Unit Link atau Reksadana plus Asuransi?

Beberapa saat yang lalu saya sempat ditawari sebuah produk Unit Link hasil kolaborasi sebuah bank dengan perusahaan asuransi. Seperti biasa, salesman dalam produk-produk sejenis ini seringkali tidak begitu paham apa yg dijualnya. Atau mungkin juga si salesman sebetulnya paham tentang produk yang dijualnya, namun sengaja menampilkan fakta-fakta yang menyesatkan calon pelanggan agar di pelanggan tertarik untuk membeli produknya. Setelah beberapa jam tanya-jawab dengan sang agen, saya akhirnya memutuskan untuk menunda dulu untuk membeli produk tersebut karena saya merasa belum paham. Sepanjang sesi tersebut si agen hanya mencoba mempengaruhi saya bahwa jika saya beli produknya maka uang saya akan berkembang dan menjadi besar dalam beberapa tahun ke depan.

Setelah sampai di rumah, saya mencoba mencari-cari informasi lebih lanjut tentang unit-link dan akhirnya mampirlah saya pada tulisan priyadi di sini.

Dari tulisan-tulisan ini barulah saya bisa memahami bahwa unit link ini sebetulnya adalah gabungan antara produk asuransi dan produk investasi. Dari definisi ini, timbul pertanyaan saya “kenapa harus membeli sebuah produk gabungan seperti ini? Mengapa tidak membeli secara terpisah saja produk-produk tersebut?”. Rupanya Priyadi juga sudah memikirkan hal ini dan menghitungnya di sini. Kesimpulan Priyadi membeli kedua produk tersebut secara terpisah lebih menguntungkan daripada membeli produk gabungan.

Tentu saja saya masih harus menghitung lagi jika yang dibandingkan adalah Unit Link, Asuransi atau bentuk Investasi yg lain. Seperti misalnya Unit Link yg ditawarkan pada saya kemarin ternyata juga menanggung biaya rawat inap sebesar harga tertentu. Walaupun demikian, data mentah berupa file excel ini tentu sangat berguna bagi saya untuk menghitungnya sehingga menghemat banyak waktu untuk membuat file serupa.

Kesimpulan sementara:

  • Asuransi + Reksadana tampaknya lebih menguntungkan daripada Unit Link
  • Asuransi + Reksadana lebih ribet daripada Unit Link(karena membutuhkan lebih banyak dokumen yang harus dicermati)

Nah, bagaimana pendapat dan pengalaman anda?

About these ads

18 thoughts on “Unit Link atau Reksadana plus Asuransi?

  1. @ botex
    “Belum biaya2 siluman yg tidak tampak di ilustrasi saat kita ditawari UL. Biaya itu baru muncul di polis, itupun di halaman belakang dengan font yg kecil. Setelah kita terima polis, apakah kita bisa menarik diri tanpa kehilangan uang sepeser pun?”

    dalam produk unit link ada provisi yang melindungi pemegang polis. kalo ga salah namanya free look period (CMIIW), so dalam tempo 14 hari nasabah unit link menerima polisnya bisa membaca, kalo ga setuju bisa membatalkan. dan uang pembukaan premi nya dikembalikan.

    Suka

  2. @ botex
    “Belum biaya2 siluman yg tidak tampak di ilustrasi saat kita ditawari UL. Biaya itu baru muncul di polis, itupun di halaman belakang dengan font yg kecil. Setelah kita terima polis, apakah kita bisa menarik diri tanpa kehilangan uang sepeser pun?”

    dalam produk unit link ada provisi yang melindungi pemegang polis. kalo ga salah namanya free look period (CMIIW), so dalam tempo 14 hari nasabah unit link menerima polisnya bisa membaca, kalo ga setuju bisa membatalkan. dan uang pembukaan premi nya dikembalikan.

    http://cerdasberasuransi.wordpress.com

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s