Bukan berjudi, tapi berhitung

Kira2 begitulah yg dikatakan oleh Professor Micky Rossa tentang “Black Jack” pada Ben dalam film yg berjudul 21. Film yg mengisahkan tentang satu tim pemain black jack yg bisa menaklukan Las Vegas ini menjadi menarik perhatianku karena ternyata film ini bersumber dari sebuah kisah nyata yang dikenal dengan nama the MIT black Jack team. Film ini membuka mataku bahwa ternyata permainan Black Jack itu bukan hanya sekedar main untung-untungan. Aturan-aturan yg ada dalam Black Jack, yg sebelumnya tidak aku pahami, ternyata memberikan peluang pada pemain untuk menghitung probabilitas kemenangan sehingga dengan strategi yg tepat akan bisa mengeruk keuntungan secara kumulatif. Strategi berhitung inilah yg digunakan oleh the MIT Black Jack team untuk meruntuhkan Las Vegas, seperti juga telah dibukukan dalam buku “Bringing Down the house“.

Saking bersemangatnya aku setelah menonton film ini, aku bahkan kemudian untuk pertama kalinya mencoba permainan Black Jack ini di MSN sambil mencoba menguji kemampuanku berhitung. Ternyata permainan ini memang mengasyikkan, dan aku akhirnya mendapatkan keuntungan 200 dollar (cuma uang virtual) ketika selesai satu putaran.  Bukan hasil yg buruk untuk permainan pertama, yg mana strategi bermain masih sedang diuji coba.

Selain menguji strategi bermain Black Jack, ada satu hal yg aku pelajari dari permainan tersebut bahwa ternyata yang namanya tebak-menebak itu mengasyikkan. Aku menemukan kenikmatan ketika aku bisa menebak-nebak dan bertaruh atas tebakanku tersebut.  Pada awalnya agak mengherankan, karena aku buka termasuk orang yg pernah tertarik untuk membeli kode buntut. Keheranan ini baru terjawab setelah aku melihat perbedaan antara berjudi dan berhitung. Keduanya memang sama-sama menghadapi sebuah ketidakpastian. Namun yg satu lagi menebak dan bertaruh pada sesuatu yg memiliki probabilitas kecil untuk benar sementara yg satunya lagi menebak sesuatu yg probabilitasnya lebih besar untuk menang.

Aku jadi teringat komentar Raymund, salah seorang mantan kolegaku dulu bahwa dia menyukai proses tender karena ada unsur judinya. Tender itu, menurut Raymund yg pernah jadi mentorku ini, memiliki unsur judi ketika menentukan berapa harga yang tepat supaya bisa menang tender. Dan dia menemukan kenikmatan tersendiri dalam main tebak-tebakan ini. Baru sekarang aku memahami apa yg dimaksud Raymund bahwa “berjudi” itu memang nikmat. Hanya saja permainan tebak2an ini tidak dinamai judi oleh the MIT black Jack team, melainkan a counting game.

Dalam hidup dan berkarir,  main tebak2an ini  rupanya juga banyak dilakukan oleh orang. Namun mereka memberinya nama lain,  yaitu Tantangan. Aku jadi teringat alasan Mas Nukman mengapa dulu meninggalkan pekerjaannya yg sudah mapan dan memilih menjadi pengusaha. Salah satu alasan Mas Nukman adalah karena selebriti kampung-UGM ini menyukai tantangan. Dalam kalimat yg lain bisa dibahasakan bahwa Mas Nukman meninggalkan karir yg sudah pasti menuju sesuatu yg belum pasti dan menghadapi probabilitas. Hal ini juga disampaikan oleh Jeff Ma,  tokoh asli MIT black Jack team yg menginspirasi film tersebut, bahwa pada awalnya dia sulit menerima konsep “gambling for living” ini. Namun akhirnya dia menyadari bahwa dalam hidup kita juga mengalami hal-hal tersebut yg mana kita harus menebak-nebak dan bertaruh atas tebakan kita tersebut.

Aku ternyata mirip dengan Raymund dan Mas Nukman, yaitu menikmati tantangan dan merasa bosan dengan sebuah kepastian. Tentu saja tantangan yg ingin aku hadapi adalah sebuah tantangan yg mungkin dimenangkan, dan bukan tantangan yg hampir tidak mungkin dimenangkan. Yg harus aku pelajari dan asah lebih lanjut adalah menemukan seberapa jauh tantangan itu aku letakkan sehingga bisa aku raih namun juga tidak terlalu dekat sehingga terlalu mudah untuk didapatkan.  Seperti permainan Black Jack, aku harus menemukan strategi yg tepat untuk menentukan kapan harus memasang taruhan besar dan kapan harus memasang taruhan dengan nominal kecil.

Bagaimana dengan anda? Apakah anda juga suka main tebak-tebakan seperti saya?

4 thoughts on “Bukan berjudi, tapi berhitung

  1. Donny: bener banget Don. Itu adalah perjudian yg paling menarik. Makanya diskusi tentang agama tidak ada habis2nya. Orang yg beragama ataupun tidak, sama2 bersemangat membahasnya.

    Suka

  2. ternyata setelah saya coba di genting malaysia, benar adanya perhitungan yang ada di MIT black jack team.
    hanya bermodal 700 ringgit, saya bisa pulang dengan 3470 ringgit.

    Suka

  3. Bener bgt… black jack adalah gambaran kecil dari realita kehidupan kita sebenarnya… dan perlu diingat, dalam permainan Black Jack ini pun, meski mengandung unsur hitung2an tp ini tdk seperti ilmu pasti yg 1 + 1 = 2.. semua unsur di dalam permainan ini faktor “Luck” Lah yg sangat berpengaruh besar….
    So, you’ll be winner if u’re lucky….

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s