Namaku Bank Al

Catatan perjalanan penggemar strategi laut biru

Unit Link atau Reksadana plus Asuransi?

Ditulis oleh bank_al di/pada Maret 7, 2008

Beberapa saat yang lalu saya sempat ditawari sebuah produk Unit Link hasil kolaborasi sebuah bank dengan perusahaan asuransi. Seperti biasa, salesman dalam produk-produk sejenis ini seringkali tidak begitu paham apa yg dijualnya. Atau mungkin juga si salesman sebetulnya paham tentang produk yang dijualnya, namun sengaja menampilkan fakta-fakta yang menyesatkan calon pelanggan agar di pelanggan tertarik untuk membeli produknya. Setelah beberapa jam tanya-jawab dengan sang agen, saya akhirnya memutuskan untuk menunda dulu untuk membeli produk tersebut karena saya merasa belum paham. Sepanjang sesi tersebut si agen hanya mencoba mempengaruhi saya bahwa jika saya beli produknya maka uang saya akan berkembang dan menjadi besar dalam beberapa tahun ke depan.

Setelah sampai di rumah, saya mencoba mencari-cari informasi lebih lanjut tentang unit-link dan akhirnya mampirlah saya pada tulisan priyadi di sini.

Dari tulisan-tulisan ini barulah saya bisa memahami bahwa unit link ini sebetulnya adalah gabungan antara produk asuransi dan produk investasi. Dari definisi ini, timbul pertanyaan saya “kenapa harus membeli sebuah produk gabungan seperti ini? Mengapa tidak membeli secara terpisah saja produk-produk tersebut?”. Rupanya Priyadi juga sudah memikirkan hal ini dan menghitungnya di sini. Kesimpulan Priyadi membeli kedua produk tersebut secara terpisah lebih menguntungkan daripada membeli produk gabungan.

Tentu saja saya masih harus menghitung lagi jika yang dibandingkan adalah Unit Link, Asuransi atau bentuk Investasi yg lain. Seperti misalnya Unit Link yg ditawarkan pada saya kemarin ternyata juga menanggung biaya rawat inap sebesar harga tertentu. Walaupun demikian, data mentah berupa file excel ini tentu sangat berguna bagi saya untuk menghitungnya sehingga menghemat banyak waktu untuk membuat file serupa.

Kesimpulan sementara:

  • Asuransi + Reksadana tampaknya lebih menguntungkan daripada Unit Link
  • Asuransi + Reksadana lebih ribet daripada Unit Link(karena membutuhkan lebih banyak dokumen yang harus dicermati)

Nah, bagaimana pendapat dan pengalaman anda?

10 Tanggapan ke “Unit Link atau Reksadana plus Asuransi?”

  1. Priyadi Berkata:

    kalau pakai biaya rawat inap harusnya perhitungannya gak bakalan jauh beda (di UL maupun di BTAID akan ditagihkan biaya tambahan yang kurang lebih sama, walaupun perbedaan harga antar produk kesehatan bisa jadi lumayan besar).

    kalau dipisahkan sebenarnya gak terlalu jauh lebih ribet. ikutan term life itu sama ribetnya dengan ikutan UL. ikutan reksadana itu gak lebih ribet daripada buka rekening tabungan.

  2. bank_al Berkata:

    @Priyadi: Hmm, kalau investasi di reksadana khan harus secara manual tiap bulan beli unit reksadana nggak? Jadi harus rajin dan disiplin tiap bulan membeli produk reksadana-nya.

    Kalau unit-link ada yg bisa autodebet lewat kartu-kredit. Jadi nggak harus tiap bulan transfer duit.

    Memang sih nggak jauh lebih ribet. Tapi disiplin untuk tiap bulan transfer itu kadang tidak mudah.

  3. Priyadi Berkata:

    kalau gak salah bank mandiri & bank permata punya fasilitas autodebet dari rekening tabungan.

    tapi saya pribadi sih lebih suka dikontrol manual karena kondisi keuangan tiap bulan di sini beda2. dan gak terlalu repot juga kok, di bank commonwealth bisa setor lewat internet banking.

  4. bank_al Berkata:

    Oh gitu ya Pri. Makasih banyak atas masukannya.

  5. Pluto Berkata:

    Menurut perhitungan beberapa ahli finansial, beli YRT + Reksadana terpisah lebih menguntungkan. Buat orang-orang yang mengerti finansial dan punya manajemen keuangan yang baik, pilihan tersebut lebih menarik daripada Unit Link.

    Tapi bagi masyarakat awam yang tidak mengerti finansial (mungkin tidak mau repot), Unit Link lebih menarik daripada YRT + Reksadana. Menjelaskan asuransi jiwa aja sudah ribet, ditambah lagi kalau harus menjelaskan Reksadana.

    Bagi masyarakat awam, Unit Link merupakan pilihan utama karena dianggap sebagai alternatif menabung. Intinya konsep Unit Link lebih gampang diterima masyarakat daripada konsep YRT + Reksadana. Dan dengan semakin banyak masyarakat kita yang ikut Unit Link, secara tidak langsung masyarakat juga jadi lebih banyak yang tertolong dengan asuransi jiwa dan investasi.

    So…kesimpulannya, Windows XP lebih user friendly daripada Linux, maka dari itu kita harus sosialisasikan Windows XP agar makin banyak masyarakat Indonesia yang melek IT (apa hubungannya?).

    Jika ditanya “Apakah asuransi Unit Linked merupakan solusi perencanaan keuangan Terbaik?”
    Untuk kultur dan mindset masyarakat Indonesia pada umumnya, maka jawabannya : “IYA

  6. Hilman Berkata:

    Dalam setiap jenis produk yang ada pasti ada kelebihan masing-masing. Memang benar bahwa kalau kita membeli unit link, maka sebagian dari dana investasi kita digunakan sebagai dana proteksi.

    Apakah itu merugikan atau menguntungkan, sebenarnya tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Contohnya, apabila anda membayar premi sebesar Rp 3.200.000/tahun, dimana alokasinya adalah :

    1. Tahun ke-1, Rp 3.000.000 dialokasikan pada proteksi (dengan pertanggungan Rp 100.000.000) dan Rp 200.000 dialokasikan untuk investasi (anda bisa memilih sendiri jenis investasinya)

    2. Tahun ke-2, 60% dari Rp 3.000.000 dialokasikan untuk proteksi, 40% lainnya dan Rp 200.000 dialokasikan untuk investasi (ditambah dengan hasil investasi di tahun sebelumnya)

    3. Tahun ke-3 sampai tahun ke-5, 15% dari Rp 3.000.000 dialokasikan untuk proteksi, 85% lainnya dan Rp 200.000 dialokasikan untuk investasi (ditambah dengan hasil investasi di tahun sebelumnya)

    4. Pada tahun ke-6 an selanjutnya, 100% dari setoran tahunan anda dialokasikan untuk investasi.

    Dari ilustrasi di atas, kita bisa tahu bahwa total uang yang dialokasikan untuk proteksi adalah sebesar :

    100% x 3.000.000 (tahun ke-1) +
    60% x 3.000.000 (tahun ke-2) +
    45% x 3.000.000 (3 tahun berikutnya)
    Totalnya : Rp 6.150.000

    Tapi uang pertanggungan yang akan kita dapat (berlaku sampai umur 99 tahun, jadi kemungkinan besar pasti keluar) adalah Rp 100.000.000 (seratus juta rupiah). JAdi menurut anda itu merugikan atau malah menguntungkan? :)

    Selain itu, di sini anda bisa memilih sendiri jenis investasi apa yang anda inginkan. Apakah investasi berbentuk saham (ekuitas), atau investasi dalam pasar uang, atau investasi pada obligasi, atau bahkan investasi campuran ketiganya. Reportnya pun transparan dan akan anda terima secara periodik.

    Dan sebagai informasi, bahwa nilai pengembalian dari fund manager ini adalah sekitar 46% per tahun (jauh di atas bunga bank, bukan?).

    Apabila anda ingin tahu lebih jelas mengenai jenis produk investasi+proteksi ini, anda bisa menghubungi saya telp/sms di 0815 1009 3599 atau email ke mail.hilman@gmail.com.

    Saya akan dengan senang hati menjelaskan kepada anda apa saja manfaat dari produk ini. Sehingga anda bisa membuat keputusan yang tepat untuk keuangan masa depan anda :)

    salam,

    Hilman

  7. bank_al Berkata:

    @Pluto: Artinya yg menganggap Unit Link itu adalah solusi keuangan terbaik adalah orang-orang yg “tertipu” oleh salesman unit link?

    @Hilman: Dari hitungan anda, sepertinya pelanggan unit link hanya cukup mengeluarkan uang hingga tahun ke 3. Padahal apa betul faktanya begitu? Saya kok melihat ada kesalahan menghitung di sini.

    Sudah mencoba melihat hitungan Priyadi (dari link di atas) dan menunjukkan pada saya salahnya di mana?

  8. andra Berkata:

    Unit link vs Asuransi + Reksadana?..Sebenarnya basi banget membandingkan kedua produk ini..Kenapa juga harus dibandingkan? Unit link itu rata-rata dijual lewat agen..la wong yang namanya distribusi lewat agen itu merupakan paling mahal buat insurer. Sapa yang bayar? pastinya nasabah dong yang akan merasakan bebannya karena udah ditiung di pricing nya…Jadi merasa rugi benar2 khah? bisa ya bisa ga…Yang namanya agen yang baek pasti akan melayani nasabahnya..ketika klaim dibantuin, kapan aja bertanya diladenin..dikirimin kartu or hadian pas momen2 tertentu…Kalo kita bikin sendiri asuransi + reksadana ya tentu beda karena akan diurus sendiri………

    Mau unit link murah? tinggal potong jalur distribusinya…Bisa ga masyarakat bisa langsung datang ke perusahaan asuransi tanpa agen? gue rasa ga ada yang mau heheheh…kalo disini asuransi itu masih yang cari2 nasabah bukan karena nasabahnya datang karena butuh…..

    Kalo emang unit link itu tidak menarik dibandingkan asuransi plus investasi, kenapa unit link masih tetap populer di luar negeri? bukannya masyarakat disana lebih melek investasi? So, sebenarnya masing2 sebenarnya punya market sendiri-sendiri…Baik dan cocok buat seseorang, belon tentu cocok buat orang lain heheh…benar tidak?

    bank_al:
    Kadang sesuatu yg lebih baik itu tidak dipilih orang hanya karena kurang gencar promosinya. Makanya ada kalanya sesuatu yg lebih mahal dengan kualitas sama tetap dipilih oleh konsumen karena yg jual pinter.

    Btw, kalau dilihat dari IP-nya, Mas Andra dari perusahaan asuransi ya? ;)

  9. andian Berkata:

    kalo menurut financial planner (safir senduk, ligwina hananto), reksadana dan termlife lebih direkomendasikan daripada UL

  10. botexs Berkata:

    Unitlink (UL) sudah tidak laku di AS. Kenapa di sini laris manis. Biasanya senjata para pedagang UL adalah menyampaikan pesan yg keliru (menurut saya sih bukan keliru, tp menyesatkan) tentang asuransi Term life (TL) dengan UL.

    Para pedagang UL bilang UL ibarat menabung, tidak sekedar asuransi karena uang tidak hilang. Sedangkan kalo TF uang akan hilang. Logikanya begini, kalo uang asuransinya tidak hilang, kenapa kalo kita menarik diri di tahun 1-3 uang kita berkurang (tepatnya hilang) sampai 80-90%?

    Penyesatan2 info lainnya adalah KURANGNYA memberi info tentang resiko investasi. Kesannya yg hanya memiliki resiko adalah reksadana dan UL tidak memiliki resiko. Padahal jelas sekali instrumen invest pada UL ya reksadana.

    Belum biaya2 siluman yg tidak tampak di ilustrasi saat kita ditawari UL. Biaya itu baru muncul di polis, itupun di halaman belakang dengan font yg kecil. Setelah kita terima polis, apakah kita bisa menarik diri tanpa kehilangan uang sepeser pun?

    Seyogyanya kita harus mengetahui apa resiko yg harus kita jalani saat akan terjun ke dunia investasi. Setelah itu ketahui instrumennya, baru jalani.

    bank_al:
    Makasih banyak atas saran dan komentarnya Pak/Bu Botex.

Tinggalkan Balasan

XHTML: kamu dapat menggunakan tag-tag ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>