Hari pertama bersama Google+

Setelah beberapa hari berjuang untuk mendapatkan undangan untuk bergabung dengan Google+, akhirnya hari ini kesampaian juga niatku tersebut. Aku bisa bergabung dan segera menggunakannya.
Beberapa adalah beberapa fitur di Google+ yang tidak dimiliki oleh FB:
1. Memungkinkan untuk mengubah default setting untuk “Stream”. 
Hal ini berguna jika kita lebih banyak menulis stream (atau di FB disebut status) pada kelompok orang tertentu saja dan kita tak orang2 yang tak masuk dalam kelompok itu melihatnya. Sebagai contoh, di FB saya punya teman yang hanya bisa berbahasa Inggris dan tidak bisa berbahasa Indonesia. Jika saya menulis status dalam bahasa Indonesia, tentu ini tak akan dimengerti oleh yang tidak mengerti bahasa Indonesia, dan mungkin sebagian orang merasa terganggu dengan tulisan-tulisan yang tidak mereka mengerti.
Pada FB memang dimungkinkan untuk mengubah default setting untuk wall, namun hal ini akan berakibat orang yang direstriksi tidak bisa melihat wall secara keseluruhan.
Di Google+ kita bisa mengijinkan semua orang tetap melihat wall namun hanya stream-stream yang ditujukan pada mereka saja.
2. Memungkinkan perubahan komentar
Kadang kala kita salah ketik ketika kita mengomentari orang lain dan ingin mengubahnya. Di FB hal ini tidak dimungkinkan.
Google+ memungkinkan hal ini.
3. Bisa menulis stream dengan huruf tebal, miring dan dicoret.
Entah disengaja oleh Google+ atau tidak, dengan syntax khusus ternyata tampilan stream bisa dibuat tebal, miring dan tercoret.
Hal ini menarik untuk membuat penekanan tulisan dan membuat sebuah tulisan menjadi lebih cantik.
4. Notifikasi bisa disuruh mingkem (mute)
Ini hal yg cukup menganggu bagiku jika berkomentar pada sebuah postingan di FB. Kadang niatku hanya ingin sekali berkomentar dan tidak ingin lagi melihat tulisan tersebut karena terlalu banyak orang yg berkomentar di sana -seperti salah satunya group di FB. Sialnya, sekali berkomentar maka kita akan kejeblos dan selalu menerima notifikasi atas tulisan yg pernah kita komentari tersebut.
Di Google+, jika kita sudah tak ingin lagi mendapat notifikasi untuk khusus sebuah tayangan maka kita bisa memilih “mute”.
5. Interfacenya lebih intuitif
Contohnya adalah pengorganisasian teman dengan circle menurutku sangat intuitif. Aku merasa lebih mudah untuk mengorganisir teman-teman dengan drag-and-drop di Google+ dibandingkan dengan listbox yg dimiliki oleh FB.
Kesan pertamaku menggunakan Google+ ini jauh berbeda dengan saat-saat pertama aku menggunakan FB dulu.
Aku termasuk orang-orang pertama yg punya FB ketika belum banyak orang Indonesia lain yg memilikinya. Dan kesanku saat itu FB ini jeleeeek sekali dan interfacenya membingungkan. Hanya saja saat itu yg membuatku bertahan adalah game saham yg ada di situ (sekarang sudah tak ada lagi).
Demikianlah sedikit review di hari pertama aku menggunakan Google+.
Menurutku Google+ memang akan bisa mengalahkan FB suatu saat nanti.
Bagaimana menurut teman2? Ada yang punya pengalaman lain?
About these ads

3 gagasan untuk “Hari pertama bersama Google+

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s