjasama dengan BCA Card.
Sementara jika pemilik kartu belanja yg lama, yg mana miliki GE Finance, akan dikirimi kartu kredit baru tanpa fasilitas cash back, namun mungkin saja dengan pelayanan yg sama buruknya dengan yg dulu (lah wong pemiliknya sama). Oleh karenanya, mengingat sudah tidak ada lagi gunanya memiliki kartu belanja ini, maka saya telpon card centre-nya untuk meminta kartu saya diterminasi.
Anehnya, kartu saya tidak langsung diterminasi, melainkan hanya di blokir saja. Dan setelah 3 hari kemudian, ada lagi (mungkin bagian marketing) yg menelpon saya untuk proses terminasi (begitu alasan si customer service). Rupanya penundaan waktu 3 hari ini untuk meminta bantuan tenaga perayu yg lebih ampuh lagi supaya saya membatalkan terminasi tersebut dan menerima kartu baru-nya. Mengingat pengalaman buruk saya dengan kartu ini, maka saya bersikukuh untuk membatalkannya. Setelah bersusah payah mencoba merayu saya dan gagal, akhirnya kartu saya diterminasi juga.
Saya tentu saja juga menyuruh istri saya membatalkannya (mengingat istri juga memiliki kartu yg sama). Sialnya, aku lupa memberitahu Dinda tentang polah perayu kartu kredit ini. Dan istri saya terkena rayuan gombal tersebut sehingga urung menterminasi kartunya. Setelah pulang kantor dan tiba di rumah, Dinda menceritakan bahwa dia tak jadi menterminasi kartunya hanya karena alasan bahwa iuran tahunan pertama gratis. Setelah saya beritahu bahwa ada bejibun kartu kredit gratis iuran tahun pertama kalau memang mau. Dan jika cuma itu alasannya, kita bisa pilih kartu lain yg lebih baik.
Akhirnya Dinda menelpon kembali untuk meminta terminasi. Tahu apa yg dijawab oleh GE? Katanya kartunya tidak bisa diterminasi karena harus membayar dulu biaya administrasi sebesar Rp 2000 rupiah. Padahal kartu ini hanya bisa dibayar di ATM tertentu saja, apalagi internet banking. Dan entah dari mana angka siluman Rp 2000 itu munculnya, yg walaupun angkanya kecil, namun menyulitkan istri saya menterminasi kartu. (note: seluruh tagihan sudah dibayar lunas sebelum menelpon pertama kali).
Aneh khan? Nah begitulah cerita tentang GE Finance. Buat yg belum terjebak, semoga tidak sampai terjebak memiliki kartu belanja atau kartu kredit dari GE Finance ini.
Ditulis dalam Catatan | 11 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Mei 17, 2008
Beberapa hari yang lalu sempat ada email di milis alumni SMA 14 Jakarta yg menyinggung tentang keanehan produk microsoft, dan salah satu point yg diangkat adalah rand(99,100). Tulisan itu tentu saja misleading, karena ujung2nya diarahkan pada keamanan dokumen yg padahal sebetulnya sama sekali tidak berhubungan. Yah namanya juga hoax, memang tidak harus masuk akal. Dan supaya hoax itu tidak sekedar menghabis2kan bandwidth saja, maka akupun mereply email tersebut dengan juga menjelaskan fungsi rand() tersebut.
Hari ini aku tercengang membaca postingan Mas Eko yg juga membahas topik tersebut. Rupanya sebuah kejadian yg menurutku biasa-biasa saja dan tidak membuatku berpikir untuk menuliskannya di blog ternyata bisa menjadi bahan tulisan bagi mas Eko. Pantaslah jika blog Mas Eko ini tidak sepi dari tulisan dan tentu saja juga ramai dikunjungi.
Blog Pak BR juga tampaknya demikian. Beliau ini tampaknya sangat hobby bercerita. Ada begitu banyak topik-topik yg tidak terpikir olehku untuk dituliskan ternyata dituliskan oleh beliau dan rupanya juga menarik bagi banyak pembaca. Tampaknya ini adalah salah satu kiat sukses Pak BR menjaga kuantitas tulisannya sehingga hampir tidak pernah ada hari kosong tanpa posting.
Barulah kusadari bahwa aktivitas blogging rupanya berpengaruh juga pada kebiasaan seseorang untuk bercerita sehingga topik-topik yg menurutku hanya topik sederhana dan tidak perlu diceritakan ternyata ketika diceritakan oleh orang lain dan dikemas dengan baik juga bisa menjadi sebuah cerita yang menarik. Dalam kehidupan sehari-hari akupun termasuk jarang bercerita. Aku lebih banyak bercerita jika ditanya. Namun jika inisiatif awal dariku, sangat jarang sekali terjadi. Yg sering terjadi adalah aku kehabisan bahan cerita dan tak tahu apa yg bisa diceritakan.
Tampaknya kebiasaan bercerita ini perlu aku kembangkan lagi. Bukan hanya berguna untuk membuat blog ini menjadi lebih ramai, namun mungkin akan juga membantu untuk membangun relasi. Seringkali aku merasa nggak punya topik untuk dibicarakan padahal sebetulnya nggak perlu mencari topik yg berat-berat untuk bercerita bukan? Ini mungkin adalah sebuah tulisan nggak mutu yg nggak perlu masuk blog. Tapi bodo amat ah, namanya juga latihan. 
Ditulis dalam Catatan | 3 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Mei 14, 2008
Pagi ini ada sebuah nama muncul di YM saya, dan berikut adalah cuplikan percakapanku dengannya
Korban (5/14/2008 9:08:51 AM): Pagi
bank_al (5/14/2008 9:10:55 AM): pagi
Korban (5/14/2008 9:11:26 AM): Kata Temen ku Anda Bagian Dari ilmu komputer yach??
bank_al (5/14/2008 9:13:19 AM): nggak, saya hanya pernah menulis dan dipublikasikan di situ
Korban (5/14/2008 9:16:20 AM): ohhh
Korban (5/14/2008 9:16:27 AM): berarti boleh dong tanya2?
bank_al (5/14/2008 9:19:35 AM): selama anda sadar bahwa belum tentu saya bisa menjawab, ya silahkan saja
Korban (5/14/2008 9:20:15 AM): AKu cuman mau tanya tentang roter?
bank_al (5/14/2008 9:22:20 AM): sip
Korban (5/14/2008 9:22:49 AM): untuk menghubungkan 2 router itu perintahnya apa to?
bank_al (5/14/2008 9:23:16 AM): routernya kamu hubungkan dengan apa dulu?
Korban (5/14/2008 9:23:47 AM): dengan router
Korban (5/14/2008 9:23:53 AM): kan ada 2 router
Korban (5/14/2008 9:24:11 AM): trus caranya kita ngeset agar dapat saling connect gimana?
bank_al (5/14/2008 9:24:36 AM): secara fisik, apa yg menyambungkan kedua router tersebut?
Korban (5/14/2008 9:24:52 AM): secara fisik?
bank_al (5/14/2008 9:25:17 AM): iya
bank_al (5/14/2008 9:25:33 AM): oke, menurut kamu router itu apa?
….. si korban berhenti bertanya dan tidak melanjutkan sesi chat tadi …..
Nama penanya saya samarkan dan saya ganti dengan korban, mengingat pagi ini dia menjadi korban karena telah bertanya pada saya dan malah ditanya balik sampai akhirnya si korban ini berhenti bertanya.
Bagi yang pernah menjadi mahasiswa saya dulu (ketika saya pernah menjadi asisten dosen), tentu gaya saya ini sudah tidak asing lagi. Saya memang seringkali tidak langsung menjawab ketika ditanya, melainkan malah balik bertanya dulu sebelum saya menjawab. Hal ini tentu membuat sebagian penanya menjadi kesal karena mereka menginginkan jawaban yang cepat tanpa harus disuruh berpikir dulu. Mengapa saya berlaku demikian? Hal ini disebabkan karena beberapa hal, antara lain:
- Saya ingin tahu sejauh mana pengetahuan si penanya agar saya bisa memberikan jawaban yg sesuai dan bisa dicerna oleh si penanya
- Saya tidak mau memberikan jawaban instan yg membuat penanya tidak berpikir
- Saya lebih tertarik untuk mengajari orang yg ingin belajar daripada orang yg sekedar mencari solusi cepat untuk menyelesaikan persoalannya
Nah, bagaimana dengan anda? Apakah anda lebih suka memberikan jawaban instan pada penanya demikian (supaya penanya cepat puas dan segera ngacir?), ataukah anda akan iseng seperti saya menginterview balik di penanya agar bisa menjelaskan lebih baik pada penanya? Ataukah anda punya gaya yg lain?
Ditulis dalam Catatan | 3 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada April 15, 2008
Pagi ini iseng-iseng blogwalking ke blog-nya Wenny, dan tertarik dengan sebuah Blog Readibility test yg dipajang di blog-nya Wenny tersebut.
Keisengan berlanjut, aku pun mencoba untuk mengetahui blog-ku ini. Dan hasilnya adalah sebagai berikut:
TV Reviews
Entah apa maksudnya ya? Dan bagaimana caranya aplikasi tersebut menguji blog saya yg kebanyakan isinya dalam bahasa Indonesia? Atau karena si aplikasi nggak ngerti lantas tulisan-tulisanku ini dikategorikan sebagai tulisan-tulisan untuk College (postgrad) Level ?
Nah, bagaimana dengan blog reading level anda?
Ditulis dalam Catatan | 5 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Maret 4, 2008
Akhir-akhir ini saya sedang disibukkan oleh berbagai proyek yang menyita waktu saya sehingga tidak sempat blog-walking dan memantau berita-berita terbaru di blogosphere. Sekilas memang saya sempat melihat adanya keributan (yang saya pikir hanya keributan kecil) di planet terasi tentang blog Pak Budi yang mengecewakan sebagian penggemarnya atau mungkin pesaingnya yg cemburu karena blog-nya kalah ngetop.
Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Catatan | 11 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Desember 22, 2007
Sudah cukup lama aku tidak menulis yang agak panjang, baik dalam media blog ataupun dikirim ke milis. Beberapa saat yang lalu, aku ingin lagi mencoba menulis agak panjang dan sedikit serius. Namun setelah tulisan tersebut jadi, barulah aku mulai menyadari bahwa kemampuan menulisku turun drastis. Selain waktu yang dibutuhkan sangat lama untuk menelurkan sebuah tulisan, hasil dari tulisan tersebut juga tidak bermutu dan kurang enak untuk dibaca.
Kenyataan di atas membuatku merenung cukup lama dan berpikir bahwa degradasi kemampuan ini terjadi karena kemampuan ini sudah terlalu lama tidak diasah. Tidak disangka bahwa pemikiran itu juga terpikirkan oleh orang top yang rajin menulis seperti Pak Budi yang tertuang di sini. Sebelum munculnya tulisan ini, aku pikir Pak Budi ini rajin menulis karena memang beliau pernah mengaku bahwa menulis blog memang lebih mudah baginya dibandingkan dengan membalas e-mail. Rupanya selain itu ada juga alasan lain yaitu untuk melatih kemampuan.
Aku sendiri merasakan lebih mudah rasanya membalas e-mail ataupun chatting lewat messenger ataupun blog singkat seperti kronologger. Entah mengapa, menjawab pertanyaan itu lebih mudah bagiku dibandingkan memulai sebuah topik. Apalagi jika topik itu cukup panjang sehingga aku seperti orang yg lagi ngomong sendiri di depan cermin. Buat saya, blogging ini mirip seperti ngomong sendiri. Bisa jadi karena aku memang tidak selalu menjawab pertanyaan itu dengan jawaban-jawaban yang bermutu, sehingga tidak perlu berpikir panjang lebar seperti hal-nya Pak Budi.
Balik lagi ke topik, mengapa menulis harus sering dilatih ? Padahal naik sepeda tidak harus selalu dilatih. Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir kali saya naik sepeda karena rentang waktunya sudah puluhan tahun. Namun jika saat ini saya disodori sepeda, saya kok rasanya cukup yakin bahwa saya masih mampu naik sepeda dengan skill yang tidak berkurang. Mengapa menulis tidak bisa demikian? Apakah karena aku memang belum cukup lama menulis sehingga kemampuan itu masih belum melekat di otak bawah sadar seperti bagaimana aku naik sepeda? Ataukah ada alasan lain ya? Ada yang bisa bantu menjawab?
Ditulis dalam Catatan | 26 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Desember 14, 2007
Istilah “Green Card” mungkin sudah tidak asing lagi di telinga
sebagian dari kita. Program “Green Card” yg telah lama dijalankan oleh
US ini telah menyerap begitu banyak orang pintar untuk hijrah ke US.
Konon US bisa hidup seperti sekarang ini justru karena orang-orang
pintar yg mereka tarik dari berbagai negara ini.
Sekarang Eropa sudah mulai mengikuti jejak Amerika. Mereka sedang
menggodok sesuatu yg bernama “Blue Card”.
Buat anda-anda yg pinter-pinter dan kepingin bertualang ke negeri
lain, mungkin ini bisa jadi peluang juga.
Berita-nya bisa dilihat di sini:
http://www.investors.com/editorial/IBDArticles.asp?artsec=16&issue=20071211
Btw, jika US menjadi maju karena banyak mendatangkan orang-orang
pintar dari negara lain ke negaranya, bagaimana dengan Indonesia ya ?
Ditulis dalam Catatan | 4 Komentar »
Ditulis oleh bank_al di/pada Desember 11, 2007
Sejak awal proyek Bus Way disosialisasikan dan direalisasikan di
Jakarta, saya selalu bertanya-tanya kira-kira siapa target penumpang
transpostasi bus way ini. Beberapa sumber yang pernah saya baca dan
dengar mengatakan bahwa Bus Way dibutuhkan di Jakarta untuk menjadi
solusi transportasi di Jakarta dengan harapan pengguna kendaraan
pribadi akan pindah ke Bus Way.
Namun hingga saat ini tampaknya sebagian besar pengguna kendaraan
pribadi masih lebih memilih mengalami kemacetan dan menggunakan
kendaraan pribadi daripada pindah ke Bus Way.
Beberapa komentator berpendapat bahwa belum pindahnya pengguna
kendaraan pribadi ini belum pindah ke Bus Way karena saat ini belum
semua koridor Bus Way selesai dibangun. Jika koridor-koridor ini
selesai dibangun, maka tentu para pengguna kendaraan pribadi ini akan
beralih ke bus way sehingga Jakarta akan tidak macet lagi. Konon hal
ini akan terjadi di tahun 2014.
Apakah benar demikian ? Entahlah, saya terus terang meragukan hal
tersebut. Beberapa hari ini saya yang memang lagi nggak ada kerjaan
ini mencoba menggunakan Bus Way dan mencoba mempelajari bagaimana
rasanya menjadi penumpang Bus Way. Saya akui Bus Way memang terasa
lebih nyaman dibandingkan dengan Patas AC, apalagi jika dibandingkan
dengan Metro Mini dan Mikrolet. Walaupun harus berjejalan di halte
ketika menunggu bus way dan belum tentu mendapat tempat duduk di Bus
Way, namun setidaknya sistim pendingin di Bus Way dan manajemen
penumpangnya cukup baik sehingga penumpang tidak berjejal-jejal di
dalam Bus Way seperti Metro Mini ataupun Patas AC yg tetap memasukkan
penumpang walaupun penumpang sudah berdiri dengan satu kaki saja.
Namun sebagus apapun manajemen transportasi yang bisa dibuat Bus Way
ini, saya lihat Bus Way masih bukan solusi transpostasi untuk beberapa
pengguna kendaraan pribadi dengan rute-rute tertentu karena pengguna
terpaksa harus berganti-ganti Bis berkali-kali agar sampai di tempat
tujuan. Saya sendiri harus berganti 6 kali kendaraan ketika mencoba
Bus Way dari rumah saya hingga sampai di Bunderan HI. Selain itu,
karena Bus Way berjalan di atas Jalan Raya, maka sekencang-kencangnya
Bus Way tidak akan bisa lebih kencang daripada MRT ataupun Sub Way yg
supirnya hanya butuh rem dan gas dan tidak memerlukan stir. Oleh
karena itu waktu tempuh yg dijanjikan Bus Way juga tidak jauh lebih
cepat dari kendaraan pribadi. Bahkan dalam beberapa kasus, seperti
contohnya kasus saya, waktu yang harus saya tempuh dengan kendaraan
pribadi bisa lebih sedikit dibandingkan Bus Way (karena rute Bus Way
saya harus memutar dan berganti berkali-kali).
Melihat Rute Bus Way yg ada sekarang dan akan datang, tampaknya
penumpang-penumpang yang harus mengambil jalur memutar itu sangat
banyak. Oleh karenanya, jika saat ini mereka adalah pengguna kendaraan
pribadi, maka cukup kecil kemungkinannya mereka akan berpindah ke Bus
Way. Dan jika ini terjadi, maka beralihnya pengguna kendaraan pribadi
ke Bus Way tidak akan menjadi kenyataan.
Lantas, proyek Bus Way jadi tidak mencapai sasaran dong ? Dugaan saya
ada target terselubung dalam proyek bus way ini. Karena seperti
disebutkan di atas, bahwa Bus Way ini ternyata memang sangat nyaman
bagi penumpang-penumpang yang sebelumnya menggunakan mikrolet, Metro
Mini atau bahkan Patas AC. Dan tidak usah menunggu tahun 2004,
sekarang saja beberapa rute Mikrolet atau Metro Mini sudah merasakan
sepi-nya penumpang karena penumpang2nya pindah menggunakan Bus Way.
Mungkin memang itulah target proyek bus way yang sebenarnya yaitu
membunuh Mikrolet, Metro Mini dan berbagai angkutan umum yg menjadi
penyumbang terbesar kemacetan di Jakarta karena perilakunya di jalan
raya. Bener atau nggak ya ? lihat aja di tahun 2014 nanti.
Ditulis dalam Catatan | 27 Komentar »