Ajari si Bayi tidur sendiri
Ditulis oleh bank_al di/pada April 29, 2008
Barusan aku chat dengan Anjar untuk memberikan ucapan selamat atas kelahiran bayi-nya (yg ternyata sekarang sudah 1 bulan, wah ucapannya telat banget ya?). Dan dari sekejap pembicaraan itu terlontar sebuah pertanyaan dari Anjar,
priandoyo: begadang terus nih bang
priandoyo: mpe kapan to?
priandoyo: dah 1 bulan kok masih suka begadang
priandoyo: malah kayaknya makin parah
Karena Kevin di usia 1 bulan sudah tak membuat kami begadang lagi, Aku agak heran dan bertanya lebih jauh apa yg menyebabkan Anjar masih saja begadang, dan demikian jawabannya:
priandoyo: ya tiap malam minimal bangun 3-4 kali
priandoyo: tiap bangun itu butuh >1 jam untuk nidurinnya lagi
priandoyo: dah pake nyanyi2, goyang2
priandoyo: susah juga
Kelihatannya yg membuat Anjar begadang adalah karena ternyata Azkia (anaknya Anjar) membutuhkan waktu lebih dari 1 jam untuk bisa tertidur lagi setelah terjaga. Wajar jika hal ini membuat orang tuanya begadang.
Aku jadi teringat bahwa Kevin di usia segitu sudah bisa tidur sendiri. Dia tak begitu membutuhkan digendong-gendong, digoyang-goyang apalagi pakai nyanyi2 untuk bisa tidur. Pada awalnya memang Kevin sempat sulit juga untuk tidur dan membuat aku dan Dinda kelabakan. Namun setelah aku membaca sebuah artikel bahwa semestinya bayi itu diajarkan untuk bisa tidur sendiri, maka kami mengajarkannya dan berhasil.
Bayi menjadi sulit tidur biasanya juga orang tuanya tidak tega mendengar bayi-nya menangis. Padahal konon bayi tidak akan apa-apa dibiarkan menangis selama kita bisa menunjukkan bahwa kita mendengarkan keluhannya dan tidak mengacuhkannya. Dalam kasus Kevin, pada masa awal-awal kelahirannya dulu, kami mencoba mencari sebab mengapa Kevin sulit tidur dan memfasilitasinya sehingga si ganteng ini mau tidur. Pada akhirnya kami menemukan bahwa Kevin merasa lebih nyaman jika tidur telungkup daripada telentang. Oleh karenanya, setiap Kevin nggak mau tidur, kami menidurkannya dengan posisi telungkup dan Kevin-pun tertidur. Setelah kami lakukan itu beberapa kali maka Kevin belajar sendiri bahwa dia harus telungkup agar bisa tidur nyenyak dan Kevin telungkup sendiri jika sudah mengantuk.
Apa yg menjadi penyebab bayi sulit tidur memang tidak sama satu dengan yg lain. Sebagai orang tua kita perlu menemukan ini supaya kita memberikan solusi dan mengajarinya tidur. Walaupun memang rasanya sedikit nggak tega membiarkan si kecil menangis, namun pada jangka panjang ini lebih baik bagi si bayi yg menjadi lebih mandiri dan juga bagi orang tua yg nggak harus terlalu lama begadang. Lagipula, menangis itu khan juga berguna bagi perkembangan paru2 si bayi bukan?
Nah, bagaimana dengan anda? Apa tips anda supaya bisa mengurangi jam begadang karena punya bayi?
Ditulis dalam Baby | 8 Komentar »






Kevin tidak biasanya rewel sehingga sudah beberapa kali ditinggal seminggu berdua saja bersama Dinda tidak merepotkan Bundanya sehingga Dinda masih belum membutuhkan pembantu. Namun minggu kemarin ketika aku di Balikpapan, Dinda sempat mengirim SMS dan mengatakan Kevin minumnya tak henti-henti dan membuat Dinda tidak bisa tidur.